Penyakit Gonore – Penyebab, Gejala, Diagnosis dan Pengobatan

penyakit-gonore-doktersehat

DokterSehat.Com – Kencing nanah atau biasa disebut gonore adalah penyakit menular yang sering ditularkan melalui kontak seksual dengan orang yang terinfeksi. Penyakit gonore dapat menyebar melalui kontak dengan cairan tubuh yang terinfeksi. Infeksi gonore mudah menyebar dan paling sering terjadi pada orang yang memiliki banyak pasangan seksual.

Penyebab Gonore

Penyebab penyakit gonore atau yang terkadang disebut gonorea adalah Neisseria gonorrhoeae. Bakteri penyebab gonore ini dapat tumbuh dan berkembang biak dengan mudah di selaput lendir tubuh.

Bakteri tersebut dapat tumbuh di organ yang lembap dan hangat seperti saluran reproduksi, termasuk leher rahim, uterus (rahim), tuba falopi, dan di uretra. Bahkan, bakteri juga bisa tumbuh di mulut, tenggorokan, dan anus.

Gejala Gonore

Setelah Anda mengetahui penyebab gonore, barangkali Anda bertanya-tanya tentang gejala gonore. Tidak semua orang yang terinfeksi gonore atau gonorea memiliki gejala, sehingga mengetahui kapan harus mencari pengobatan bisa menjadi suatu masalah.

Gejala gonore biasanya muncul dalam waktu 2-10 hari setelah paparan, akan tetapi penyakit ini juga dapat berkembang hingga 30 hari.

Ciri-ciri penyakit gonorea yang sering muncul, baik pada pria maupun wanita, di antaranya adalah saat buang air kecil akan terasa sakit atau perih dan keluarnya cairan kental seperti nanah berwarna kuning atau hijau dari vagina atau penis.

Tanda-tanda penyakit gonore atau gonorea yang umum sedikit berbeda antara pria dan wanita.

1. Gejala gonore pada wanita:

  • Keputihan berwarna kekuningan atau kehijauan.
  • Nyeri perut atau panggul bawah.
  • Rasa terbakar saat buang air kecil.
  • Konjungtivitis (mata gatal dan merah).
  • Pendarahan di luar periode menstruasi
  • Ada noda plek dari kemaluan setelah hubungan.
  • Pembengkakan vulva (vulvitis).
  • Rasa terbakar di tenggorokan (karena oral seks).
  • Pembengkakan kelenjar di tenggorokan (karena oral seks).

Pada beberapa wanita, gejala gonore sangat ringan hingga mereka sendiri tidak menyadari bahwa itu adalah penyakit gonore. Banyak wanita dengan keputihan karena terjangkit penyakit gonore mengatasi hal ini dengan obat jamur yang dijual bebas di apotek.

Karena keputihan bisa menjadi tanda dari sejumlah masalah yang berbeda, yang terbaik adalah konsultasikan dengan dokter untuk memastikan diagnosis dan pengobatan yang tepat.

2. Gejala gonore pada pria:

  • Penis mengeluarkan cairan berwarna keputihan, kehijauan atau kekuningan seperti nanah.
  • Rasa terbakar saat buang air kecil.
  • Rasa terbakar di tenggorokan (karena oral seks).
  • Nyeri testis atau bengkak.
  • Pembengkakan kelenjar di tenggorokan (karena oral seks).
  • Gejala biasanya muncul 2-14 hari setelah infeksi.

Diagnosis Gonore

Kencing nanah atau gonore adalah penyakit yang cukup serius. Guna mendiagnosis gonore, dokter akan menggunakan swab untuk mengambil sampel cairan dari uretra pada pria atau dari leher rahim pada wanita. Spesimen kemudian akan dikirim ke laboratorium untuk dianalisis. Tes lain yang bisa dilakukan adalah memeriksa sampel urine untuk mengetahui adanya bakteri.

Perlu diketahui, gonore dan klamidia, atau penyakit menular seksual lainnya—sering terjadi bersama-sama, sehingga biasanya pengobatan langsung dilakukan secara bersamaan meskipun gejala gonore saja yang muncul.

Pengobatan Gonore

Pengobatan gonore atau kencing nanah perlu dilakukan untuk mencegah penyakit gonore menjadi semakin parah, sekaligus mencegah penularan. Pengobatan gonore bisa dilakukan dengan memberikan antibiotik baik diminum maupun disuntik.

