Terbit: 28 Januari 2020
Ditulis oleh: Devani Adinda Putri | Ditinjau oleh: dr. Jati Satriyo


Gusi berdarah adalah kondisi yang umum terjadi terutama saat Anda sedang menggosok gigi terlalu keras, namun apakah gusi berdarah merupakan gejala dari penyakit serius? Ketahui penyebab masalah gusi dan mulut, cara mengatasi, dll.

gusi-berdarah-doktersehat

Apa Itu Gusi Berdarah?

Gusi berdarah adalah penyakit paling umum yang ada di gusi. Umumnya, kondisi ini terjadi saat Anda menyikat gigi terlalu kencang atau apabila Anda menggunakan sikat gigi yang tidak sesuai standar.

Masalah pada gusi sering dianggap sebagai hal yang wajar bagi kebanyakan orang, namun kondisi ni dapat berarti gejala suatu penyakit lain. Berikut ini adalah beberapa penyakit yang ditandai dengan gejala gusi berdarah, yaitu:

  • Periodontitis yaitu infeksi gusi serius yang dapat merusak rahang.
  • Leukemia yaitu kanker darah.
  • Kurangnya trombosit atau sel pembeku.
  • Kekurangan vitamin.

Untuk mengetahui apakah gejala gusi berdarah merupakan tanda penyakit serius, ketahui penyebabnya pada penjelasan berikutnya.

Penyebab Gusi Berdarah

Anda mungkin mengalami gusi berdarah dan bertanya-tanya kondisi ini sebagai tanda penyakit apa. Berikut ini penyebab gusi berdarah, yaitu:

1. Gingivitis

Gingivitis atau radang gusi adalah kondisi dimana gusi Anda mengalami pembengkakan atau peradangan. Gingivitis ditandai dengan gusi sering berdarah karena penumpukan plak atau bakteri-bakteri di garis gusi Anda atau terjadi karena ada gigi yang dibiarkan berlubang dalam waktu yang cukup lama.

Gejala gingivitis lainnya adalah gusi bengkak, merah, agak sakit, dan gusi mengeluarkan darah setiap kali Anda menggosok gigi. Cara mengatasi gusi berdarah karena gingivitis adalah dengan menyikat gigi secara teratur dan gunakan obat kumur bila perlu. Anda juga harus melakukan perawatan ke dokter gigi secara teratur.

2. Periodontitis

Periodontitis adalah infeksi gusi serius yang diakibatkan karena Anda tidak menyembuhkan gingivitis dengan segera. Periodontitis merupakan kondisi gusi yang sudah rusak hingga dapat merusak saraf dan tulang yang seharusnya menjaga agar gigi Anda tetap kuat.

Gejala periodontitis adalah pendarahan pada gusi, merah, bengkak, serta dapat memengaruhi cara Anda mengunyah karena gigi menjadi sakit. Periodontitis parah juga akan membuat Anda memiliki bau mulut hingga gigi copot bila dibiarkan dalam waktu yang lama.

3. Diabetes

Gusi yang mengeluarkan darah mungkin tanda bahwa Anda mungkin memiliki gejala diabetes tipe 1 atau diabetes tipe 2. Penderita diabetes tidak memiliki sistem imun yang sempurna untuk melawan kuman-kuman di mulut sehingga masalah gusi mungkin terjadi. Level gula darah yang tidak stabil dalam tubuh juga membuat sistem tubuh Anda lebih sulit untuk mengatasi atau menyembuhkan berbagai infeksi.

Baca Juga: Diabetes pada Anak: Jenis, Gejala, dan Cara Mencegah

4. Trombositopenia

Trombositopenia adalah kondisi dimana kurangnya trombosit atau sel darah merah. Trombosit adalah sel darah yang berfungsi dalam proses pembekuan darah.

Bila Anda mengalami kondisi trombositopenia, tubuh Anda tidak memiliki sistem yang baik untuk pembekuan darah dan memiliki risiko terjadinya pendarahan di berbagai bagian tubuh, termasuk gangguan pada gusi.

5. Penyakit Von Willebrand atau Hemophilia

Penyebab gusi berdarah lainnya adalah penyakit Von Willebrand atau hemophilia, yang merupakan kelainan darah dan gangguan pembekuan darah. Kondisi ini juga memungkinkan penderita mengalami masalah gusi.

6. Kekurangan Vitamin

Kekurangan vitamin dapat berpengaruh pada seluruh bagian tubuh, termasuk gusi. Penyebab lainnya adalah karena Anda kekurangan vitamin K dan vitamin C atau penyakit skorbut.

Manfaat vitamin C adalah untuk menjaga kesehatan tulang dan gigi, sementara manfaat vitamin K adalah untuk membantu pembekuan darah. Apabila Anda kekurangan kedua atau salah satu vitamin tersebut, maka gejala gusi berdarah dapat terjadi.

Baca Juga: Vitamin K: Fungsi, Sumber, Efek Kekurangan, dll

Penyebab Gusi Berdarah Lainnya

Berikut ini adalah penyebab masalah gusi lainnya, yaitu:

  • Gangguan kesehatan gusi, gigi, dan mulum pada ibu hamil terkait perubahan hormon.
  • Menggosok gigi terlalu kencang atau menggunakan sikat gigi yang tidak sesuai.
  • Menggunakan gigi palsu atau kawat gigi yang tidak sesuai.
  • Menggunakan obat pengencer darah seperti warfarin, aspirin, dll.

Masalah pada gusi dapat menjadi indikasi berbagai kondisi serius seperti beberapa penyakit yang disebutkan sebelumnya. Bila Anda mengalami kondisi ini dalam jangka waktu yang lama serta gusi sering berdarah bahkan di luar kegiatan menggosok gigi, sebaiknya konsultasi ke dokter gigi untuk diagnosis selengkapnya.

Cara Mengatasi Gusi Berdarah

Walau sering dianggap remeh, kondisi gusi berdarah tidak boleh diabaikan begitu saja. Berikut ini adalah cara mengatasi gusi berdarah, yaitu:

1. Perhatikan Kesehatan Gigi dan Mulut

Gusi berdarah adalah cerminan kesehatan gigi dan mulut yang kurang diperhatikan. Penyebab paling umum dari kondisi gusi ini adalah penumpukan plak di gusi. Plak adalah kumpulan bakteri yang menempel karena kebiasaan sikat gigi yang tidak teratur. Cara mengatasi gusi berdarah adalah dengan menyikat gigi yang benar setidaknya dua kali sehari, serta gunakan obat kumur bila perlu.

2. Kumur Air Garam

Bila gusi Anda sering berdarah, Anda dapat mengatasinya dengan cara tradisional yaitu berkumur-kumur dengan air garam. Campuran air garam dapat membunuh bakteri penyebab gigi bengkak.

Caranya adalah dengan mencampur satu gelas air hangat dan satu sendok teh garam, lalu kumur-kumur beberapa saat dan buang. Anda dapat melakukannya 3-4 kali sehari.

3. Perbanyak Asupan Vitamin C dan Vitamin K

Cara mengatasi masalah gusi dan mulut adalah dengan mencukupi asupan vitamin K dan vitamin C.

Sumber vitamin K ada pada sayur-sayuran hijau, seperti:

  • Kangkung
  • Bayam
  • Kubis
  • Sawi

Sementara sumber vitamin C didapatkan dari buah-buahan, seperti:

  • Jeruk
  • Jambu biji
  • Pepaya
  • Mangga
  • Nanas

Anda dapat minum suplemen vitamin C dan vitamin K juga bila perlu untuk menjaga kesehatan seluruh tubuh, bukan hanya gigi dan gusi.

4. Berhenti Merokok

Kandungan berbahaya di rokok dapat menyebabkan gangguan pada kesehatan gigi dan mulut. Merokok dapat menyebabkan gigi kuning, bibir menghitam, dan bau napas tidak sedap. Berdasarkan Centers for Disease Control and Prevention, merokok juga berpengaruh pada penyakit di gusi karena sistem kekebalan tubuh menurun hingga bakteri plak di gusi susah diatasi.

5. Kendalikan Kadar Stres Anda

Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa kesehatan mental dan emosi juga berpengaruh pada kesehatan mulut. Saat Anda stres, kondisi itu akan berpengaruh pada menurunnya kekebalan tubuh sehingga kemampuan tubuh untuk melawat bakteri dan infeksi pun menurun.

Itulah cara mengatasi gusi berdarah. Apabila Anda mengalami gusi sering berdarah hingga 7-10 hari tak kunjung berhenti, harap segera hubungi dokter gigi Anda. Dokter gigi akan memberikan perawatan terbaik untuk membersihkan plak, karang gigi, dan kesehatan gigi secara umum.

Apabila masalah gusi yang Anda alami merupakan indikasi gejala penyakit serius lainnya, harap segera konsultasikan ke dokter yang bersangkutan untuk mengurangi risko keadaan yang memburuk.

 

  1. Higuera, Valencia. 2018. 10 Ways to Stop Bleeding Gums. https://www.healthline.com/health/how-to-stop-bleeding-gums#1. (Diakses pada 28 Oktober 2019).
  2. Roth, Erica. 2017. What You Need to Know About Bleeding Gums. https://www.healthline.com/health/bleeding-gums. (Diakses pada 28 Oktober 2019).
  3. WebMD. 2018. Bleeding Gums and Your Health. https://www.webmd.com/oral-health/bleeding-gums-other-conditions#1. (Diakses pada 28 Oktober 2019).



DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi