Terbit: 9 September 2020
Ditulis oleh: Gerardus Septian Kalis | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Glimepiride adalah obat yang digunakan untuk mengontrol kadar gula darah tinggi penderita diabetes tipe 2. Umumnya, obat ini digunakan dalam kombinasi dengan diet sehat dan olahraga. Simak informasi lengkap mengenai fungsi, dosis glimepiride, hingga efek sampingnya di bawah ini.

Glimepiride: Fungsi, Efek Samping, Dosis, Aturan Pakai, dll

Rangkuman Informasi Obat Glimepiride

Nama obat Glimepiride
Golongan obat Antidiabetes sulfonylurea
Kategori obat Obat resep
Tingkat keamanan obat bagi ibu hamil dan menyusui Kategori C. Studi pada binatang menunjukan adanya efek samping terhadap janin, namun studi terkontrol terhadap pada wanita hamil belum ada. Jika besar manfaatnya melebihi risiko pada janin, obat ini boleh digunakan

Belum diketahui apakah obat dapat diserap ke dalam ASI. Oleh karena itu, ibu menyusui disarankan konsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi obat ini, agar bisa mempertimbangkan antara risiko dan manfaat

Fungsi obat Mengontrol kadar gula darah penderita diabetes tipe 2
Kontraindikasi obat
  • Gula darah rendah
  • Penyakit Addison
  • Defisiensi glucose-6-phosphate dehydrogenase (G6PD)
  • Porfiria hati
  • Anemia hemolitik
  • Alkoholisme
  • Masalah hati
  • Penurunan fungsi ginjal
  • Suhu tubuh lebih dari 38,3 derajat Celcius
  • Kondisi tubuh yang melemah
  • Dysreflexia
  • Alergi obat sulfonilurea
Dosis Sesuai dengan resep dokter
Sediaan obat Tablet 1 mg, 2 mg, dan 4 mg
Harga glimepiride Rp 2.000 – Rp 36.000

 

Glimepiride Obat Apa?

Glimepiride adalah obat diabetes oral yang digunakan untuk mengendalikan kadar gula darah seseorang dengan diabetes melitus tipe 2. Obat ini bukan untuk mengobati diabetes tipe 1.

Merek Dagang Glimepiride

Obat yang tersedia dalam bentuk tablet dan termasuk dalam golongan obat antidiabetes sulfonylurea ini memiliki nama dagang Amaryl. Sementara obat kombinasi diabetes yang mengandung glimepiride adalah Deutact dan Avandaryl.

Fungsi Obat Glimepiride

Obat ini digunakan untuk mengontrol kadar gula darah tinggi penderita diabetes tipe 2. Kadar gula darah yang terkontrol dapat membantu mencegah kerusakan ginjal, kebutaan, masalah saraf, kehilangan anggota tubuh, dan masalah fungsi seksual.

Kontrol diabetes yang tepat juga dapat mengurangi risiko serangan jantung atau stroke. Obat ini menurunkan gula darah dengan menyebabkan pelepasan insulin alami tubuh.

Meski begitu, obat ini juga mungkin dapat digunakan untuk tujuan yang tidak tercantum dalam artikel ini.

Peringatan Obat Glimepiride

Sebelum menggunakan obat ini beri tahu dokter tentang kondisi kesehatan dan semua obat yang dikonsumsi. Anda tidak boleh menggunakan obat diabetes ini jika memiliki alergi atau jika Anda:

  • Alergi terhadap obat sulfa, obat golongan antibiotik yang digunakan untuk mengatasi infeksi bakteri.
  • Ketoasidosis diabetik, komplikasi diabetes melitus yang membuat tubuh memproduksi asam (keton) berlebih. Konsultasi dengan dokter diperlukan.

Selain itu, beritahu dokter jika Anda pernah memiliki:

  • Penyakit jantung
  • Penyakit liver atau ginjal
  • Mengalami defisiensi enzim yang disebut glucose-6-phosphate dehydrogenase deficiency (G6PD)

Penting untuk diketahui, obat ini dapat meningkatkan risiko masalah jantung yang serius, akan tetapi tidak mengobati diabetes juga dapat merusak jantung dan organ lainnya. Oleh karena itu, konsultasi dengan dokter diperlukan tentang risiko dan manfaatnya.

Ikuti petunjuk dokter tentang penggunaan obat ini jika Anda sedang hamil atau sedang merencanakan kehamilan. Mengontrol diabetes sangat penting selama kehamilan, memiliki gula darah tinggi dapat menyebabkan komplikasi pada ibu dan janin.

Jika Anda menyusui saat mengonsumsi obat ini, segera dapatkan perawatan medis jika bayi Anda menunjukkan tanda-tanda hipoglikemia (kantuk yang ekstrem, masalah makan, kulit berbintik-bintik, bibir biru, merasa kedinginan atau gelisah, atau kejang).

Obat tidak disetujui untuk digunakan oleh siapa pun yang berusia di bawah 18 tahun.

Interaksi Obat Glimepiride

Interaksi obat dapat mengubah cara kerja obat atau meningkatkan risiko efek samping yang serius. Konsultasikan dengan dokter semua produk yang digunakan (termasuk obat resep/nonresep dan produk herbal). Jangan memulai, menghentikan, atau mengubah dosis obat tanpa persetujuan dokter.

Berikut ini adalah beberapa obat yang dapat menyebabkan interaksi, antara lain:

  • Ciprofloxacin (Cipro)
  • Levofloxacin (Levaquin)
  • Benazepril (Lotensin)
  • Captopril (Capoten)
  • Enalapril (Vasotec)
  • Enalaprilat
  • Fosinopril (Monopril)
  • Lisinopril (Prinivil)
  • Moexipril (Univasc)
  • Perindopril (Aceon)
  • Quinapril (Accupril)
  • Ramipril (Altace)
  • Trandolapril (Mavik)
  • Fluconazole (Diflucan)
  • Ketoconazole (Nizoral)
  • Chloramphenicol
  • Clofibrate
  • Isocarboxazid (Marplan)
  • Phenelzine (Nardil)
  • Tranylcypromine (Parnate)
  • Aspirin
  • Magnesium salicylate (Doan’s)
  • Salsalate (Disalcid)
  • Sulfacetamide
  • Sulfadiazine
  • Sulfamethoxazole/trimethoprim (Bactrim)
  • Sulfasalazine (Azulfidine)
  • Sulfisoxazole
  • Colesevelam
  • Diazoxide
  • Rifabutin (Mycobutin)
  • Rifampin (Rifadin)
  • Rifapentine (Priftin)
  • Chlorothiazide (Diuril)
  • Chlorthalidone
  • Hydrochlorothiazide (Hydrodiuril)
  • Indapamide (Lozol)
  • Metolazone (Zaroxolyn)

Efek Samping Obat Glimepiride

Meskipun tidak semua efek samping ini dapat terjadi, akan tetapi jika saat mengonsumsi obat ini terjadi sesuatu pada tubuh, sepertinya hal tersebut membutuhkan penanganan medis. Berikut adalah efek samping yang mungkin terjadi, antara lain:

  • Gula darah rendah (hipoglikemia)
  • Pusing
  • Kelemahan
  • Sakit kepala
  • Mual
  • Reaksi alergi kulit
  • Kemerahan pada kulit
  • Ruam
  • Gatal parah
  • Diare
  • Perut terasa nyeri
  • Muntah
  • Kekebalan menurun
  • Sel darah merah rendah
  • Sel darah berkurang (anemia aplastik)
  • Berkurangnya sel darah putih (leukopenia)
  • Kekurangan darah sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit (pansitopenia)
  • Jumlah trombosit darah rendah (trombositopenia)
  • Pengurangan aliran empedu (kolestasis)
  • Peningkatan kadar enzim hati
  • Kadar natrium rendah
  • Penambahan berat badan
  • Gangguan indra perasa
  • Rambut rontok
  • Porfiria

Efek samping yang jarang terjadi adalah:

  • Kulit dan mata menguning (jaundice)

Informasi mengenai efek samping di atas masih terbatas dan hal lain mungkin terjadi. Tanyakan pada dokter untuk mendapatkan informasi tambahan.

Dosis Obat Glimepiride

Berikut adalah aturan dosis yang sebaiknya Anda perhatikan sebelum mengonsumsinya:

1. Dosis dewasa (usia 18 hingga 64 tahun)

  • Dosis glimepiride awal yang dianjurkan adalah 1 mg atau 2 mg diminum sekali sehari sebelum makan.
  • Setelah mencapai dosis 2 mg per hari, dokter mungkin meningkatkan dosis berdasarkan kadar gula darah. Dokter dapat meningkatkan dosis setiap 1 hingga 2 minggu sampai kadar gula darah terkontrol.
  • Dosis maksimum yang dianjurkan adalah 8 mg sekali sehari.

2. Dosis lansia (usia 65 tahun ke atas)

  • Dosis awal adalah 1 mg sekali sehari sebelum makan.
  • Dikarenakan lansia mungkin lebih sensitif terhadap obat ini dan lebih cenderung mengalami penurunan fungsi ginjal, dokter mungkin meningkatkan dosis lebih lambat.
  • Dosis maksimum yang dianjurkan adalah 8 mg sekali sehari.

3. Dosis khusus

Seseorang yang memiliki penyakit ginjal berisiko mengalami gula darah rendah, dosis yang diberikan mungkin lebih rendah daripada dosis biasa.

  • Dosis glimepiride awal adalah 1 mg sekali sehari sebelum makan.
  • Dosis maksimum yang dianjurkan adalah 8 mg sekali sehari.
  • Dosis dapat disesuaikan sesuai gula darah.

Jika Anda menderita penyakit hati, Anda mungkin lebih sensitif terhadap efek samping obat ini. Dokter mungkin memulai dengan dosis yang lebih rendah dan perlahan-lahan meningkatkan dosis jika diperlukan.

Baca Juga: Diabetes Melitus: Penyebab, Gejala, Diagnosis, Pengobatan, & Pencegahan

Cara Pakai Glimepiride

Konsumsi sesuai dengan petunjuk yang tertera pada kemasan atau seperti yang diarahkan oleh dokter. Jangan gunakan dalam jumlah yang lebih besar, lebih kecil, atau lebih lama dari yang direkomendasikan.

Guna mengurangi risiko efek samping, dokter dapat mengarahkan untuk memulai pengobatan ini dengan dosis rendah dan secara bertahap meningkatkan dosis. Ikuti semua instruksi dokter dengan benar.

Jika Anda sudah mengonsumsi obat diabetes lain (seperti chlorpropamide), ikuti petunjuk dokter dengan hati-hati untuk menghentikan obat lama dan memulai obat ini. Sementara jika Anda menggunakan colesevelam, konsumsi obat ini setidaknya 4 jam sebelum minum colesevelam. Colesevelam dapat menurunkan penyerapan glimepiride.

Petunjuk Penyimpanan Glimepiride

Simpan obat dengan baik dan jangan menyimpan sembarangan karena bisa merusak atau mengurangi fungsi obat. Berikut adalah beberapa cara menyimpan obat yang baik dan benar:

  • Simpan pada suhu kamar yang jauh dari kelembapan dan panas.
  • Simpan obat dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.
  • Tanyakan pada apoteker bagaimana cara membuang pil yang rusak dengan aman.
  • Segera buang obat apabila sudah memasuki masa kedaluwarsa.

 

  1. Anonim. Glimepiride. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-12271/glimepiride-oral/details. (Diakses pada 9 September 2020).
  2. Anonim. Who should not take Glimepiride?. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-12271/glimepiride-oral/details/list-contraindications. (Diakses pada 9 September 2020).
  3. Anonim. Glimepiride. https://www.rxlist.com/consumer_glimepiride_amaryl/drugs-condition.htm#what_other_drugs_interact_with_glimepiride. (Diakses pada 9 September 2020).
  4. Anonim. Glimepiride. https://www.drugs.com/mtm/glimepiride.html. (Diakses pada 9 September 2020).
  5. Anonim. Glimepiride. https://www.drugs.com/ingredient/glimepiride.html. (Diakses pada 9 September 2020).
  6. University of Illinois. 2018. Glimepiride, Oral Tablet. https://www.healthline.com/health/glimepiride/oral-tablet. (Diakses pada 9 September 2020).


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi