Habis Makan Langsung Ingin BAB, Apa Penyebabnya?

BAB-doktersehat
Photo Source: Flickr/deanhochman

DokterSehat.Com– Jika dicermati, setelah makan, khususnya makan pagi, kita akan langsung ingin melakukan buang air besar. Sebenarnya, apakah makan pagi memang bisa membuat keinginan untuk melakukan BAB muncul?

Kaitan Antara Makan Pagi dengan Keinginan BAB

Banyak orang yang berpikir jika hal ini terkait dengan metabolisme tubuh. Apa yang baru saja kita makan langsung diolah oleh tubuh dan kemudian dibuang lewat buang air besar. Karena alasan inilah ada orang yang langsung menyalahkan makanan yang baru saja dikonsumsinya saat mulai merasakan sakit perut atau diare. Padahal, hal ini tidak benar.

Proses pengolahan makanan di dalam perut bisa berlangsung cukup lama. Tak hanya beberapa jam, dalam beberapa kasus proses ini bahkan bisa berlangsung hingga satu atau dua hari. Hal ini bergantung pada sistem metabolisme yang ada di dalam tubuh atau makanan yang kita konsumsi. Hal ini berarti, jika kita tiba-tiba ingin buang air besar setelah makan, kotoran yang dibuang adalah makanan yang kita konsumsi beberapa jam lalu atau yang kemarin.

Lantas, mengapa setelah makan kita ingin buang air besar? Pakar kesehatan menyebut secara alami, makanan yang masuk ke dalam tubuh memang bisa mendorong keinginan untuk melakukannya. Hal ini disebabkan oleh sistem pencernaan yang kembali aktif dan bergerak, termasuk pada bagian usus.

Di bagian atas pencernaan, saluran pencernaan berusaha untuk memasukkan makanan ke dalam lambung dan usus agar dicerna. Sementara itu, di saluran pencernaan bagian bawah, gerakan usus ini akan mendorong kotoran semakin mendekat menuju anus.

Saat makanan mencapai lambung, tubuh akan melepas hormon yang ditujukan untuk mengolahnya. Hanya saja, hal ini juga berimbas pada usus yang langsung berkontraksi dan membuat keinginan buang air besar muncul.

Memang, ada sebagian orang yang sama sekali tidak merasakan efek ini. Mereka tetap saja tidak memiliki keinginan buang air besar meski sudah makan. Hanya saja, cukup banyak orang yang bahkan mengaku harus makan meski porsinya sedikit demi merangsang keinginan untuk buang air besar.

Tanda Buang Air Besar yang Sehat

Buang air besar tak hanya tentang mengeluarkan sisa makanan yang kita konsumsi sebelumnya. Dalam realitanya, aktivitas ini ternyata juga bisa menandakan kondisi kesehatan kita lho.

Berikut adalah beberapa tanda buang air besar yang sehat.

  1. Warna Kotoran yang Normal

Tak perlu jijik untuk mengecek warna kotoran yang kita keluarkan. Dalam realitanya hal ini bisa membantu mengecek kondisi kesehatan kita secara umum. Sebagai contoh, jika kotoran kita berwarna kekuningan atau kecokelatan, biasanya hal ini menandakan bahwa kondisi pencernaan berada dalam kondisi sehat.

Sebaliknya, jika kotoran berwarna merah tua atau merah muda, bisa jadi hal ini menandakan adanya perdarahan pada saluran pencernaan. Sementara itu, jika kotoran berwarna putih atau pucat, bisa jadi menandakan adanya masalah pada pankreas atau penyakit hepatitis.

  1. Bentuk Kotoran

Kotoran yang sehat adalah yang tidak terlalu keras namun juga tidak terlalu lembek. Saat mengeluarkannya, kita tidak akan merasakan sakit. Hanya saja, jika kotoran sudah dalam kondisi baik namun kita merasakan nyeri atau bahkan perdarahan, bisa jadi kita mengalami masalah kesehatan seperti wasir.

  1. Aroma Kotoran

Aroma kotoran bisa ditentukan oleh apa yang kita makan. Hanya saja, jika aromanya sangat busuk dan terjadi perubahan warna kotoran yang tidak biasa, ada baiknya segera diperiksakan ke dokter.

  1. Mengalami Sembelit

Sembelit seringkali disebabkan oleh asupan serat atau cairan yang kurang baik. Selain itu, hal ini juga bisa disebabkan oleh gangguan pencernaan tertentu. Apalagi jika berlangsung cukup lama.

  1. Diare

Tak hanya makanan yang terlalu pedas, diare juga bisa disebabkan oleh keracunan atau kebiasaan makan yang kurang higienis.

 

Sumber:

  1. Dwinanda, Reiny. 2019. Kebelet BAB Sesaat Setelah Makan, Apa Penyebabnya?. msn.com/id-id/kesehatan/health/kebelet-bab-sesaat-setelah-makan-apa-penyebabnya/ar-AAJIzfi. (Diakses pada 3 November 2019).