Goo Hara Meninggal, Dikenal Sudah Lama Memiliki Riwayat Depresi

goo-hara-doktersehat
Photo Source: instagram.com/koohara__

DokterSehat.Com– Lagi-lagi, berita tentang artis K-pop yang meninggal menjadi pembicaraan publik. Kali ini, Goo Hara ditemukan sudah dalam kondisi tak bernyawa saat ditemukan di kediamannya yang ada di kawasan Cheongdam pada Minggu, 24 November 2019 pukul 18.30 waktu setempat.

Goo Hara Meninggal Dunia

Aparat kepolisian setempat menyebut mereka masih menyelidiki penyebab dari kematiannya. Satu hal yang pasti, seorang manajer yang tidak mau disebutkan namanya menyebut Goo Hara memang memiliki riwayat depresi. Bahkan, Goo Hara disebut-sebut sempat melakukan percobaan bunuh diri dengan membakar batu bara di dalam rumahnya sendiri pada Mei 2019 silam.

“Goo Hara sedang depresi. Saat kami mengetahui hal ini, dia terus kami awasi. Saat iu, ia sama sekali tidak mengangkat panggilan telepon dan kami langsung mencarinya. Saat aku sudah di rumahnya, Hara sudah dalam kondisi tidak sadarkan diri di lantai,” ucap sang manajer pada akhir Mei 2019.

Saat itu, mantan anggota girlband KARA ini disebut-sebut mengalami depresi akibat permasalahan dengan mantan pacarnya, Choi Jongbum. Mereka mengalami masalah hukum terkait dengan kekerasan saat keduanya masih menjalin asmara.

Tak hanya pada Mei 2019, pada tahun 2018 Hara juga disebut-sebut sempat melakukan bunuh diri. Saat itu, ia dikabarkan mengonsumsi obat-obatan dengan berlebihan. Hanya saja, manajemen saat itu menyebut Hara mengalami masalah pencernaan dan insomnia sehingga harus banyak minum obat demi menampik isu ini.

Beberapa Gejala Depresi Parah yang Bisa Berujung pada Bunuh Diri

Pakar kesehatan menyebut ada beberapa hal yang bisa menandakan seseorang mengalami gejala depresi parah yang bisa berujung pada bunuh diri.

Berikut adalah tanda-tanda tersebut.

  • Sering merasakan kegelisahan pada beberapa hal yang sebenarnya tidak perlu dikhawatirkan dengan berlebihan.
  • Mengalami putus asa, sedih, kosong, tidak berdaya, serta tidak berharga.
  • Merasa masa depan yang sangat suram dan tidak lagi ada harapan meski sudah melakukan berbagai upaya.
  • Tak lagi berminat untuk melakukan apapun, termasuk aktivitas sehari-hari.
  • Menarik diri dari kehidupan sosial. Lebih memilih untuk berada di dalam rumah atau kamar seorang diri.
  • Merasakan kelelahan berlebihan dan gangguan tidur parah.
  • Sulit berkonsentrasi meskipun hanya melakukan hal-hal sederhana seperti menonton acara televisi atau membaca.

Beberapa Faktor yang Bisa Menyebabkan Bunuh Diri

Pakar kesehatan menyebut ada beberapa faktor yang membuat seseorang memiliki keinginan untuk bunuh diri.

Berikut adalah faktor-faktor tersebut.

  1. Mengalami Depresi

Penyebab utama dari keinginan untuk bunuh diri adalah mengalami depresi. Sebagaimana disebutkan sebelumnya, pengidap depresi cenderung merasa hidupnya sudah tidak lagi ada harapan dan putus asa. Mereka seperti tidak lagi memiliki harapan dan hanya ingin mengakhiri hidupnya agar tidak merepotkan orang lain.

  1. Mengalami Gangguan Psikosis

Masalah psikosis bisa dianggap sebagai sesuatu yang jauh lebih buruk dibandingkan dengan depresi. Mereka seperti menganggap bunuh diri sebagai jalan keluar dan tidak lagi melihat kehidupan sebagai sesuatu yang positif lagi.

  1. Mengalami Rasa Sakit

Tak hanya sakit jiwa atau gangguan mental seperti depresi dan psikosis, terkadang rasa sakit pada fisik akibat penyakit atau cedera tertentu bisa mendorong seseorang untuk melakukan bunuh diri. Mereka tak lagi tahan dengan rasa sakit yang dideritanya dan memilih untuk segera mengakhiri rasa sakit ini dengan tak lagi hidup.

  1. Tidak Mendapatkan Bantuan atau Pertolongan Orang Lain

Banyak keluarga atau teman yang salah mengira orang yang meminta bantuan atas masalah mental mereka sebagai hal yang sepele. Padahal, mereka sebenarnya sedang benar-benar membutuhkannya. Karena tidak mendapatkannya, mereka pun akhirnya menganggap hidupnya benar-benar tak berarti sehingga memutuskan untuk bunuh diri.

 

Sumber:

  1. Lickerman, Alex. 2010. The Six Reasons People Attempt Suicide. .psychologytoday.com/intl/blog/happiness-in-world/201004/the-six-reasons-people-attempt-suicide. (Diakses pada 25 November 2019).