Terbit: 17 Mei 2021
Ditulis oleh: Gerardus Septian Kalis | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Gynpad adalah metode untuk mendeteksi virus HPV (human papillomavirus). Penggunaan produk tes kit ini sangat mudah membuat pemeriksaan kanker serviks bisa Anda lakukan sendiri tanpa mengganggu aktivitas.

Gynpad, Cara Baru untuk Deteksi Dini Kanker Serviks

Apa Itu Gynpad?

Gynpad memungkinkan seseorang untuk melakukan skrining mandiri HPV dan berbagai infeksi menular seksual. Produk test kit diagnostik ini sangat mudah penggunaannya seperti halnya menggunakan pembalut.

Pengumpulan sampel dapat dilakukan di rumah melalui langkah-langkah sederhana. Pengguna harus menggunakan produk ini selama 6-8 jam, kemudian sampel dikirim ke laboratorium umum atau laboratorium khusus penyedia Gynpad.

Sebuah penelitian mengungkapkan, pengumpulan spesimen mandiri memiliki sensitivitas 76,9%, dan spesifisitas 93,3%. Penelitian tersebut menyebutkan bahwa cara ini adalah metode alternatif yang mudah, cepat, dan nyaman untuk skrining kanker serviks.

Hal inilah yang membuat beberapa pakar menyarankan Gynpad menjadi salah satu cara untuk mendeteksi dini kanker serviks. Jika Anda ingin mengetahui lebih jauh tentang alat ini dan penggunaannya dengan tepat, jangan ragu untuk konsultasi dengan dokter.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku PTH - Advertisement

Sementara itu, perusahaan yang membuat Gynpad mengklaim memiliki akurasi 98 persen, identik dengan pengujian melalui kunjungan rumah sakit.

Waktu penggunaan Gynpad yang terbaik adalah saat tidak haid, tidak berhubungan intim beberapa hari sebelumnya, dan tidak sedang mengalami keputihan patologis.

Efektifkah Penggunaan Gynpad untuk Mendeteksi Kanker Serviks?

Jika Anda sudah mendapatkan hasil setelah menggunakan alat ini, konsultasi dengan dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi tetap diperlukan.

Pemeriksaan deteksi dini kanker serviks yang umum adalah dengan metode IVA test dan Pap smear, yang pengambilan samplenya dilakukan langsung oleh tenaga ahli yang sudah berpengalaman untuk melihat area di serviks yang perlu dilakukan apusan untuk pemeriksaan sel-selnya.

Hal itulah yang membuat banyak faktor yang bisa dianggap lebih menguntungkan dibandingkan dengan penggunaan Gynpad.

Hal-Hal Penting Seputar Kanker Serviks yang Perlu Anda Tahu

Kanker serviks adalah jenis kanker yang terjadi di sel-sel leher rahim yaitu bagian bawah rahim yang terhubung ke vagina.

Berbagai strain virus human papillomavirus (HPV) atau infeksi menular seksual, berperan dalam sebagian besar penyebab kanker ini.

Saat terpapar HPV, sistem kekebalan tubuh biasanya mencegah virus agar tidak membahayakan. Namun, pada beberapa kasus, virus tersebut bertahan selama bertahun-tahun, berkontribusi pada proses yang menyebabkan beberapa sel serviks menjadi sel kanker.

Seorang wanita dapat mengurangi risiko terkena kanker kanker ini dengan menjalani tes skrining dan menerima vaksin yang melindungi dari infeksi HPV.

Ciri-Ciri Kanker Serviks

Kanker serviks stadium awal umumnya tidak menghasilkan gejala. Tanda kanker serviks yang lebih lanjut meliputi:

  • Pendarahan vagina setelah hubungan intim, di antara periode haid, atau setelah menopause.
  • Keputihan yang encer dan terdapat darah (yang mungkin) berat serta berbau tidak sedap.
  • Nyeri panggul saat berhubungan.

Konsultasi dengan dokter harus segera dilakukan jika Anda mengalami salah satu atau lebih gejala seperti di atas.

Penyebab Kanker Serviks

Kanker jenis ini dimulai ketika sel-sel sehat di serviks mengalami perubahan (mutasi) pada DNA nya. DNA sel berisi instruksi yang memberi tahu sel apa yang harus dilakukan.

Sel-sel sehat tumbuh dan berkembang biak dengan kecepatan tertentu, yang akhirnya mati pada waktu yang ditentukan. Mutasi memberitahu sel untuk tumbuh serta berkembang biak di luar kendali, dan membuat sel tidak mati.

