Glukosamin: Manfaat, Dosis dan Efek Samping

glukosamin-doktersehat

DokterSehat.Com – Glukosamin obat apa? Glukosamin adalah obat untuk menjaga kondisi tulang rawan dan kesehatan sendi. Namun, secara alami tubuh juga memproduksi glukosamin, khususnya pada bagian sendi.

Cara Kerja Obat Glukosamin

Glucosamine obat apa? Obat glucosamine pada dasarnya menggantikan peran glukosamin yang diproduksi dalam tubuh yang mempunyai peran menjaga kesehatan tulang rawan untuk menopang tulang di persendian. Seiring bertambahnya usia, kadar senyawa mulai menurun dan bisa menyebabkan kerusakan sendi secara bertahap.

Manfaat Glukosamin

Konsumsi glukosamin dalam tubuh digunakan untuk membuat ‘bantal’ yang mengelilingi sendi. Pada osteoarthritis, bantal yang mengelilingi sendi ini lebih tipis dan kaku. Mengonsumsi obat glukosamin sebagai suplemen mungkin membantu menambah bahan yang dibutuhkan untuk membangun kembali bantalan sendi.

Glukosamin sendiri adalah senyawa alami yang ditemukan di tulang rawan–jaringan kenyal yang terdapat di bantal sendi. Glukosamin memiliki dua jenis utama yaitu
glukosamin sulfat dan glukosamin hidroklorida.

Kedua glukosamin tersebut menghasilkan glycosaminoglycans dan glycoproteins yang merupakan senyawa penting yang digunakan untuk membangun sendi, tulang rawan dan cairan sinoval, tendon hingga ligamen. Selain itu manfaat glucosamine juga membantu memperlambat kerusakan sehingga dapat membantu mencegah osteoarhritis.

Sementara itu, mereka yang menggunakan glukosamin sulfat secara oral digunakan untuk mengobati kondisi menyakitkan yang disebabkan oleh peradangan, kerusakan dan hilangnya tulang rawan (osteoarthritis).

Beberapa orang juga menggunakan glukosamin untuk mencoba mengobati rheumatoid arthritis dan kondisi lainnya seperti penyakit radang usus, asma, alergi, kekurangan vena kronis, cedera olahraga, masalah temporomandibular joint problems (TMJ), dan nyeri punggung bawah jangka panjang. Namun, sejauh ini tidak ada banyak bukti ilmiah yang memperkuat argumen tersebut.

Dosis Glukosamin

Saat Anda sedang menjalani perawatan osteoarthritis, dosis tipikal adalah 500 miligram glukosamin sulfat yang dikonsumsi tiga kali sehari. Sementara itu, glukosamin dosis untuk anak-anak belum ada ketentuan yang pasti.

Guna mencegah sakit perut saat mengonsumsi glukosamin, beberapa ahli menyarankan untuk mengonsumsi makanan terlebih dahulu. Konsultasikan dengan dokter sebelum Anda mengonsumsinya.

Petunjuk Penyimpanan Glukosamin

Tempat penyimpanan obat yang paling baik adalah disimpan pada suhu ruangan, tidak terkena sinar matahari secara langsung dan hindari tempat yang lembap. Beberapa obat glukosamin dari merek yang berbeda mungkin memiliki aturan penyimpanan yang berbeda. Perhatikan instruksi penyimpan di kemasan.

Efek Samping Glukosamin

Apabila glukosamin dikonsumsi dalam jumlah yang tepat, glukosamin sulfat tampaknya aman. Penggunaan oral glukosamin sulfat dapat menyebabkan:

  • Mual.
  • Mulas.
  • Diare.
  • Sembelit.
  • Mengantuk
  • Alergi kulit.
  • Sakit kepala.

Karena produk glukosamin mungkin berasal dari cangkang kerang, ada kekhawatiran bahwa suplemen tersebut dapat menyebabkan reaksi alergi pada orang dengan alergi kerang.

Selain itu, glukosamin dapat memperburuk asma. Terdapat kemungkinan bahwa glukosamin sulfat dapat memengaruhi kadar gula darah, di mana hal ini mungkin mengganggu kontrol gula darah selama dan setelah operasi. Berhenti konsumsi glukosamin sulfat dua minggu sebelum operasi elektif.

Secara keseluruhan, glukosamin merupakan suplemen yang cukup aman dikonsumsi. Efek samping yang terjadi umumnya ringan. Anda akan cenderung mendapatkan efek samping yang berat jika mengonsumsinya dalam dosis tinggi.

Interaksi Glukosamin

Kemungkinan interaksi glukosamin terjadi apabila di saat bersamaan Anda mengonsumsi:

  • Acetaminophen (Tylenol, lainnya).

Mengambil glukosamin sulfat dan asetaminofen bersama-sama dapat mengurangi efektivitas suplemen dan obat-obatan.

  • Warfarin (Coumadin, Jantoven).

Mengambil glukosamin sendiri atau dalam kombinasi dengan suplemen chondroitin dapat meningkatkan efek warfarin antikoagulan. Ini dapat meningkatkan risiko Anda mengalami pendarahan.

Hal penting yang harus menjadi perhatian adalah tanyakan kepada dokter sebelum mengambil obat glucosamine terutama pada Anda yang memiliki diabetes, penyakit ginjal, penyakit jantung, gangguan pendarahan, atau tekanan darah tinggi.

Peringatan Glukosamin

Suplemen glukosamin pada dasarnya aman dikonsumsi dalam jangka waktu pendek. Konsumsi glukosamin harus sesuai dengan dosis yang tertera atau sesuai dengan saran dokter. Berikut adalah beberapa hal lain yang perlu menjadi perhatian selama penggunaan obat glucosamine:

  • Glukosamin adalah gula amino yang diproduksi secara alami pada manusia. Hal ini juga ditemukan dalam kerang, atau dapat dibuat di laboratorium.
  • Penting untuk membaca label produk obat glukosamin secara cermat karena beberapa bentuk yang berbeda dari glukosamin. Produk-produk ini dapat mengandung glukosamin sulfat, glukosamin hidroklorida, atau N-asetil-glukosamin. Bahan kimia yang berbeda memiliki beberapa kesamaan, namun bisa juga tidak memiliki efek yang sama ketika dikonsumsi sebagai suplemen makanan. Sebagian besar penelitian ilmiah tentang glukosamin telah dilakukan dengan menggunakan glukosamin sulfat.
  • Suplemen makanan yang mengandung glukosamin sering mengandung bahan tambahan. Bahan-bahan tambahan seperti kondroitin sulfat, MSM, atau tulang rawan ikan hiu. Beberapa orang mungkin berpikir kombinasi ini bekerja lebih baik daripada mengonsumsi hanya glukosamin saja. Sejauh ini, para peneliti tidak menemukan bukti bahwa menggabungkan bahan-bahan tambahan glukosamin menambah manfaat.
  • Produk yang mengandung glukosamin dan ditambah kondroitin sangat bervariasi. Perbedaannya dapat berkisar dari 25% sampai 115%. Beberapa produk di Amerika Serikat yang diberi label glukosamin sulfat sebenarnya glukosamin hidroklorida dengan menambahkan sulfat. Produk ini akan memiliki efek yang berbeda dari jenis glukosamin sulfat.
  • Mereka yang mengonsumsi obat melalui mulut biasanya untuk penanganan osteoarthritis, rheumatoid arthritis, glaukoma, gangguan rahang, nyeri sendi, sakit punggung, dan penurunan berat badan.
  • Hati-hati menggunakan glukosamin untuk mereka yang memiliki penyakit hati kronis.
  • Hati-hati menggunakan obat ini kepada penderita diabetes yang tidak terkontrol.
  • Ibu hamil dan menyusui sebaiknya menghindari glukosamin.