Terbit: 27 Mei 2019
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Salah satu makanan yang digemari oleh sebagian masyarakat Indonesia adalah gorengan. Makanan ini memiliki tekstur yang renyah dan sangat nikmat untuk dikonsumsi dalam kondisi hangat. Hanya saja, pakar kesehatan menyebut terlalu sering mengonsumsi gorengan bisa memberikan dampak buruk bagi kesehatan, termasuk dalam hal menyebabkan munculnya radang tenggorokan.

5 Cara Mengolah Gorengan demi Cegah Radang Tenggorokan

Dampak buruk mengonsumsi gorengan

Gorengan diolah dengan cara deep fry atau dimasak di dalam minyak dalam jumlah yang sangat banyak. Hal inilah yang membuatnya memiliki rasa yang renyah. Sayangnya, hal ini juga membuat gorengan memiliki kandungan minyak dan lemak jahat yang sangat tinggi. Kandungan inilah yang akhirnya bisa memicu radang tenggorokan.

Selain itu, gorengan juga tinggi kandungan kalori yang bisa memicu kenaikan berat badan. Jika kita terlalu sering mengonsumsinya, risiko terkena berbagai penyakit berbahaya seperti obesitas, diabetes, penyakit jantung, dan masalah kesehatan lainnya.

Tips mengolah gorengan demi mencegah radang tenggorokan

Demi mencegah berbagai penyakit yang disebutkan sebelumnya, kita memang harus menurunkan kebiasaan makan gorengan. Hanya saja, jika kita ingin menikmati gorengan tanpa ingin terkena radang tenggorokan, pakar kesehatan menyarankan kita untuk memperhatikan beberapa hal.

Berikut adalah beberapa tips mengolah gorengan demi mencegah datangnya radang tenggorokan.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Cetaphil Promo - Advertisement

  1. Membuat gorengan sendiri

Gorengan yang dibuat sendiri tentu saja jauh lebih sehat dibandingkan dengan gorengan yang dijual di pinggir jalan. Selain proses pengolahan adonan dan cara memasak yang lebih higienis, gorengan juga akan diolah di dalam minyak baru, bukannya di minyak yang sudah dipakai berulang kali hingga kotor dan berwarna kehitaman.

Selain bisa mencegah datangnya radang tenggorokan, mengonsumsi gorengan yang diolah sendiri di dalam rumah juga bisa mencegah datangnya kanker. Sebagai informasi, minyak yang sudah dipakai berulang kali hingga warnanya kehitaman memiliki sifat karsinogen atau bisa menyebabkan datangnya kanker.

  1. Menggorengnya dengan minyak berkualitas

Pakar kesehatan menyarankan kita untuk selalu memakai minyak yang baru jika ingin memakai gorengan. Jika sudah dipakai sekitar dua atau tiga kali, minyak sebaiknya diganti dengan yang baru demi mencegah munculnya karsinogen. Selain itu, kita juga sebaiknya menggunakan minyak yang berkualitas seperti minyak kanola atau minyak zaitun.

Minyak-minyak yang berkualitas ini memiliki suhu tinggi yang cenderung lebih stabil sehingga tidak akan menurunkan kualitas makanan yang diolah di dalamnya. Selain itu, jika kita menggunakan minyak ini, maka risiko terkena radang tenggorokan juga bisa ditekan.

  1. Memperhatikan cara pengolahan adonan

Pakar kesehatan tidak menyarankan penggunaan tepung serbaguna sebagai bahan gorengan. Meskipun praktis untuk digunakan, tepung ini cenderung menyerap lemak dalam jumlah yang lebih banyak sehingga kita pun akan lebih rentan mengalami radang tenggorokan atau masalah kardiovaskular.

Pakar kesehatan lebih menyarankan kita untuk menggunakan bahan tepung beras atau tepung jagung yang jauh lebih berkualitas jika ingin membuat gorengan.

  1. Menambahkan beberapa jenis sayuran

Menambahkan sayuran seperti wortel, kol, daun bawang, seledri, atau jenis sayuran lainnya ke dalam gorengan bisa membuat kandungan nutrisi di dalam gorengan meningkat. Kita pun tidak hanya mengonsumsi gorengan yang kaya kalori atau lemak sehingga bisa memberikan manfaat kesehatan.

  1. Menggunakan suhu yang tepat

Minyak yang dipanaskan dengan suhu yang tepat bisa membuat gorengan tidak terlalu banyak menyerap minyak. Sebaliknya, jika minyak yang dipakai kurang panas, maka hal ini akan membuat gorengan menyerap minyak terlalu banyak dan bisa membuat radang tenggorokan.

Jika minyak terlalu panas, gorengan justru lebih mudah hangus dan tinggi kandungan karsinogen penyebab kanker.


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi