Parotitis – Gejala, Penyebab, Mengobati

doktersehat-faringitis-tenggorokan-sakit-1024

DokterSehat.Com – Gondong atau parotitis adalah penyakit yang sangat menular, bahkan ketika gejala gondong belum tampak. Gondong berbeda dengan gondok meskipun sama-sama mengalami pembesaran leher. Pada gondong, yang membesar adalah kelenjar air liur, sedangkan pada gondok, yang membesar adalah kelenjar gondok (penghasil hormon tiroid). Parotitis juga disebut mumps ini memiliki masa inkubasi 7-18 hari, tapi rata-rata adalah sekitar 10 hari setelah paparan virus, kemudian leher menjadi bengkak, rasa sakit dan ketidaknyamanan karena pembengkakan, demam, sakit kepala, mulut kering, nyeri sendi dan nyeri otot seringkali dirasakan. Sakit telinga juga dapat dirasakan, terutama saat mengunyah. Rasa kecut atau pahit di mulut mungkin dialami dan dapat juga diikuti dengan sulit menelan.

Gondong dapat mengakibatkan komplikasi seperti meningitis (radang selaput otak) dan peradangan testis atau pelir (orkitis) atau peradangan indung telur (oophoritis).

Pada anak-anak dan orang dewasa yang menderita gondong akan sembuh tanpa ada komplikasi, sebagian lagi ada yang mendapatkan komplikasi. Dalam kasus yang jarang, pasien dapat mengalami kerusakan saraf, gangguan pendengaran, pankreatitis (radang organ pankreas) dan bahkan kematian dapat terjadi.

Gondong pada kehamilan bisa berbahaya, dengan peningkatan risiko keguguran pada 12-16 minggu pertama.

Gejala Parotitis

Gondong atau parotitis adalah infeksi yang sangat menular disebarkan oleh paramyxovirus A. Virus dapat melakukan perjalanan di udara melalui batuk dan bersin, dan kemudian virus menempel di gagang pintu atau cangkir, sendok garpu, mangkuk atau piring.

Gejala parotitis yang paling umum dari penyakit gondong adalah kelenjar ludah (kelenjar parotis bengkak di leher, kadang-kadang disebut sebagai “wajah hamster”. Pembengkakan bisa terjadi pada satu atau kedua sisi leher.

Gondong dapat dicegah pada 95% kasus dengan mendapatkan vaksinasi MMR rutin ketika masa kanak-kanak. Kasus gondong telah meningkat. Ada 4.035 kasus gondong yang terkonfirmasi di Inggris dan Wales pada tahun 2013, meningkat jika dibandingkan kasus pada tahun 2012 sebanyak 2.564 orang.

Kunjungi dokter jika Anda tekena gondong. Dokter perlu tahu tentang kasus gondong sehingga pihak pelayanan kesehatan masyarakat seperti puskesmas dapat membantu menghentikan penyebaran infeksi.

Penyebab Parotitis

Gondok disebabkan oleh infeksi virus gondong. Gondong dapat ditularkan melalui sekresi pernapasan (misalnya saliva) dari seseorang yang sudah terpengaruh dengan kondisi tersebut. Ketika tertular gondong, virus berpindah dari saluran pernapasan ke kelenjar ludah dan bereproduksi, menyebabkan kelenjar membengkak.

Barikut ini beberapa penyebab parotitis menular:

  • Bersin atau batuk.
  • Menggunakan alat makan dan piring yang sama dengan orang yang terinfeksi ghondong.
  • Berbagi makanan dan minuman dengan seseorang yang terinfeksi.
  • Berciuman.
  • Orang yang terinfeksi menyentuh hidung atau mulutnya dan kemudian menyebarkannya ke permukaan yang mungkin disentuh orang lain.

Individu yang terinfeksi virus gondong menular selama kurang lebih 15 hari (6 hari sebelum gejala gondong mulai terlihat, dan hingga 9 hari setelah mereka mulai). Virus gondongadalah bagian dari keluarga paramyxovirus, penyebab umum infeksi, terutama pada anak-anak.

Diagnosis Parotitis

Dokter akan mendiagnosis parotitis dari gejala pasien, terutama kelenjar air liur yang meradang dan membengkak.

Tes darah, urine atau cairan serebrospinal (CSF) dapat diambil untuk mengonfirmasi diagnosis.

Mengobati Parotitis

Tidak ada pengobatan untuk penyakit parotitis, mengingat penyebabnya dalah virus, maka yang melawan adalah kekebalan tubuh manusia sendiri. Pemberian obat penghilang rasa sakit yang sesuai dengan usia, seperti paracetamol atau ibuprofen dapat membantu meringankan beberapa gejala parotitis.

Kompres dingin dengan kain lembap dapat membantu meringankan rasa sakit dari kelenjar yang bengkak. Beristirahat dan minum banyak cairan juga disarankan, serta mengonsumsi makanan seperti sup halus atau bubur yang tidak perlu dikunyah.

Mencegah Parotitis

Untuk membantu mencegah penyebaran virus, siapa pun pasien gondong perlu dijauhkan dari sekolah, universitas atau lingkungan kerjanya sampai 5 hari setelah gejala dimulai.

Tindakan pencegahan parotitis yang sama digunakan untuk pencegahan penyebaran flu: cuci tangan yang benar dan menggunakan tisu untuk menutup bersin, kemudian tisu langsung dibuang ke dalam tong sampah langsung setelah itu.

Jika seseorang telah memiliki gondong sejak dari masa kecilnya, maka biasanya orang tersebut akan memiliki kekebalan seumur hidup dan tidak akan mengalami gondong lagi di kemudian hari apabila terinfeksi virus yang sama.

Jumlah anak-anak yang divaksin MMR (campak, gondong dan rubella) jatuh untuk beberapa waktu setelah adanya desas-desus palsu tentang keamanan vaksin yang pada akhirnya tidak terbukti secara ilmiah. Jika pada masa kecil tidak mendapatkan vaksin MMR, maka seorang remaja atau dewasa berisiko untuk terkena gondong bila tidak melakuan vaksinasi.

Vaksinasi terhadap parotitis juga disarankan untuk orang dewasa yang sebelumnya tidak pernah vaksinasi dan hendak berkunjung ke negara dengan prevalensi gondong yang tinggi.