Meski Sehat, 6 Jenis Gula Ini Juga Bisa Mematikan

gula-sehat-yang-berbahaya-doktersehat
photo credit: Pexels

DokterSehat.Com -Pernah mendengar ungkapan: “kamu adalah apa yang kamu makan!” tidak? Ternyata ungkapan itu benar adanya. Kesehatan seseorang memang dipengaruhi oleh apa yang mereka makan. Kalau mereka mengonsumsi makanan yang sehat dan mengatur pola makan dengan sempurna, tubuh akan menjadi sehat. Namun, kalau yang terjadi sebaliknya, tubuh akan mendapatkan banyak sekali efek samping.

Nah, dari berbagai masalah yang terjadi pada tubuh, gula adalah salah satu yang dianggap sebagai biang kerok. Benarkah demikian? Jawabannya bisa ya atau tidak. Pasalnya gula tetap dibutuhkan oleh tubuh dengan jumlah terbatas. Namun, kalau dikonsumsi dengan sembarangan, tubuh bisa mengalami gangguan yang signifikan.

Karena gula meja yang berbentuk serbuk putih itu berisiko, beberapa orang menggunakan alternatif gula lainnya. Gula alternatif ini dianggap sehat. Namun, benarkah demikian?

Gula sehat yang bisa mematikan

Gula meja yang berbentuk serbuk pasir itu memang dianggap tidak sehat kalau dikonsumsi secara berlebihan. Itulah kenapa gula meja sering diganti dengan jenis gula lain yang dianggap lebih sehat. Benarkah gula lain lebih sehat?

  1. Madu

Madu mengandung cukup banyak nutrisi seperti antioksidan. Namun, madu memiliki kandungan gula sekitar 80 persen dari berat. Artinya, hampir semua komponen madu adalah gula. Nah, dengan kandungan ini madu dianggap lebih aman, dan tidak begitu memengaruhi gula darah yang dimiliki oleh seseorang.

Lebih baik dari gula pasir biasa bukan berarti sehat untuk tubuh secara menyeluruh. Apalagi kandungan gulanya sangat besar. Oleh karena itu, tetap batasi penggunaan madu dan jangan sampai berlebihan. Oh ya, madu yang berlebihan juga bisa menyebabkan perut panas dan diare.

  1. Brown sugar

Gula jenis ini kurang lebih sama dengan gula reguler yang sering kita gunakan. Meski lebih aman dan tidak begitu merugikan, penggunaan tetap dibatasi. Kalau berlebihan tetap akan menghasilkan efek samping yang sama. Bahkan bisa membuat kita kekurangan mineral karena gula ini rendah kandungan mineral.

  1. Gula merah

Gula merah dari nira kelapa juga dianggap lebih sehat dari gula reguler. Meski demikian, gula yang banyak dibuat secara tradisional ini tetap memiliki cukup banyak efek samping kalau dikonsumsi secara berlebihan dan rutin. Selanjutnya, gula merah yang tidak diproduksi dengan baik juga bisa menyebabkan masalah pencernaan.

  1. Sirop agave

Sirop agave tidak menyebabkan masalah pada tubuh seperti meningkatkan gula darah serta rendah indeks glikemiknya. Sayangnya sirop ini mengandung banyak sekali fruktosa. Salah satu efek dari fruktosa yang dikonsumsi berlebihan adalah resistensi insulin.

  1. Gula pasir organik

Kata organik yang muncul di beberapa jenis makanan dan minuman selalu dianggap sebagai sesuatu yang sehat. Misal sayuran organik yang ditanam tanpa pestisida dan sejenisnya. Untuk sayuran dan buah mungkin ada kelebihan meski tidak signifikan. Namun, untuk gula pasir yang diproses dari tebu organik, perbedaannya hampir tidak ada.

Gula tebu dari tanaman yang dirawat dengan pestisida atau tidak akan menghasilkan rasa manis yang sama. Setelah menjadi gula dan dikonsumsi, tubuh akan mengenalinya sebagai bahan yang sama. Misal Anda memakai gula organik 10 sendok, lalu orang lain menggunakan 4 sendok gula pasir, tetap sehat yang memakai gula pasir. Hal ini bisa terjadi karena penggunaan gula pasir tidak over dosis.

  1. Gula tebu hasil penguapan

Gula tebu hasil penguapan atau nama lainnya sering digunakan untuk menjual beberapa jenis gula yang kurang lebih sama dengan gula pasir. Namun, pasar terlanjur membangun mereka dan membuat gula ini dianggap sehat. Padahal sama saja dengan gula pada umumnya yang digunakan karena terbuat dari tebu.

Tubuh manusia tidak akan mengenali mana saja gula yang prosesnya terbuat dari bahan terbaik atau diuapkan dengan suhu tinggi agar bersisa kristal gula. Setelah sampai sistem pencernaan, gula hasil penguapan atau gula produksi pabrik tetap dianggap gula biasa. Kalau gula yang dikonsumsi terlalu banyak tetap bisa menaikkan gula darah di dalam tubuh.

Cara mengonsumsi gula yang benar

Gula adalah salah satu sumber karbohidrat yang akan memberikan efek kenyang dan bertenaga. Itulah kenapa saat berbuka puasa kita cenderung makan sesuatu yang manis. Namun, kita tetap harus mengonsumsi gula dengan benar. Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan.

  • Ketahui kondisi tubuh terkini apakah sedang mengalami masalah atau tidak. Kalau Anda tidak mengalami masalah seperti diabetes atau sejenisnya, gula masih boleh dikonsumsi. Namun, kalau diabetes sudah muncul, berbagai jenis gula atau karbohidrat sekali pun tidak disarankan.
  • Konsumsi gula dengan takaran yang tepat. Artinya, jangan mengonsumsi gula sembarangan. Kalau Anda ingin membuat teh atau kopi, selalu ingat-ingat berapa gula yang dibutuhkan. Dalam satu hari, wanita hanya boleh menggunakan maksimal 6 sendok teh gula sementara itu pria bisa sampai 9 sendok teh.
  • Batasi mengonsumsi makanan yang manis setiap harinya. Kalau Anda ingin mengonsumsi yang manis, ganti dengan jus buah tanpa gula. Beberapa jenis buah memiliki rasa manis yang bisa membuat keinginan makan manis hilang.
  • Penggunaan gula pengganti yang rendah kalori bisa digunakan. Namun, tetap harus dibatasi. Meski aman, gula itu bisa jadi memiliki efek samping karena dibuat dari bahan tertentu dan diawetkan.
  • Jangan makan atau minum sesuatu yang manis tanpa takaran. Pada beberapa situasi, kondisi ini memang susah dilakukan. Namun, tetap biasakan kalau berada di rumah.

Inilah beberapa ulasan tentang gula yang sehat, tapi juga bisa mematikan kalau pengonsumsiannya tidak dilakukan dengan benar. Nah, menurut Anda, seperti apa cara mengonsumsi berbagai jenis gula agar tubuh tidak mendapatkan efek samping yang berlebihan? Semoga ulasan di atas bermanfaat untuk Anda.