Inilah Obat untuk Mengatasi Penyakit Parotitis (Gondongan)

Doktersehat-parotitis

DokterSehat.Com – Sebagian besar orang pasti asing mendengar istilah penyakit parotitis, akan tetapi bagaimana jika Anda mendengar penyakit gondongan, tentu kata itu tidak asing didengar oleh orang Indonesia.

Penyakit parotitis adalah suatu penyakit menular di mana sesorang terinfeksi oleh virus (Paramyxovirus) yang menyerang kelenjar ludah (kelenjar parotis) di antara telinga dan rahang sehingga menyebabkan pembengkakan pada leher bagian atas atau pipi bagian bawah.

Perlu diketahui parotitis adalah penyakit yang tersebar luas di seluruh dunia dan dapat timbul secara endemik atau epidemik. Penyakit parotitis adalah penyakit yang umumnya menyerang anak-anak yang berumur 2-12 tahun. Pada orang dewasa, infeksi ini bisa menyerang testis (buah zakar), sistem saraf pusat, pankreas, prostat, payudara dan organ lainnya.

baca juga: Benarkah Gondongan Bisa Diatasi Dengan Blau Cuci?

Adapun mereka yang berisiko besar untuk menderita atau tertular penyakit parotitis adalah mereka yang menggunakan atau mengonsumsi obat-obatan tertentu untuk menekan hormon kelenjar tiroid dan mereka yang kekurangan zat iodium dalam tubuh.

Penularan Penyakit Gondongan

Penyebaran virus penyakit gondongan terjadi melalui kontak langsung, percikan ludah, muntah hingga urine. Virus penyebab gondongan dapat ditemukan dalam urine dari hari pertama sampai hari keempat belas setelah terjadi pembesaran kelenjar.

Sementara itu, parotitis adalah penyakit yang sangat jarang ditemukan pada anak yang berumur kurang dari 2 tahun, hal tersebut karena umumnya mereka masih memiliki atau dilindungi oleh antibodi yang baik.

Seseorang yang pernah menderita penyakit gondongan, maka akan memiliki kekebalan seumur hidupnya. Hal ini tentunya akan menghindarkan dia untuk mengalami penyakit gondongan terulang kembali.

Tanda dan Gejala Penyakit Gondongan

Penyebab penyakit gondongan adalah virus. Akan tetapi, tidak semua orang yang terinfeksi oleh virus Paramyxovirus mengalami keluhan, bahkan sekitar 30-40% penderita tidak menunjukkan tanda-tanda sakit (subclinical).

Namun demikian mereka sama dengan penderita lainnya yang mengalami keluhan, yaitu dapat menjadi sumber penularan penyakit tersebut.

Masa tunas (masa inkubasi) penyakit gondongan sekitar 12-24 hari dengan rata-rata 17-18 hari. Adapun tanda dan gejala gondongan yang timbul setelah terinfeksi virus penyebab gondongan dan berkembangnya masa tunas memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  • Ciri ciri gondongan pada tahap awal (1-2 hari) adalah penderita yang terinfeksi virus penyebab gondongan mengalami demam (suhu badan 38.5 – 40 derajat celcius), sakit kepala, nyeri otot, kehilangan nafsu makan, nyeri rahang bagian belakang saat mengunyah dan adakalanya disertai kaku rahang (sulit membuka mulut).
  • Selanjutnya, ciri-ciri gondongan berikutnya adalah terjadi pembengkakan kelenjar di bawah telinga (parotis) yang diawali dengan pembengkakan salah satu sisi kelenjar kemudian kedua kelenjar mengalami pembengkakan.
  • Pembengkakan yang merupakan ciri-ciri gondongan biasanya berlangsung sekitar 3 hari kemudian berangsur mengempis. Jadi, untuk Anda yang bertanya-tanya sakit gondongan berapa hari, penjelasan ini adalah jawabannya.
  • Kadang terjadi pembengkakan pada kelenjar di bawah rahang (submandibula) dan kelenjar di bawah lidah (sublingual). Pada pria akil balik adakalanya terjadi pembengkakan buah zakar (testis) karena penyebaran melalui aliran darah.

Diagnosis Penyakit Gondongan

Diagnosis ditegakkan bila jelas ada gejala infeksi parotitis epidemika pada pemeirksaan fisis, termasuk keterangan adanya kontak dengan penderita penyakit gondong (Mumps atau Parotitis) 2-3 minggu sebelumnya. Selain itu adalah dengan tindakan pemeriksaan hasil laboratorium air kencing dan darah.

Pemeriksaan Laboratorium untuk Penyakit Parotitis

Disamping leucopenia dengan limfosiotsis relatif, didapatkan pula kenaikan kadar amylase dengan serum yang mencapai puncaknya setelah satu minggu dan kemudian menjadi normal kembali dalam dua minggu.

Jika penderita tidak menampakkan ciri-ciri gondongan berupa pembengkakan kelenjar di bawah telinga, namun tanda dan gejala lainnya mengarah ke penyakit gondongan sehingga meragukan diagnosa.

