Obat Gliserin: Dosis, Indikasi, & Peringatan

Obat gliserin-doktersehat
Source: Dokter Anakku

Apakah Anda pernah mengalami konstipasi atau yang lebih dikenal dengan sebutan kesulitan buang air besar? Konstipasi atau kesulitan buang air besar memanglah menjadi gangguan kesehatan yang sangat mengganggu jika dibiarkan berlarut-larut. Apabila benar Anda pernah mengalami hal tersebut, mungkin Anda tidak akan asing lagi dengan beberapa jenis obat pencahar untuk mengatasinya. Salah satu obat yang digunakan untuk mengatasi konstipasi adalah obat Gliserin. Jadi, Gliserin obat apa? Gliserin adalah obat pencahar yang bisa digunakan untuk mengatasi konstipasi.

Banyak orang mengira bahwa gliserin hanya dapat digunakan untuk membuat produk tertentu, misalnya produk kecantikan. Namun, ternyata obat gliserin adalah obat yang cukup ampuh untuk mengatasi gejala kesulitan buang air besar atau konstipasi.

Obat Gliserin adalah obat pencahar yang bisa Anda gunakan saat konstipasi. Jika Anda kesulitan buang air besar, Anda bisa menggunakan obat tersebut untuk menimbulkan rangsangan buang air besar dalam jangka waktu 30-60 menit setelah digunakan.

Setelah mengetahui Gliserin obat apa, tentunya Anda harus mengetahui fungsi Gliserin, manfaat Gliserin, dan komposisi Gliserin. Siapa sangka, Gliserin memiliki manfaat yang sangat banyak untuk kesehatan.

Fungsi Gliserin & Manfaat Gliserin

Fungsi Gliserin adalah untuk menimbulkan rangsangan buang air besar. Sedangkan manfaat Gliserin adalah untuk mengatasi kesulitan buang air besar atau sembelit, mengatasi kulit kering atau bersisik, melumasi dan membasahi permukaan kulit, dan peningkatan tekanan mata. Komposisi Gliserin adalah Gliserol.

Setelah mengetahui manfaat Gliserin, fungsi Gliserin, dan komposisi Gliserin obat apa, Anda juga harus mengetahui informasi lebih mendalam mengenai dosis Gliserin, indikasi dan peringatan dari penggunaan Gliserin obat apa.

Informasi di bawah ini dapat membantu Anda untuk mengenal lebih mendalam mengenai jenis obat pencahar yang ada di halaman ini.

Nama: Gliserin
Kelas: Lakatif, Osmotik
Obat lain: Glycerin, Lacutolse, MiraLax, Sorbitol, Polietlien glikol
Bentuk dan sediaan: Supositoria 1,2 gram dan 2,1 gram dan cairan solusio

Dosis Gliserin dan Indikasi untuk Dewasa

Untuk konstipasi
Dosis 2-3 gram supositoria, tahan 15 menit di dubur, diberikan jika perlu ATAU
5-15 ml larutan rectum sebagai enema.

Petunjuk untuk cairan: masukkan batang dengan ujung mengarah ke pusar, peras hingga kosong, kemudian ambil batang.

Dosis Gliserin dan Indikasi untuk Anak

Untuk konstipasi
Bayi neonatus (usia <28 hari): 0,5 ml/kg setiap 12-24 jam jika perlu sebagai enema.

Anak <6 tahun: 1-1,7 gram, tahan 15 menit jika perlu ketika konstipasi ATAU 2-5 ml larutan rectal sebagai enema.

Anak >6 tahun: 2-3 gram supositoria, tahan 15 menit jika perlu, ATAU 5-15 ml larutan rectal sebagai enema.

Peringatan Penggunaan Obat Gliserin

Kontraindikasi
Obstruksi usus atau saluran pencernaan.

Penggunaan Obat Gliserin pada Kondisi Kehamilan dan Menyusui

Keamanan untuk kehamilan: Kategori C. Harus digunakan dengan hati-hati dan sesuai dengan anjuran dokter. Sebelum menggunakan obat tersebut, diharapkan melakukan konsultasi lebih lanjut dengan dokter Anda. Supaya calon bayi Anda terjaga keselamatannya dan tidak akan membahayakan si calon bayi.

Jenis kategori obat untuk kehamilan:

  • Kategori A: Secara umum dapat diterima, telah melalui penelitian pada wanita-wanita hamil, dan menunjukkan bahwa tidak ada bukti kerusakan janin.
  • Kategori B: Mungkin dapat diterima oleh wanita hamil, telah melalui berbagai jenis dari penelitian pada hewan coba namun belum ada bukti penelitian secara langsung pada manusia
  • Kategori C: Digunakan dengan hati-hati. Penelitian pada hewan coba menunjukkan risiko tinggi dan belum ada penelitian secara langsung pada manusia
  • Kategori D: Digunakan jika memang tidak ada obat lain yang dapat digunakan, dan dalam kondisi mengancam jiwa
  • Kategori X: Jangan digunakan pada kehamilan
  • Kategori NA: Tidak ada informasi apa pun

Pada ibu menyusui, obat aman digunakan.

Informasi di atas barangkali sudah cukup menjelaskan mengenai fungsi gliserin, manfaat gliserin, komposisi gliserin, dan dosis gliserin untuk mengetasi gejala kesulitan buang air besar atau konstipasi. Tentu saja, penggunaan dosis gliserin yang tepat akan memengaruhi efektivitas obat untuk Anda.

Selain mengandalkan fungsi gliserin sebagai obat pencahar, tentunya Anda juga harus mengantisipasi terjadinya sembelit dengan melakukan pola hidup sehat. Jika Anda ingin menghindari terjadinya sembelit, sangat disarankan untuk menambah nutrisi harian Anda dengan asupan serat yang cukup, sedikit demi sedikit. Asupan serat yang cukup akan mencegah terjadinya kesulitan buang air besar.

Selain menambah asupan sehat, memberikan suplai cairan yang cukup untuk tubuh dengan cara banyak minum air putih juga sangat disarankan untuk mencegah terjadinya kesulitan buang air besar atau konstipasi. Jadi, selalu terapkan pola hidup sehat agar Anda terhindar dari masalah pencernaan yang mengganggu, seperti masalah kesulitan buang air besar yang tidak diinginkan.

Namun, apabila masalah buang air besar terlanjur terjadi, Anda bisa mengandalkan obat gliserin untuk mengatasi gangguan tersebut. Gunakan gliserin sesuai dengan dosis yang dianjurkan agar obat tidak berkurang efektivitasnya dalam mengatasi konstipasi atau gangguan buang air besar.