Pasangan seksual pasien yang terinfeksi juga harus diperlakukan sama untuk mencegah infeksi ulang dan penyebaran yang lebih lanjut dari penyakit ini, karena penyakit gonore adalah penyakit menular seksual. Selain itu, perlu diingat bahwa:

  • Katakan pada siapa pun yang pernah menjadi pasangan hubungan seks bahwa Anda terinfeksi. Hal ini penting karena penyakit gonore mungkin tidak memiliki gejala. Wanita terutama, mungkin benar-benar tidak menunjukkan gejala dan mungkin tidak mencari pengobatan kecuali diperingatkan oleh pasangan mereka.
  • Jangan berhubungan seks sampai Anda telah menyelesaikan pengobatan.
  • Selalu gunakan kondom saat berhubungan seks.

Berikut beberapa macam obat gonore berupa antibiotik yang bisa digunakan, di antaranya:

  • Azithromycin (zithromax, zmax)

Obat antibiotik ini digunakan untuk menghambat pertumbuhan bakteri.

  • Erythromycin

Obat salep tetes antibiotik yang direkomendasikan untuk digunakan pada bayi yang baru lahir guna mencegah penyakit konjungtivitis.

  • Ceftriaxone (rocephin)

Obat antibiotik ini digunakan secara bersamaan dengan azithromycin untuk menghambat pertumbuhan dinding sel bakteri yang sudah mencapai darah.

  • Cefixime dan sefalosporin

Apabila ceftriaxone tidak tersedia, Anda bisa menggunakan obat antibiotik ini. Antibiotik ini menghambat sintesis dinding sel bakteri dan digunakan bersamaan dengan azithromycin. Keduanya digunakan apabila pasien tidak memiliki komplikasi.

  • Doxycycline

Obat antibiotik ini menghambat sintesis protein yang dapat memicu pertumbuhan bakteri. Doxycycline digunakan selama 10 sampai 14 hari dengan dosis 100 mg sebagai tambahan dosis tunggal ceftriaxone untuk mengobati radang panggul (PID).

Nah, itulah beberapa obat gonore yang harus Anda tahu. Hal penting lainnya yang harus menjadi perhatian adalah pastikan Anda mengonsumsi antibiotik sesuai dengan petunjuk dokter. Apabila Anda tidak minum obat dengan lengkap, hal itu akan membuat penyakit gonore tidak bisa sembuh.

World Health Organization (WHO) menganjurkan agar penderita gonore diberikan pengobatan gonore yang disertai obat untuk memberantas infeksi klamidia—sejenis kuman yang menyebabkan infeksi kelamin nonspesifik—karena klamidia sering ditemukan bersama dengan penyakit kencing nanah.

Pengobatan gonore sangat penting untuk mencegah penyakit ini jadi semakin parah. Penyakit gonore yang tidak diobati dapat menyebabkan masalah serius dan permanen pada perempuan dan laki-laki.

Komplikasi Gonore

Jika tidak ditangani dengan baik maka penyakit gonore dapat menimbulkan komplikasi. Dibanding dengan pria, wanita lebih mudah terkena komplikasi gonore. Komplikasi yang muncul pada pria adalah luka saluran kencing dan epididimitis, suatu kondisi yang menyakitkan di testis yang kadang-kadang dapat menyebabkan kemandulan jika tidak ditangani.

Tanpa pengobatan yang tepat, gonore juga dapat memengaruhi prostat dan dapat menyebabkan jaringan parut di dalam uretra sehingga sulit buang air kecil.

Sementara itu, komplikai gonore pada wanita adalah munculnya sumbatan pada saluran telur dan munculnya radang panggul. Kondisi ini bisa memicu terjadinya kehamilan ektopik, suatu kondisi di mana sel telur dibuahi berkembang di luar rahim. Ini adalah kondisi yang berbahaya bagi ibu dan bayi.

Lantas, bagaimana pengaruh gonore pada kehamilan? Gonore pada wanita hamil dapat menyebabkan kelahiran prematur tanpa sebab yang jelas. Selain itu, dampak lain yang ditimbulkan gonore adalah dapat menyebabkan kebutaan, infeksi sendi, atau infeksi yang mengancam hidup bayi.

Pengobatan gonore segera setelah terdeteksi pada wanita hamil akan mengurangi risiko komplikasi ini. Wanita hamil harus berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan obat yang tepat.

Pencegahan  Gonore

Gonore adalah penyakit yang menular karena hubungan seksual. Oleh karena itu, untuk mencegah penyakit gonore, sangat penting untuk tidak berganti-ganti pasangan seksual. Gunakan kondom setiap kali berhubungan seksual, terutama jika Anda tidak yakin apakah pasangan Anda benar-benar bersih atau tidak. Karenanya, kedua belah pihak harus memeriksakan diri apakah ada infeksi menular seksual.