Selain itu, dokter juga akan menyarankan pemeriksaan lebih lanjut seperti serum darah. Sekurang-kurang ada 3 uji serum (serologic) untuk membuktikan spesifik mumps antibodies: Complement fixation antibodies (CF), Hemagglutination inhibitor antibodies (HI), Virus neutralizing antibodies (NT).

Komplikasi Penyakit Gondongan

Hampir semua anak yang menderita gondongan akan pulih total tanpa penyulit, tetapi kadang gejalanya kembali memburuk setelah sekitar 2 minggu. Keadaan seperti ini dapat menimbulkan komplikasi, di mana virus dapat menyerang organ selain kelenjar liur.

Hal tersebut mungkin terjadi terutama jika infeksi terjadi setelah masa pubertas. Mengetahui tentang komplikasi gondongan bisa membantu Anda menentukan cara mengobati gondongan yang tepat.

Di bawah ini komplikasi yang dapat terjadi akibat terlambat mengobati penyakit gondongan:

  • Orkitis: peradangan pada salah satu atau kedua testis. Setelah sembuh, testis yang terkena mungkin akan menciut. Jarang terjadi kerusakan testis yang permanen sehingga terjadi kemandulan.
  • Ovoritis: peradangan pada salah satu atau kedua indung telur. Timbul nyeri perut yang ringan dan jarang menyebabkan kemandulan.
  • Ensefalitis atau meningitis: peradangan otak atau selaput otak. Gejalanya berupa sakit kepala, kaku kuduk, mengantuk, koma atau kejang. 5-10% penderita mengalami meningitis dan kebanyakan akan sembuh total. 1 diantara 400-6.000 penderita yang mengalami enserfalitis cenderung mengalami kerusakan otak atau saraf yang permanen, seperti ketulian atau kelumpuhan otot wajah.
  • Pankreatitis: peradangan pankreas, bisa terjadi pada akhir minggu pertama. Penderita merasakan mual dan muntah disertai nyeri perut. Gejala gondongan ini akan menghilang dalam waktu 1 minggu dan penderita akan sembuh total.
  • Peradangan ginjal bisa menyebabkan penderita mengeluarkan air kemih yang kental dalam jumlah yang banyak.
  • Peradangan sendi bisa menyebabkan nyeri pada satu atau beberapa sendi.

Cara Mengobati Gondongan

Info tentang cara mengobati parotitis adalah informasi yang ditujukan untuk mengurangi keluhan (simptomatis) dan istirahat selama penderita panas dan kelenjar (parotis) membengkak.

Obat gondongan yang bisa Anda gunakan untuk meredakan panas dan nyeri seperti parasetamol dan sejenisnya. Sementara pantangan obat gondongan untuk anak adalah Aspirin. Obat ini tidak boleh diberikan pada anak-anak karena memiliki risiko terjadinya sindrma Reye (pengaruh aspirin pada anak-anak).

Pada penderita yang mengalami pembengkakan testis, sebaiknya penderita menjalani istirahat tirah baring ditempat tidur. Rasa nyeri dapat dikurangi dengan melakukan kompres es pada area testis yang membengkak tersebut.

Pemberian kortikosteroid selama 2-4 hari dan 20 ml convalescent gammaglobulin diperkirakan dapat mencegah terjadinya orchitis (peradangan akut pada testis). Terhadap virus itu sendiri tidak dapat dipengaruhi oleh anti mikroba, sehingga pengobatan hanya berorientasi untuk menghilangkan gejala gondongan sampai penderita kembali baik dengan sendirinya.

Sedangkan penderita yang mengalami serangan virus pada organ pankreas (pankreatitis), di mana menimbulkan gejala mual dan muntah sebaiknya diberikan cairan melalui infus.

Ingat, pantangan gondongan yang perlu diperhatikan adalah penderita dilarang melakukan aktivitas berat sampai benar-benar sembuh.

Penyakit gondongan atau penyakit parotitis sebenarnya tergolong dalam “self limiting disease” (penyakit yang sembuh sendiri tanpa diobati). Penderita penyakit gondongan sebaiknya menghindarkan makanan atau minuman yang sifatnya asam supaya nyeri tidak bertambah parah.

baca juga: Apakah Gondongan di Testis Bisa Menyebabkan Pria Mandul?

Pencegahan Penyakit Gondongan

Pemberian vaksinasi gondongan merupakan bagian dari imunisasi rutin pada masa anak-anak, yaitu imunisasi MMR (mumps, morbili, rubela) yang diberikan melalui injeksi pada usia 15 bulan.

Imunisasi MMR dapat juga diberikan kepada remaja dan orang dewasa yang belum menderita penyakit gondongan atau parotitis . Pemberian imunisasi ini tidak menimbulkan efek apanas atau gejala gondongan lainnya. Cukup mengonsumsi makanan yang mengandung kadar iodium dapat mengurangi risiko terkena serangan penyakit parotitis.