Sel abnormal yang terakumulasi membentuk massa (tumor). Sel kanker menyerang jaringan di dekatnya dan dapat lepas dari tumor untuk menyebar (bermetastasis) di tempat lain di tubuh.

Meski begitu, tidak jelas apa yang menyebabkan kanker serviks, namun virus HPV memiliki peran penting. HPV sangat umum dan kebanyakan orang dengan virus ini tidak pernah mengembangkan kanker. Ini berarti terdapat faktor lain seperti lingkungan atau pilihan gaya hidup juga menentukan apakah seseorang akan mengembangkan kanker ini.

Jenis Kanker Serviks

Perlu Anda ketahui, jenis yang Anda alami dapat membantu menentukan prognosis dan pengobatan. Jenis utama kanker ini adalah:

  • Karsinoma sel skuamosa. Jenis kanker ini dimulai pada sel tipis dan datar (sel skuamosa) yang melapisi bagian luar serviks, bagian menonjol ke dalam vagina. Kebanyakan kanker jenis ini adalah karsinoma sel skuamosa.
  • Adenokarsinoma. Jenis kanker ini dimulai pada sel kelenjar yang melapisi saluran serviks.

Terkadang, kedua jenis sel tersebut terlibat dalam kanker jenis ini.

Faktor Risiko Kanker Serviks

Berikut ini adalah berbagai faktor risiko kanker serviks yang harus Anda kenali, di antaranya:

  • Memiliki banyak pasangan seksual. Semakin besar jumlah pasangan seksual, semakin besar peluang Anda tertular HPV
  • Aktivitas seksual terlalu dini. Berhubungan seks pada usia dini meningkatkan risiko HPV.
  • Infeksi menular seksual (IMS). Memiliki IMS lain seperti klamidia, gonore, sifilis, dan HIV/AIDS dapat meningkatkan risiko HPV.
  • Sistem kekebalan lemah. Anda mungkin lebih mungkin mengembangkan jenis kanker ini jika sistem kekebalan dilemahkan oleh kondisi kesehatan lain.
  • Merokok. Kebiasaan ini dikaitkan dengan kanker serviks sel skuamosa.

Baca Juga: Vaksin Kanker Serviks: Siapa yang Wajib, Efektivitas, Biaya, dll

Pencegahan Kanker Serviks

Berikut ini adalah beberapa langkah untuk mengurangi risiko kanker serviks, di antaranya:

  • Mendapatkan vaksin HPV. Menerima vaksinasi untuk mencegah infeksi HPV dapat mengurangi risiko kanker jenis ini dan kanker terkait HPV lainnya
  • Rutin menjalani pap smear. Tes ini bisa mendeteksi kondisi prakanker serviks, sehingga bisa dipantau atau diobati untuk mencegah berkembangnya kanker pada serviks. Beberapa pakar menyarankan tes ini rutin dilakukan setiap tahun saat usia 21 tahun.
  • Melakukan seks aman. Kurangi risiko terkena kanker jenis ini dengan melakukan tindakan pencegahan infeksi menular seksual, seperti menggunakan kondom setiap kali berhubungan seks dan membatasi jumlah pasangan seksual.
  • Jangan merokok. Jika Anda memiliki kebiasaan merokok dan sulit berhenti, konsultasi dengan dokter tentang strategi untuk membantu berhenti dari kebiasaan ini.

 

  1. Anonim. GynPad – HPV/STD Self-sampling Kit. http://www.tcmbiosciences.com/en/m21.php?ckattempt=1. (Diakses pada 17 Mei 2021).
  2. Anonim. GYNPAD Self-sampling Kit for HPV Screening Test. http://gynpad.kalgendna.co.id/. (Diakses pada 17 Mei 2021).
  3. Anonim. GynPad. http://activescientific.com.my/hpv-dna-test/skyla-vb1-2/. (Diakses pada 17 Mei 2021).
  4. Anonim. Cervical cancer. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/cervical-cancer/symptoms-causes/syc-20352501. (Diakses pada 17 Mei 2021).
  5. Kim, S R, S Y Song, D S Kim, J-W Lee, B-G Kim, D-S Bae, E S Song, dan H J Joo. Pad – a new self-collection device for human papillomavirus. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/17362547/. (Diakses pada 17 Mei 2021).
  6. Soo-youn, Song. 2019. Convenience store sells DIY kit to detect cervical cancer. https://www.koreabiomed.com/news/articleView.html?idxno=5816. (Diakses pada 17 Mei 2021).


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi