Terbit: 7 Desember 2020
Ditulis oleh: Rhandy Verizarie | Ditinjau oleh: dr. Jati Satriyo

Ada banyak golongan obat antibiotik untuk mengatasi infeksi bakteri. Masing-masing golongan obat diformulasikan untuk mengatasi jenis bakteri maupun parasit yang berbeda sehingga penggunaan obat tergantung pada jenis infeksi yang dialami seseorang. Berikut ini adalah jenis-jenis antibiotik yang perlu Anda ketahui.

13 Golongan Obat Antibiotik yang Perlu Diketahui

Golongan Antibiotik

Antibiotik adalah obat untuk mengatasi infeksi bakteri. Obat ini terdiri dari berbagai macam golongan, menyesuaikan dengan jenis bakteri yang menginfeksi tubuh. Setelah memberi tahu Anda jenis bakteri yang ada pada tubuh, dokter kemudian akan merekomendasikan golongan atau kelas obat yang sesuai.

Berikut ini adalah jenis antibiotik yang perlu Anda ketahui.

1. Penisilin

Penisilin adalah obat yang berfungsi mengobati infeksi bakteri seperti pada kasus tonsilitis, bronkitis, pneumonia, gonore, infeksi telinga, hidung, tenggorokan, kulit, atau saluran kemih. Obat ini kadang-kadang juga digunakan bersama dengan antibiotik lain yang disebut klaritromisin untuk mengobati gangguan saluran pencernaan akibat infeksi Helicobacter pylori.

2. Sefalosporin

Golongan antibiotik selanjutnya adalah sefalosporin. Obat ini bekerja dengan cara menghmbat pertumbuhan bakteri pada dinding sel tubuh. Salah satu obat yang masuk ke dalam golongan ini adalah Cephalexin.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku PTH - Advertisement

Cephalexin efektif dalam mengobati infeksi bakteri Haemophilus influenzae, Escherichia coli, Streptococcus pneumoniae, dan Staphylococcus aureus. Jenis antibiotik ini juga digunakan untuk mengobati infeksi saluran pernapasan atas, infeksi telinga, infeksi kulit, dan infeksi saluran kemih.

3. Makrolid

Makrolid adalah obat untuk mengobati berbagai jenis infeksi bakteri seperti infeksi saluran kemih, pernapasan, telinga, mata, hingga infeksi kulit. Ada 3 (tiga) jenis obat yang masuk ke dalam golongan ini, yaitu azithromycin, clarithromycin, dan erythromycin.

Azithromycin memiliki fungsi untuk mengatasi infeksi pada saluran pernapasan, telinga (otitis media), dan infeksi kulit. Sementara erythromycin—selain mengatasi otitis media dan infeksi saluran pernapasan—juga berguna untuk mengatasi infeksi lainnya seperti pertussis, infeksi mata, dan difteria. Obat ini juga berfungsi untuk mencegah kambuhnya demam rematik pada mereka yang memiliki reaksi alergi terhadap penisilin atau sulfonamida.

Jenis lainnya yakni clarithromycin berfungsi untuk mengatasi infeksi bakteri yang memengaruhi sistem pernapasan dan kulit. Clarithromycin juga digunakan bersama dengan obat-obatan lain untuk mengobati bisul perut akibat infeksi Helicobacter pylori.

4. Clindamycin

Clindamycin adalah antibiotik yang berguna untuk mengobati infeksi bakteri yang sifatnya serius. Beberapa contoh penyakit akibat infeksi bakteri yang dapat diatasi dengan obat ini meliputi:

  • Infeksi saluran pernapasan
  • Infeksi kulit
  • Otitis media

5. Fluoroquinolon

Fluoroquinolon — atau kuinolon— adalah golongan antibiotik aktif untuk melawan berbagai jenis bakteri. Mereka yang alergi terhadap jenis atau golongan lain dapat mengonsumsi obat ini. Fluoroquinolon dapat mengobati apa saja mulai dari infeksi mata, pneumonia, hingga infeksi kulit, sinus, sendi, dan saluran kemih.

Contoh fluoroquinolon adalah sebagai berikut:

  • Ciprofloxacin
  • Levofloxacin
  • Moxifloxacin

Namun, golongan obat ini bisa menjadi masalah bagi orang-orang dengan masalah jantung, pun jika orang tersebut sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu. Pastikan dokter atau apoteker mengetahui riwayat kesehatan lengkap Anda sebelum meresepkan obat ini. Efek samping yang umum termasuk sakit perut atau sakit, diare, sakit kepala dan kantuk.

6. Metronidazole

Metronidazole memiliki kegunaan untuk mengobati berbagai macam infeksi yang disebabkan oleh jenis kuman tertentu (bakteri anaerob) dan jenis mikroorganisme yang bernama protozoa. Organisme jenis ini sering menimbulkan infeksi di area tubuh seperti gusi, rongga panggul dan perut (lambung atau usus) karena tidak membutuhkan oksigen untuk bisa tumbuh dan berkembang biak.

Dokter biasanya meresepkan Metronidazole untuk mengobati infeksi yang disebut vaginosis bakteri. Dokter juga akan memberikan obat ini sebelum operasi ginekologi dan operasi pada usus untuk mencegah infeksi berkembang. Obat antibiotik ini pun aman bagi orang-orang yang alergi terhadap penisilin.

Metronidazole juga digunakan—bersama obat-obatan lain—untuk mengatasi infeksi Helicobacter pylori yang sering dikaitkan dengan sakit maag.

7. Sulfonamida

Berasal dari sulfanilamid kimia, sulfonamida adalah obat yang mekanismenya mungkin tidak sama seperti golongan lainnya. Obat ini lebih bersifat bakteriostatik, yakni menghentikan pertumbuhan bakteri sementara selebihnya tetap dikerjakan oleh sistem kekebalan tubuh. Sulfonamida adalah perawatan yang sangat baik untuk luka bakar dan infeksi vagina atau mata.

Mereka juga dapat mengobati ISK (infeksi saluran kemih) dan diare. Namun, resistensi biasa terjadi pada kelas ini. Contoh sulfonamida meliputi:

  • Sulfacetamide
  • Sulfadiazine
  • Sulfamethoxazole-Trimethoprim

Obat ini kemungkinan menimbulkan efek samping seperti diare, mual, ruam, dan sensitivitas matahari.

8. Glikopeptida

Glikopeptida adalah obat antibiotik yang kegunaannya untuk mengobati infeksi serius oleh bakteri gram positif. Kebanyakan bakteri jenis ini memiliki penutup luar (dinding sel) yang melindunginya. Glikopeptida bekerja dengan cara mencegah bakteri gram positif dalam membentuk dinding sel tersebut, sehingga pada akhirnya bakteri akan mati.

Contoh obat-obatan yang masuk ke dalam golongan Glikopeptida meliputi:

  • Dalbavancin
  • Oritavancin
  • Teicoplanin
  • Telavancin
  • Vankomisin

9. Tetracyclines

Tetracyclines berfungsi untuk mengobati infeksi bakteri pada kulit, usus, saluran pernapasan, saluran kemih, alat kelamin, kelenjar getah bening, dan sistem tubuh lainnya. Jenis antibiotik ini sering digunakan untuk mengobati jerawat yang parah atau penyakit menular seksual seperti sifilis, gonore, atau klamidia.

Tetracyclines juga bisa berfungsi untuk mengobati infeksi akibat  kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi atau makanan yang terkontaminasi. Dalam beberapa kasus, tetracyclines digunakan ketika penicillin atau antibiotik lain tidak dapat digunakan untuk mengobati infeksi serius seperti Anthrax, Listeria, Clostridium, Actinomyces, dan lainnya.

10. Nitrofurantoin

Pada kasus infeksi saluran kemih, dokter mungkin juga akan merekomendasikan obat yang satu ini. Ya, nitrofurantoin adalah golongan antibiotik yang peruntukannya memang untuk mengatasi penyakit tersebut. Obat bekerja dengan cara menghambat pertumbuhan bakteri penyebab. Jenis obat yang masuk ke dalam golongan ini adalah:

  • Furadantin
  • Macrobid

11. Aminoglikosida

Aminoglikosida adalah kelompok obat yang fungsinya untuk mengatasi infeksi yang disebabkan bakteri aerob gram-negatif. Jenis antibiotik ini cukup efektif dalam melawan bakteri seperti staphylococcus dan mycobacterium tuberculosis.

Beberapa jenis infeksi yang bisa teratasi dengan obat ini adalah infeksi kulit, jantung, perut, otak, sumsum tulang belakang, paru-paru, dan saluran kemih. Jenis ini kadang-kadang digunakan bersama dengan jenis lainnya.

Obat yang termasuk ke dalam kelompok aminoglikosida antara lain:

  • Gentamicin
  • Tobramycin

12. Rifampin

Jenis lainnya dari obat ini adalah rifampin. Obat Rifampin berfungsi untuk mengatasi infeksi pada hati (liver) atau tuberkulosis. Obat juga berguna untuk mengatasi jenis infeksi bakteri lainnya, namun hal ini harus mendapat persetujuan terlebih dahulu dari dokter.

13. Chloramphenicol

Golongan obat antibiotik umum lainnya adalah chloramphenicol. Obat ini dapat mengatasi infeksi bakteri antara lain:

  • Infeksi telinga
  • Infeksi mata
  • Fibrosis kistik

Itu dia jenis-jenis antibiotik yang perlu Anda ketahui. Pada dasarnya, setiap antibiotik hanya efektif untuk beberapa jenis infeksi. Dalam banyak kasus, dokter harus memilih jenis obat berdasarkan jenis infeksi yang terjadi pada pasien. Pastikan untuk selalu mengikuti petunjuk dokter dalam menggunakan obat ini. Semoga bermanfaat!

 

  1. Anderson Leigh A. Antibiotics Guide. https://www.drugs.com/article/antibiotics.html. (accessed onMarch 2020)
  2. Anonim. Antibiotics. https://www.britannica.com/science/antibiotic (accessed on 7 December 2020)
  3. Anonim. Rifampin. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-1744/rifampin-oral/details (accessed on 7 December 2020)
  4. Lewis, Sarah. Types of Antibiotics. https://www.healthgrades.com/right-care/infections-and-contagious-diseases/types-of-antibiotics. (accessed onMarch 2020)
  5. Stephens, Everett. Antibiotics Side Effects and Types. https://www.emedicinehealth.com/antibiotics/article_em.htm#what_are_antibiotics_which_infections_do_they_treat. (accessed on 6 March 2020)
  6. Stewart, M. 2020. Clindamycin. https://patient.info/medicine/clindamycin-capsules-for-infection-dalacin-c (accessed on 7 December 2020)
  7. Stewart, M. 2020. Metronidazole. https://patient.info/medicine/metronidazole-for-infection-flagyl (accessed on 7 December 2020)
  8. Werth, B. 2020. Overview of Antibiotics. https://www.msdmanuals.com/home/infections/antibiotics/overview-of-antibiotics (accessed on 7 December 2020)


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi