Terbit: 8 Mei 2018 | Diperbarui: 9 Mei 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Apakah Anda sering mengonsumsi sayur yang disantan? Berbagai olahan makanan di Indonesia memang kerap menggunakan santan dalam berbagai masakananya, termasuk mencampurnya dengan sayur.

Masih Sehatkah Sayur yang Disantan?

Sebut saja sayur lodeh bersantan, gulai sayur pada masakan padang, dan olahan masakan sayur khas daerah lainnya. Kira-kira, masih sehatkah sayur yang diolah dengan menggunakan santan?

Santan adalah cairan hasil dari parutan daging kelapa yang diparut kemudian di peras. Rasanya yang gurih dan khas membuat santan kerap dipilih menjadi bahan baku berbagai masakan. Ternyata, santan termasuk dalam salah satu golongan sumber lemak, lho.

Oleh karena itu, santan kerap dianggap menjadi salah satu bahan makanan yang harus dibatasi konsumsinya. Jika sudah dicampurkan dengan bahan baku masakan lainnya, terutama sayur, masih baik kandungan gizinya?

Para pakar kesehatan dan gizi menyebutkan bahwa penggunaan santan dalam olahan masakan tidak banyak memengaruhi kandungan gizi bahan makanan lain, utamanya sayur. Hal ini akan terjadi apabila olahan masakan sayur diolah dengan:

1. Menggunakan santan yang tidak terlalu kental

Kandungan santan yang kental akan meningakatkan asupan lemak dalam tubuh. Hal ini menyebabkan manfaat dari konsumsi sayur akan berkurang. Berbagai pedoman kesehatan di Indonesia menganjurkan penggunaan santan cair yaitu ½ – 1 sendok makan santan cair untuk 4-5 sendok besar masakan sayur berdaun. Hal ini juga akan meningkatkan manfaat yang ada pada konsumsi sayur, ‘kan?

2. Menggunakan santan alami

Santan yang dianjurkan digunakan adalah santan alami dari buah kelapa segar yang bisa kita buat sendiri. Penggunaan santan kemasan tidak dianjurkan karena kandungan bahan tambahan yang meningkatkan risiko kesehatan tubuh secara umum.

3. Jangan masak sayur berulang kali

Kandungan vitamin dan serat yang ada pada sayur sangat mudah rusak dengan pemanasan berulang utamanya dengan media berlemak seperti santan.

Salah satu cara untuk mengurangi hal tersebut yaitu dengan membuat masakan bersantan secukupnya dan dihabiskan setelah masakan matang. Hindari membuat masakan bersantan dalam jumlah terlalu banyak agar kita tidak perlu memanaskannya berulang, ya!


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi