Glaukoma – Penyebab, Gejala, Diagnosis, dan Pengobatan

memanjangkan-bulu-mata-doktersehat-1
Photo Credit: Pexels.com

DokterSehat.Com– Glaukoma adalah penyakit mata yang ditandai dengan tekanan cairan di mata meningkat. Jika glaukoma tidak ditangani, pasien bisa kehilangan penglihatan dan bahkan menjadi buta. Glaukoma adalah kondisi yang menyebabkan kerusakan saraf optik mata dan semakin buruk dari waktu ke waktu. Glaukoma cenderung diwariskan dan mungkin tidak muncul sampai di usia tertentu.

Peningkatan tekanan bola mata, yang disebut tekanan intraokular, dapat merusak saraf optik, yang mentransmisikan gambar ke otak. Jika terjadi kerusakan saraf optik karena peninggian tekanan bola mata yang terus menerus, glaukoma akan menyebabkan kehilangan penglihatan permanen. Tanpa pengobatan, glaukoma dapat menyebabkan kebutaan permanen dalam beberapa tahun perjalanan penyakit tersebut.

Karena kebanyakan orang tidak menunjukan gejala glaukoma atau rasa sakit – perlu diketahui bahwa peningkatan tekanan bola mata belum tentu menimbulkan rasa sakit – penting untuk berobat secara teratur ke dokter mata sehingga glaukoma yang dapat didiagnosis dan diobati sebelum kehilangan penglihatan jangka panjang terjadi. Karena tanpa gejala, maka glaukoma sering disebut sebagai “pencuri penglihatan diam-diam (the silent thief of sight)”.

Jika Anda berusia lebih dari 40 tahun dan memiliki riwayat keluarga glaukoma, Anda harus melakukan pemeriksaan mata lengkap dengan dokter mata setiap 1–2 tahun. Jika Anda memiliki masalah kesehatan seperti diabetes, darah tinggi, atau riwayat keluarga glaukoma atau berisiko untuk penyakit mata lainnya, Anda mungkin perlu mengunjungi dokter mata lebih sering.

Penyebab Glaukoma

Glaukoma biasanya terjadi ketika tekanan bola mata meningkat. Hal ini dapat terjadi ketika peredaran cairan mata tidak selancar biasanya di dalam mata.

Biasanya, cairan ini disebut aqueous humor, mengalir keluar dari mata melalui saluran mesh, saluran yang berada di sudut antara iris dan kornea. Jika saluran ini tersumbat, cairan menumpuk, menyebabkan glaukoma. Penyebab glaukoma langsung dari penyumbatan ini tidak diketahui, tetapi dokter tahu bahwa itu dapat diwariskan, yang berarti diturunkan dari orangtua kepada anak-anak.

Penyebab glaukoma yang jarang meliputi cedera tumpul atau paparan bahan kimia untuk mata, infeksi mata berat, penyumbatan pembuluh darah di mata, kondisi peradangan mata, dan kadang-kadang karena suatu operasi mata untuk memperbaiki penyakit lain pada mata. Glaukoma biasanya terjadi pada kedua mata, tetapi mungkin melibatkan satu mata terlebih dahulu. Terdapat dua jenis utama glaukoma:

1. Glaukoma sudut terbuka

Juga disebut wide-angle glaucoma, ini adalah jenis yang paling sering dari glaukoma. Struktur mata tampak normal, tetapi cairan dalam mata tidak mengalir dengan baik melalui saluran mata (saluran trabecular meshwork). Pada glaukoma sudut terbuka, biasanya perjalanan penyakit perlahan-lahan, diawali dengan tidak bisa melihat di area lapangan pandang kiri atau kanan atau atas atau bawah, lalu dilanjutkan dengan kehilangan penglihatan yang terasa bagaikan melihat dari terowongan (tunnel vision).

2. Glaukoma sudut tertutup

Juga disebut glaukoma sudut sempit atau glaukoma akut. Drainase yang buruk disebabkan karena sudut antara iris dan kornea terlalu sempit dan secara fisik diblokir oleh iris. Kondisi ini menyebabkan penumpukan tiba-tiba tekanan di mata. Gejala glaukoma muncul mendadak dan lebih parah dari glaukoma kronis. Pada glaukoma akut, mata tampak merah, pasien juga mengeluh pusing, diikuti mual dan muntah.

Siapa yang dapat mengalami glaukoma?

Glaukoma paling sering terjadi pada orang dewasa di atas usia 40, tetapi juga dapat terjadi pada orang dewasa muda, anak-anak, dan bahkan bayi. Glaukoma yang terjadi pada usia lebih dini cenderung akan berisiko mengalami kehilangan penglihatan lebih tinggi.

Anda berada dalam peningkatan risiko glaukoma jika Anda:

  1. Di atas usia 40
  2. Memiliki riwayat keluarga glaukoma
  3. Mengalami diabetes
  4. Menggunakan obat steroid tertentu dalam jangka panjang, baik diteteskan maupun diminum
  5. Punya riwayat cedera pada mata
  6. Memiliki mata minus yang tinggi yang tidak terkoreksi dengan kacamata atau operasi
  7. Memiliki mata plus yang tidak terkoreksi

Gejala Glaukoma

Jika Anda memiliki salah satu dari gejala glaukoma berikut, cari perawatan medis segera:

  1. Melihat lingkaran cahaya di sekitar lampu
  2. Kehilangan pengelihatan
  3. Kemerahan pada mata
  4. Mata yang terlihat kabur, terutama pada bayi yang mengalami pembengkakan kornea
  5. Mual atau muntah
  6. Nyeri di mata
  7. Penyempitan lapangan pandang, seperti melihat dari terowongan atau lubang kunci.

Diagnosis Glaukoma

Untuk mendiagnosis glaukoma, dokter mata akan memeriksa penglihatan mata dan memeriksa mata melalui pupil yang diperlebar dengan obat midriatikum. Pemeriksaan mata biasanya berfokus pada saraf optik, yang memiliki penampilan khusus untuk glaukoma, yaitu pelebaran rasio diskus optikus dari saraf optik. Bahkan, foto saraf optik juga dapat membantu menelusuri penyakit glaukoma dari waktu ke waktu.

Dokter juga akan melakukan prosedur yang disebut tonometri untuk memeriksa tekanan mata, dan tes bidang visual, jika perlu, untuk menentukan apakah ada kehilangan lapangan pandang. Jika hasil pemeriksaan tonometri (mengukur tekanan mata) menunjukkan peningkatan tekanan bola mata, maka prosedur midriasis (pelebaran pupil) untuk melihat saraf optik tidak boleh dilakukan.

Cara Mengobati Glaukoma 

Cara mengobati glaukoma dapat mencakup obat minum, tetes mata, operasi laser, atau operasi mikro.

1. Obat minum

Biasanya obat minum ini adalah obat untuk mengurangi cairan di dalam tubuh. Efek sampingnya adalah seseorang akan sering berkemih, dan kehilangan elektrolit tubuh. Untuk itu, biasanya konsumsi obat ini sering diiringi dengan konsumsi tablet yang mengandung elektrolit seperti tablet KCl

2. Obat tetes mata untuk glaukoma 

Ini baik mengurangi pembentukan cairan humor aqueous. Efek samping dari tetes glaukoma mungkin termasuk alergi, kemerahan pada mata, penglihatan kabur, dan iritasi mata. Beberapa obat glaukoma dapat memengaruhi jantung dan paru-paru. Pastikan pasien menceritakan tentang riwayat penyakit jantung maupun paru-paru

3. Operasi laser untuk glaukoma 

Operasi laser untuk glaukoma dilakukan untuk meningkatkan arus keluar cairan dari mata pada glaukoma sudut terbuka atau untuk menghilangkan penyumbatan cairan pada glaukoma sudut tertutup. Jenis operasi laser untuk glaukoma termasuk trabeculoplasty, di mana laser digunakan untuk membuka daerah drainase trabecular meshwork dan iridotomy, di mana lubang kecil dibuat di iris, yang memungkinkan cairan mengalir lebih bebas dan siklofotokoagulasi, di mana sinar laser diarahkan ke bidang lapisan tengah mata, untuk mengurangi produksi cairan

4. Operasi mikro untuk glaukoma

Dalam sebuah operasi yang disebut trabeculectomy sebuah saluran baru dibuat untuk mengalirkan cairan, sehingga mengurangi tekanan intraokular yang menyebabkan glaukoma. Kadang-kadang bentuk operasi glaukoma ini gagal dan harus diulang. Komplikasi lain dari prosedur mikro untuk glaukoma adalah kehilangan pengelihatan sementara maupun permanen, serta perdarahan atau infeksi.

Pencegahan Glaukoma

Glaukoma tidak dapat dicegah, tetapi jika didiagnosis dan diobati dini, penyakit ini dapat dikendalikan.

1. Perawatan mata secara teratur

Kontrol mata secara rutin dapat membantu mendeteksi glaukoma pada tahap awal sebelum kerusakan permanen terjadi. Sebagai aturan umum, lakukan pemeriksaan mata menyeluruh setiap empat tahun mulai usia 40 dan setiap dua tahun dari usia 65. Anda mungkin perlu lebih sering melakukan skrining jika Anda berisiko tinggi glaukoma. Minta pada dokter untuk merekomendasikan jadwal skrining yang tepat untuk Anda.

2. Cari tahu riwayat kesehatan mata keluarga Anda

Glaukoma cenderung terjadi karena diwariskan dari keluarga. Jika Anda berisiko tinggi, Anda mungkin perlu lebih sering melakukan skrining.

3. Berolahraga dengan aman

Olahraga ringan yang teratur dapat membantu mencegah glaukoma dengan mengurangi tekanan mata. Bicarakan dengan dokter tentang program olahraga yang tepat.

4. Gunakan obat tetes mata yang diresepkan secara teratur

Obat tetes mata glaukoma secara signifikan dapat mengurangi risiko bahwa tekanan mata yang tinggi akan berlanjut ke glaukoma. Agar efektif, tetes mata yang diresepkan oleh dokter perlu digunakan secara teratur bahkan jika Anda tidak memiliki gejala.

5. Pakai pelindung mata

Cedera mata yang serius dapat menyebabkan glaukoma. Kenakan pelindung mata saat berada di luar ruang, saat menggunakan alat listrik atau atau saat berolahraga.