Selain Memicu Diabetes, Gula Juga Bisa Merusak Tulang

meningkatkan-kesehatan-tulang-doktersehat

DokterSehat.Com– Jika kita membahas tentang gula, hal pertama yang akan terpikir biasanya adalah risiko diabetes. Padahal, dampak dari mengonsumsi gula dengan berlebihan jauh lebih besar dari itu. Sebagai contoh, hal ini akan merusak kesehatan tulang, termasuk tulang rawan dan jaringan pendukungnya. Sebenarnya, bagaimana cara gula bisa memicu dampak kesehatan ini?

Kesehatan tulang sangatlah bergantung pada asupan kalsium. Salah satu mineral ini memang bisa mempengaruhi struktur dan kekuatan dari tulang dengan signifikan. Jika kita sampai mengalami kekurangan kalsium, maka risiko terkena osteoporosis atau pengeroposan tulang akan meningkat dengan signifikan. Masalahnya adalah konsumsi gula dengan berlebihan bisa memicu penipisan kalsium dengan cepat melalui peningkatan frekuensi buang air kecil. Hal ini tentu akan menurunkan kepadatan tulang dengan signifikan.

Selain bisa mempengaruhi kalsium, konsumsi gula berlebihan ternyata juga akan mempengaruhi kadar magnesium di dalam tulang. Sebagaimana kalsium, magnesium dibutuhkan tubuh untuk memastikan bahwa tulang tetap padat dan kuat. Sayangnya, jika kita mengonsumsi gula terlalu banyak, maka tubuh akan memakai 54 molekul magnesium hanya untuk memroses satu molekul gula. Bahkan, menurut sebuah penelitian yang dipublikasikan hasilnya dalam The Clinical Biochemist Reviews, disebutkan bahwa jika kita terlalu sering mengonsumsi gula rafinasi, maka tubuh bisa saja kehilangan magnesium hingga 85 persen!

Gula seringkali dianggap sebagai sumber energi yang disukai oleh otak sehingga bisa memicu ketagihan. Masalahnya adalah gula ternyata juga bisa memicu peningkatan kadar hormon stres atau hormon kortisol. Jika sampai kadar hormon ini sangat tinggi, maka hal ini akan memicu peradangan, menurunkan sistem kekebalan tubuh, dan membuat lemak perut meningkat. Bahkan, hormon kortisol juga bisa menyebabkan kerusakan jaringan tulang.

Sebagaimana diabetes, kerusakan pada tulang juga tidak bisa disepelekan. Sebagai contoh, jika sampai kita mengalami masalah tulang keropos, maka kita pun akan lebih rentan mengalami patah tulang. Tak hanya menyakitkan, bisa jadi patah tulang bisa memicu dampak yang lebih parah seperti infeksi atau gangguan pada organ tubuh. Karena alasan inilah kita sebaiknya membatasi konsumsi gula demi mencegah datangnya masalah kesehatan ini.