Terbit: 15 Februari 2020
Ditulis oleh: Mutia Isni Rahayu | Ditinjau oleh: dr. Jati Satriyo

Anda tentunya sudah tidak asing lagi dengan istilah gigi kelinci. Di Indonesia, memiliki gigi kelinci sering kali diidentikkan dengan paras yang lebih manis. Bahkan gigi  ini sempat menjadi tren yang membuat banyak orang ingin memilikinya. Apakah membuat gigi kelinci palsu berbahaya? Berikut adalah berbagai hal yang perlu Anda ketahui tentang gigi kelinci!

Hal yang Wajib Diketahui Tentang Gigi Kelinci Alami Maupun Buatan

Apa Itu Gigi Kelinci?

Istilah gigi kelinci merujuk pada dua gigi seri depan bagian atas yang memiliki ukuran lebih besar dan panjang dari gigi seri depan atas pada umumnya. Gigi seri depan bagian atas memang memiliki ukuran yang lebih besar dibandingkan gigi-gigi yang ada di sebelahnya. Namun pada pemilik gigi kelinci, bentuknya lebih terlihat.

Ukuran gigi yang lebih besar dibandingkan dengan gigi pada umumnya disebut dengan makrodontia dalam istilah medis. Makrodontia dapat menyebabkan seseorang memiliki satu atau dua gigi yang sangat besar di mulutnya. Terkadang, dua gigi dapat tumbuh bersama dan membentuk gigi yang sangat besar. Kasus lain menunjukkan gigi tunggal yang tubuh tidak normal.

Makrodontia terkadang menyebabkan seseorang memiliki kelenjar hipofisis lebih besar sehingga satu sisi wajahnya terlihat lebih besar. Namun makrodontia yang menyebabkan gigi ini umumnya tidak berbahaya dan umumnya tidak memengaruhi fungsi gigi.

Penyebab Gigi Kelinci atau Makrodontia

Penyebab makrodontia tidak dapat diketahui secara pasti. Namun menurut ahli, terdapat beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami makrodontia dan memiliki gigi kelinci seperti:

1. Faktor Genetik

Mutasi genetik yang mengatur pertumbuhan gigi dapat menyebabkan gigi tumbuh bersama atau tumbuh lebih besar dari biasanya. Hal ini disebabkan karena mutasi menyebabkan gigi tidak berhenti tumbuh di waktu yang tepat.

Terdapat beberapa kondisi genetik lain yang biasanya muncul dengan makrodontia seperti:

  • Sindrom otodental
  • Hemifacial hyperlapsia
  • Sindrom KBG
  • Sindrom Ekman-Westborg-Julin
  • Sindrom Rabson-Mendenhall
  • Sindrom XYY
  • Diabetes yang resisten terhadap insulin

2. Masa Kecil

Berbagai faktor yang terjadi pada masa kecil seseorang seperti pola makan, paparan racun atau radiasi, dan faktor lingkungan lainnya dapat memengaruhi kemungkinan seseorang mengembangkan makrodontia.

3. Ras

Beberapa ras seperti Asia, penduduk asli Amerika, dan penduduk asli Alaska adalah yang paling mungkin mengembangkan makrodontia jika dibandingkan dengan ras lainnya di dunia.

4. Jenis Kelamin

Para peneliti juga menemukan bahwa jenis kelamin laki-laki lebih umum mengalami makrodontia dibandingkan dengan perempuan.

5. Gangguan Hormon

Ketidakseimbangan hormon juga dapat berpotensi menyebabkan makrodontia. Masalah hormon, seperti yang berhubungan dengan kelenjar hipofisis dapat menyebabkan perkembangan dan ukuran gigi menjadi tidak teratur.

Perawatan Gigi Kelinci atau Makrodontia

Makrodontia dapat didiagnosis melalui pemeriksaan gigi dan rontgen gigi. Setelah mengetahui penyebabnya dan mendiagnosis makrodontia, dokter gigi akan menawarkan beberapa perawatan.

Apabila makrodontia tidak didasari oleh kondisi medis tertentu, umumnya dokter gigi akan menyarankan perawatan di dokter gigi estetika untuk membantu memperbaiki tampilan gigi.

Pilihan perawatan yang mungkin dilakukan untuk mengatasi makrodontia meliputi:

1. Perawatan Ortodontik

Perawatan ortodontik dapat membantu meluruskan gigi hingga memperluas rahang penggunaan alat bernama palate expander dapat meregangkan rahang sehingga gigi lebih pas di mulut. Penggunaan kawat gigi dan retainer juga dapat dilakukan untuk membantu merapikan gigi yang bengkok.

Rahang yang lebih lebar dan gigi yang lebih rapi dan lurus akan memberikan ruang yang lebih luas bagi setiap gigi dan mengurangi gigi yang mungkin berdesakan, sehingga gigi juga dapat terlihat lebih kecil. Jika Anda memerlukan perawatan ini, dokter gigi Anda akan merujuk Anda pada seorang ortodontis.

2. Teeth Shaving

Teeth shaving adalah metode untuk menghilangkan sebagian lapisan luar gigi dengan cara mengamplas gigi dengan alat tertentu. Hilangnya sebagian lapisan luar gigi ini dapat membantu membuat gigi menjadi lebih kecil.

Metode ini adalah salah satu yang dapat dilakukan untuk menghilangkan gigi kelinci. Namun teeth shaving tidak dapat dilakukan oleh semua orang. Apabila Anda memiliki gigi yang lemah, prosedur ini tidak disarankan karena dapat merusak bagian dalam gigi dan menyebabkan rasa sakit serta kerusakan permanen.

Sebelum melakukan prosedur ini, dokter gigi akan mengambil rontgen gigi Anda untuk memastikan gigi Anda cukup kuat untuk prosedur ini. Teeth shaving tidak akan terasa menyakitkan bagi Anda yang memiliki gigi yang sehat dan kuat.

3. Cabut Gigi

Perawatan lain yang mungkin dilakukan untuk mengatasi makrodontia dan gigi kelinci adalah cabut gigi. Gigi yang berukuran besar dapat dicabut kemudian digantikan dengan gigi palsu yang memiliki ukuran lebih normal.

Baca Juga: Scaling Gigi: Manfaat, Prosedur, Risiko

Trend Gigi Kelinci dengan Veneer Gigi Kelinci

Di satu sisi, ukuran gigi yang lebih besar yang mungkin menyebabkan terbentuknya gigi kelinci dianggap dapat mengganggu penampilan. Di sisi lain, sebagian orang yang tidak memiliki gigi kelinci alami justru tertarik untuk mencoba memiliki gigi ini.

Ya, meskipun gigi kelinci sebenarnya terbentuk secara alami, tapi bukan berarti gigi kelinci tidak dapat diciptakan oleh manusia. Salah satu prosedur paling populer yang dapat membantu Anda mendapatkan gigi kelinci adalah veneer gigi.

Awalnya veneer gigi dilakukan hanya sebagai perawatan untuk mencerahkan gigi. Namun belakangan banyak juga orang yang mencoba membentuk gigi kelinci dengan menggunakan prosedur ini.

Sebelum melakukan veneer gigi kelinci, berikut adalah hal-hal yang perlu Anda perhatikan!

Jenis dan Prosedur Veneer Gigi Kelinci

Veneer gigi pada dasarnya merupakan prosedur untuk memutihkan dan merapikan gigi dengan cara memasangkan lapisan veneer di atas gigi asli kita. Lapisan veneer dapat dipasangkan langsung pada gigi (direct veneer) dan dapat juga dicetak lebih dulu sebelum kemudian ditempelkan di gigi (indirect veneer).

Direct Veneer

Direct veneer menggunakan bahan resin komposit sebagai bahan veneer. Sebelumnya gigi akan dibersihkan, kemudian resin akan diaplikasikan langsung ke gigi Anda. Lapisan resin tambahan dibutuhkan untuk membentuk gigi sesuai dengan panjang dan bentuk yang diinginkan, termasuk jika ingin membentuk gigi kelinci.

Setelah resin selesai dibentuk, resin akan dikeraskan menggunakan laser atau cahaya. Setelah dipastikan bentuk dan posisi veneer susah sesuai, veneer akan dipoles untuk mendapatkan hasil yang lebih sempurna.

Indirect Veneer

Jenis veneer ini menggunakan bahan porselen dan membutuhkan waktu untuk proses pencetakan veneer sebelum dipasangkan di gigi. Pertama-tama dokter gigi akan menghilangkan sebagian lapisan enamel gigi Anda, untuk kemudian nanti digantikan dengan lapisan veneer.

Setelah lapisan enamel dihilangkan sebagian, dokter akan mencetak gigi Anda untuk memastikan bentuk veneer yang dibutuhkan. Setelah kurang lebih satu minggu, cetakan veneer sudah jadi dan siap dipasangkan di gigi Anda.

Dokter akan memulai pemasangan veneer porselen dengan membersihkan gigi Anda, memastikan tidak akan ada kotoran yang terselip antara gigi dan veneer karena dapat menyebabkan infeksi.

Setelah itu dokter gigi akan memasangkan veneer pada gigi. Jika dibandingkan dengan veneer menggunakan resin komposit, jenis veneer ini umumnya lebih awet dan tahan lama, namun harganya juga jauh lebih mahal.

Risiko Veneer Gigi Kelinci

Prosedur veneer bukan tanpa risiko. Berikut adalah beberapa risiko yang mungkin terjadi akibat prosedur veneer gigi:

  • Gigi menjadi lebih sensitif. Prosedur veneer melibatkan penipisan email gigi. Hal ini dapat meningkatkan sensitivitas gigi, terutama pada makanan dan minuman yang panas dan dingin.
  • Veneer dapat rusak dan terlepas. Anda dapat menghindari risiko ini dengan cara menghindari menggigit makanan atau benda keras.
  • Warna veneer dapat berbeda dengan warna gigi asli. Sebelum pasang gigi kelinci, sebaiknya lakukan juga prosedur memutihkan gigi atau Anda juga dapat memasang veneer ke seluruh gigi.
  • Kurang cocok dengan wajah Anda. Tidak semua orang memiliki wajah yang cocok untuk gigi kelinci. Mengingat gigi kelinci Anda bukan merupakan gigi alami, ketidakcocokan antara wajah Anda dan gigi kelinci bisa saja terjadi.
  • Pemasangan veneer gigi tidak dapat dibatalkan. Apabila veneer dipasang dengan kurang pas, veneer tidak dapat dilepaskan kembali. Maka dari itu, pastikan veneer Anda dipasang oleh dokter gigi profesional yang sudah terlatih dalam memasang veneer.

Baca Juga: Veneer Gigi – Manfaat, Risiko, Biaya

Merawat Hasil Veneer Gigi Kelinci

Proses pemulihan dari pemasangan veneer gigi tidak membutuhkan waktu yang lama. Apabila anestesi digunakan sebelum prosedur veneer, Anda sudah dapat segera makan dan minum setelah obat bius hilang.

Veneer berbahan resin dapat bertahan selama kurang lebih 2 tahun. Sedangkan untuk veneer porselen dapat bertahan 10 hingga 15 tahun. Jika ingin veneer gigi kelinci bertahan hingga waktu yang lama, tentunya Anda harus merawat gigi dengan baik.

Berikut adalah beberapa langkah yang dapat dilakukan agar veneer dapat awet:

  • Tidak menggigit dan mengunyah benda keras seperti es batu, kuku jari, dan benda keras lainnya.
  • Jangan menggunakan gigi untuk membuka kemasan.
  • Cobalah untuk tidak mengunyah dengan menggunakan gigi depan. Apabila makanan keras, hanya gunakan gigi belakang Anda untuk mengunyah. Jika ingin makan makanan yang agak keras seperti coklat, sebaiknya potong lebih dulu menggunakan pisau.
  • Jika Anda memiliki kebiasaan menggeretak gigi saat tidur, gunakan retainer gigi untuk melindungi veneer Anda.
  • Gunakan pelindung mulut selama Anda sedang berolahraga.
  • Jangan lupa untuk memeriksakan kondisi Anda secara rutin ke dokter gigi untuk memastikan kesehatan gigi dan memastikan tidak ada masalah yang terjadi pada veneer gigi Anda.

Harga Veneer Gigi Kelinci

Biaya pasang gigi kelinci dengan prosedur veneer tentunya berbeda-beda di setiap rumah sakit dan klinik gigi. Harganya dapat berkisar dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah untuk setiap gigi yang dipasangi veneer.

Melihat pada kualitasnya, direct veneer memakan biaya yang jauh lebih murah dibandingkan indirect veneer. Namun tentunya keduanya juga memiliki kualitas yang berbeda. Indirect veneer sepertinya juga merupakan pilihan yang lebih mudah jika tujuan Anda adalah membentuk gigi kelinci.

Sebelum Anda melakukan veneer gigi kelinci, konsultasikan lebih dulu dengan dokter tentang berbagai risiko dan manfaat dari prosedur ini. Prosedur ini tidak terlalu direkomendasikan bagi Anda yang memiliki masalah pada gigi. Apabila Anda memiliki gangguan gigi tertentu, sebaiknya fokus lebih dulu pada perawatan gigi Anda hingga sehat.

Jadi, apakah Anda termasuk orang yang ingin menghilangkan gigi kelinci atau justru ingin memilikinya? Apapun pilihan Anda, pastikan setiap jenis perawatan gigi yang Anda pilih telah Anda pahami risiko dan manfaatnya.

Hal yang lebih penting untuk diperhatikan daripada hanya sekedar bentuk gigi adalah memastikan kesehatan gigi dengan cara merawat gigi dengan baik. Salah satunya adalah dengan cara menggosok gigi dua kali sehari, setelah sarapan dan juga sebelum tidur.

 

  1. Anonim. 2017. Dental Health and Veneers. https://www.webmd.com/oral-health/guide/veneers#1. (Diakses 15 Oktober 2019).
  2. Centerport. 2018. Direct or Indirect Veneers What’s the Difference?. https://centerportdental.com/direct-or-indirect-veneers-whats-the-difference/. (Diakses 15 Oktober 2019).
  3. Cirino, Erica. 2018. Are My Teeth Too Big?. https://www.healthline.com/health/big-teeth. (Diakses 15 Oktober 2019).
  4. Gotter, Ana. 2018. What to Know Before You Get Dental Veneers. https://www.healthline.com/health/dental-veneers.(Diakses 15 Oktober 2019).


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi