Obat Glimepiride: Dosis, Indikasi, & Kontraindikasi

Obat Glimepiride-doktersehat
Source: Drugsdb

Banyak obat yang biasa diresepkan dokter untuk para pasien diabetes mellitus atau diabetes tipe dua, salah satunya adalah obat Glimepiride. Glimeperide obat apa? Obat Glimepiride adalah obat untuk mengendalikan kadar gula darah yang tinggi bagi penderita diabetes tipe dua. Obat Glimepiride adalah obat yang diberikan untuk terapi pasien yang menderita penyakit kencing manis. Kemudian, sudah tahukah Anda tentang komposisi Glimepiride, manfaat Glimepiride, fungsi Glimepiride, dan dosis Glimepiride?

Manfaat Glimepiride adalah untuk mendorong prankreas agar memproduksi dan menggunakan insulin dalam tubuh lebih efisien. Sedangkan fungsi Glimepiride adalah mencegah gagal ginjal, serangan jantung, retinopati diabetik atau pun stroke yang merupakan komplikasi dari penyakit diabetes. Komposisi Glimepiride adalah dalam setiap tabletnya mengandung Glimepiride.

Setelah Anda mengetahui Glimepiride obat apa, Anda harus mengetahui informasi lebih lanjut mengenai dosis Glimepiride, indikasi obat Glimepiride, dan kontraindikasi obat Glimepiride. Mari simak informasi lebih lanjut mengenai obat Glimepiride di bawah ini.

Nama: Glimepiride
Golongan: Antidiabetes, Sulfonilurea
Nama dagang: Amaryl

Dosis Glimepiride dan Indikasi untuk Dewasa

Untuk diabetes melitus tipe 2

Dosis awal: 1 – 2 mg PO setiap pagi setelah sarapan atau ketika makan pertama kali; dosis dapat ditingkatkan 1 – 2 mg setiap 1 – 2 minggu; jangan melebihi 8 mg/hari

Jika ingin mengganti obat diabetes melitus oral:
Observasi pasien dengan hati-hati dalam 1 – 2 minggu ketika mengganti sulfonilurea waktu-paruh-panjang ke glimepirid, karena efek hipoglikemia dapat tumpang tindih dan membahayakan pasien

Pertimbangan dosis Glimepiride
Gunakan sebagai monoterapi (terapi tunggal), atau jika respon glikemik terhadap obat glimepirid masih kurang ketika dosis maksimum sudah diberikan, gunakan insulin atau metforin

Modifikasi dosis Glimepiride:
Jika ada gangguan ginjal: 1 mg peroral perhari, perubahan dosis berdasarkan kadar gula puasa
Jika ada gangguan hati: belum ada penelitian, tidak direkomendasikan pada gangguan hati berat, mulai terapi dengan dosis 1 mg peroral perhari

Dosis Glimepiride dan Indikasi untuk Geriatri

Telah dilaporkan kejadian hipoglikemia prolong dengan penggunaan glimepiride; titrasi dosis secara konservatif, awasi gejala hipoglikemia atau hiperglikemia
Untuk diabetes melitus tipe 2: 1 mg peroral setiap hari; titrasi dosis dengan interval setiap minggu untuk mencegah hipoglikemia

Efek Samping Penggunaan Obat Glimepiride adalah:

Efek samping obat Glimeperide dengan frekuensi > 10%

  • Hipoglikemia (4-20%)

Efek samping obat Glimepiride dengan frekuensi 1-10%

  • Pusing (1,7%)
  • Asthenia (1,6%)
  • Sakit kepala (1,5%)
  • Mual (1.1%)

Efek samping obat Glimepiride dengan frekuensi <1%

  • Reaksi alergi kulit
  • Eritema
  • Morbiliformis atau letusan makulopapular
  • Pruritus
  • Urtikaria
  • Diare
  • Nyeri gastrointestinal
  • Muntah
  • Agranulositosis
  • Anemia
  • Anemia aplastik
  • Leukopenia
  • Pansitopenia
  • Trombositopenia, hemolitik
  • Kolestasis
  • Peningkatan kadar enzim hati
  • Reaksi porfiria hepatik
  • Penyakit kuning (jarang)
  • Reaksi disulfiram-like
  • Hiponatremia

Laporan pasca Pemasaran Obat Glimepiride

  • Reaksi hipersensitivitas yang serius, termasuk anafilaksis, angioedema, dan Stevens Johnson Syndrome
  • Anemia hemolitik pada pasien dengan dan tanpa defisiensi G6PD
  • Gangguan hati (misalnya, kolestasis, jaundice), serta hepatitis, yang dapat berlanjut ke gagal hati
  • Porfiria kutanea tarda, reaksi photosensitivity dan vaskulitis alergi
  • Leukopenia, agranulositosis, anemia aplastik, dan pansitopenia
  • Trombositopenia (termasuk kasus berat dengan jumlah trombosit <10.000/MCL) dan thrombocytopenic purpura
  • Reaksi porfiria hepatik dan reaksi disulfiram-like
  • Hiponatremia dan SIADH, paling sering pada pasien pemberian obat lain atau ada kondisi medis diketahui menyebabkan hiponatremia atau peningkatan pelepasan hormon antidiuretik

Kontraindikasi Penggunaan Obat Glimepiride

  • Adanya hipersensitivitas; alergi sulfa
  • Diabetes tipe 1
  • Diabetic ketoacidosis (dengan atau tanpa koma)
  • Diabetes mellitus gestasional komplikata

Perhatian

  • Pasien dengan risiko hipoglikemia berat: Lansia, lemah fisik, atau kurang gizi; atau adanya insufisiensi adrenal atau insufisiensi hipofisis; pasien dengan stres fisik akibat infeksi, demam, trauma, atau pembedahan
  • Jika pasien terkena stres fisik, mungkin perlu untuk menghentikan glimepiride dan memulai insulin
  • Gunakan hati-hati pada kerusakan hati/ginjal
  • Kehamilan, menyusui
  • Peningkatan risiko mortalitas kardiovaskular
  • Orang yang alergi terhadap derivatif sulfonamide lainnya dapat mengembangkan reaksi alergi terhadap glimepiride
  • Hipoglikemia mungkin sulit untuk dikenali pada pasien dengan neuropati otonom
  • Anemia hemolitik dapat terjadi dengan glukosa 6-fosfat dehidrogenase defisiensi (G6PD) ketika diobati dengan agen sulfonylurea
  • Retensi cairan, yang dapat memperburuk atau menyebabkan gagal jantung, dapat terjadi
  • Kombinasi yang digunakan dengan insulin dan digunakan pada pasien dengan gagal jantung kongestif NYHA kelas I dan II dapat meningkatkan risiko efek kardiovaskular lainnya

Penggunaan Obat Glimepiride pada Kondisi Kehamilan dan Menyusui

Keamanan untuk kehamilan: Kategori C.

Jenis kategori obat untuk kehamilan:

  • Kategori A: Secara umum dapat diterima, telah melalui penelitian pada wanita-wanita hamil, dan menunjukkan tidak ada bukti kerusakan janin
  • Kategori B: Mungkin dapat diterima oleh wanita hamil, telah melalui penelitian pada hewan coba namun belum ada bukti penelitian langsung pada manusia.
  • Kategori C: Digunakan dengan hati-hati. Penelitian pada hewan coba menunjukkan risiko dan belum ada penelitian langsung pada manusia
  • Kategori D: Digunakan jika memang tidak ada obat lain yang dapat digunakan, dan dalam kondisi mengancam jiwa.
  • Kategori X: Jangan digunakan pada kehamilan.
  • Kategori NA: Tidak ada informasi

Tidak direkomendasikan pada ibu menyusui karena belum ada data memadai yang lebih lanjut mengenai apakah obat memasuki ASI atau tidak.