Penyebab Gigi Anak Rusak dan Cara Merawatnya

penyebab-gigi-anak-rusak-doktersehat

DokterSehat.Com – Gigi rusak pada anak rentan terjadi saat ia memasuki usia balita. Biasanya akan muncul warna kecoklatan atau kehitaman jika gigi anak rusak. Hal tersebut sangatlah mengganggu dari sisi kesehatan dan estetika.

Banyak orang tua yang merasa risih dengan kerusakan gigi yang terjadi pada anaknya. Apakah Anda juga merasakan demikian? Yuk, ketahui beberapa penyebab gigi anak rusak dan temukan juga cara merawat gigi anak yang sudah rusak.

Gigi rusak pada anak

Masalah gigi yang umumnya muncul pada anak adalah berupa karies gigi dan gigi berlubang. Kerusakan berupa karies gigi adalah jenis kerusakan gigi yang sering terjadi pada anak-anak.

Anak yang mengalami karies gigi biasanya tidak mendapatkan perawatan kesehatan gigi yang sangat baik sejak dini. Jika gigi anak rusak karena karies gigi akan ditandai dengan adanya bercak putih lalu berubah menjadi bercak coklat hingga menghitam.

Karies gigi akan merusak penampilan lucu si kecil. Sering kali, senyum indahnya terganggu karena kemunculan bercak kecoklatan atau kehitaman pada gigi. Lambat laun, bercak tersebut akan membuat gigi anak tanggal.

Gigi anak juga bisa rusak karena adanya lubang. Jika gigi anak berlubang maka akan menimbulkan rasa nyeri yang mengganggu pola tidur dan makan anak. Kedua masalah gigi tersebut sama-sama mengganggu kesehatan dan estetika gigi anak.

Penyebab gigi anak rusak

Gigi anak rusak terjadi bukan dalam sekejap atau tanpa alasan. Ada beberapa hal yang menjadi penyebab gigi anak rusak. Kenalilah beberapa penyebab ini sehingga Anda dapat mengetahui kerusakan gigi anak dengan lebih jelas.

Berikut ini adalah beberapa penyebab gigi anak rusak:

1. Minum susu dari botol sambil tiduran

Penyebab utama yang sering membuat gigi anak rusak adalah penggunaan botol sebagai media pemberian susu pada anak. Terlebih lagi, jika susu tersebut adalah susu formula yang memiliki rasa manis.

Anak yang meminum susu formula lewat botol dan sambil tiduran cenderung memiliki gigi yang rusak. Hal ini dikarenakan rasa manis di dalam susu menandakan adanya kandungan gula yang merupakan makanan bagi bakteri mulut yaitu Streptococcus mutans.

Penggunaan botol membuat gigi anak terus diselimuti oleh gula. Jika anak menyusu sambil tertidur maka akan terjadi pengasaman gigi lebih lama. Proses pengasaman itulah yang membuat gigi anak rusak dan mengalami karies gigi.

2. Mengonsumsi makanan manis

Gigi rusak pada anak juga bisa terjadi karena hobi mengonsumsi makanan manis. Beberapa makanan manis tersebut seperti cokelat, permen, biskuit, dan lainnya. Makanan manis sudah tentu mengandung gula.

Sisa-sisa makanan manis tersebut akan menjadi plak dan mengalami proses pengasaman oleh bakteri. Apabila anak memiliki lubang pada giginya, maka akan menyisakan makanan manis di dalam lubang gigi. Hal itu akan membuat bakteri lebih leluasa membuat kerusakan.

3. Tidak rajin menyikat gigi

Penyebab gigi anak rusak juga dikarenakan kelalaian untuk membiasakannya rajin menyikat gigi. Gigi seharusnya rajin disikat setelah makan pagi dan sebelum tidur malam. Kedua waktu tersebut adalah waktu yang sangat penting untuk merawat gigi.

Banyak ibu yang lalai untuk membiasakan anak menyikat gigi sebelum tidur malam padahal mulut anak telah penuh dengan sisa makanan. Waktu tidur malam merupakan waktu yang cukup panjang.

Jadi, jika anak tidak sikat gigi malam sedangkan mulutnya terdapat sisa makanan, maka bakteri akan melakukan pengasaman lewat plak dari sisa makanan. Sikat gigi sebelum tidur akan membersihkan sisa makanan dan gigi cenderung lebih sehat.

Baca Juga: 5 Penyebab Gigi Anak Berwarna Kuning

Cara merawat gigi anak yang sudah rusak

Tidak perlu bersedih jika gigi anak telah rusak. Hal yang perlu Anda lakukan adalah mengetahui cara merawat gigi anak yang telah rusak dan menerapkannya. Tindakan ini bisa memperbaiki kerusakan gigi anak tergantung pada tingkat keparahannya.

Di bawah ini adalah beberapa cara merawat gigi anak yang sudah rusak:

1. Membiasakan anak rajin menyikat gigi

Rajin menyikat gigi adalah tindakan merawat gigi anak yang mudah dan murah untuk dilakukan. Apabila kerusakan gigi anak masih ringan, maka upaya rajin menyikat gigi ini bisa memperbaiki kerusakan.

Biasakan anak untuk menyikat giginya setelah makan pagi dan sebelum tidur malam. Hal itu juga bisa mencegah perkembangan kerusakan gigi yang lebih parah. Plak-plak gigi akan bersih dan bakteri Streptococcus mutans tidak mendapatkan ‘makanan’ .

2. Tidak menggunakan botol

Kurangi penggunaan botol untuk mengonsumsi susu secara bertahap. Gantilah dengan gelas untuk minum susu. Selain itu, jangan biarkan anak minum air putih dengan menggunakan botol di malam hari.

Bahan plastik pada ujung nipple botol masih memiliki pengaruh terhadap kerusakan gigi. Latih anak untuk minum susu dan air putih melalui gelas. Ajaklah anak untuk selalu berkumur air matang setiap ia selesai minum susu agar sisa gula tidak menempel di gigi dan mulut.

3. Mengujungi dokter gigi

Cara merawat gigi anak yang sudah rusak memerlukan tindakan dokter gigi jika kerusakan cukup parah. Dokter gigi akan memberi keputusan yang tepat setelah melihat tingkat keparahan kerusakan gigi anak.

Ada kondisi di mana dokter gigi akan mengambil tindakan pemberian filling atau melakukan pencabutan gigi anak yang telah rusak. Anda juga bisa melakukan konsultasi mengenai perbaikan kondisi gigi anak pasca tindakan.

Baca Juga: 4 Obat Sakit Gigi Anak Alami Ini Pasti Ampuh

Mengapa gigi anak yang rusak harus dirawat?

Gigi anak yang rusak memang harus dirawat. Selain karena untuk alasan memperbaiki kerusakan, tindakan perawatan juga untuk mencegah perkembangan kerusakan yang lebih parah lagi.

Jangan pernah menyepelekan perihal gigi anak rusak. Hal ini dikarenakan kerusakan gigi anak bisa menjalarkan infeksi hingga ke otak. Selain itu, gigi anak yang rusak bisa memengaruhi asupan nutrisi dan perkembangan gigi permanennya kelak.