Terbit: 2 Oktober 2020
Ditulis oleh: Rhandy Verizarie | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Giardiasis adalah satu dari sekian banyak penyakit pencernaan akibat infeksi. Ketahui lebih lanjut mengenai gangguan pencernaan yang satu ini mulai dari ciri dan gejala, penyebab, hingga pengobatan dan pencegahannya.

Giardiasis: Gejala, Penyebab, Pengobatan, dll

Apa Itu Giardiasis?

Giardiasis adalah penyakit pencernaan yang mana dalam kasus ini, usus halus terkena infeksi. Infeksi tersebut dilakukan oleh parasit bernama Giardia Lamblia. Penyakit ini umumnya dialami oleh orang-orang yang tinggal atau beraktivitas di lingkungan dengan sanitasi yang buruk.

Seseorang bisa terkena penyakit ini apabila mengonsumsi makanan maupun minuman yang telah terkontaminasi parasit Giardia Lamblia tersebut. Giardiasis juga bersifat menular. Orang yang sehat bisa ikut terkena infeksi ini apabila pernah melakukan kontak fisik secara langsung dengan orang lain yang sudah lebih dahulu terinfeksi.

Ciri dan Gejala Giardiasis

Infeksi usus halus oleh parasit Giardia Lamblia ini ditandai oleh sejumlah gejala. Apa saja gejala dari giardiasis tersebut? Gejala yang hampir pasti akan dirasakan oleh penderitanya adalah sebagai berikut:

  • Diare
  • Sering kentut
  • Feses berlendir
  • Perut kembung
  • Kram perut
  • Mual
  • Muntah
  • Berat badan menurun
  • Tubuh terasa lelah
  • Sakit kepala
  • Perut terasa tidak nyaman

Gejala-gejala tersebut umumnya berlangsung selama 2-6 minggu. Akan tetapi, beberapa orang mungkin akan merasakan gejala dalam waktu yang lebih lama lagi.

Kapan Harus Periksa ke Dokter?

Segera periksakan diri Anda ke dokter apabila mengalami gejala-gejala yang mengarah pada giardiasis ini. Penanganan medis sedini mungkin perlu dilakukan guna memudahkan proses pengobatan dan penyembuhan, serta mencegah terjadinya komplikasi yang bisa saja membahayakan diri.

Penyebab Giardiasis

Penyebab giardiasis adalah infeksi parasit Giardia Lamblia (G. Lamblia). Parasit ini banyak ditemukan dalam kotoran hewan dan manusia. G. Lamblia juga dapat tumbuh dan berkembang secara baik di makanan, air, dan tanah yang terkontaminasi. Mikroorganisme tersebut pun bisa bertahan hidup di luar inang untuk jangka waktu yang lama.

Air adalah medium utama dari penyebaran infeksi usus halus ini. Air yang terkontaminasi bisa berada di bak mandi, kolam renang, spa, hingga danau.

Giardiasis yang diakibatkan dari konsumsi makanan jarang terjadi. Kendati demikian, tetap saja kemungkinan itu ada sehingga Anda juga harus tetap menjaga higienitas makanan yang hendak dikonsumsi. Kebersihan yang buruk saat menangani makanan atau mengonsumsi produk yang dibilas dengan air yang terkontaminasi dapat menyebabkan parasit menyebar dan masuk ke dalam tubuh.

Penyakit ini juga dapat menyebar melalui kontak pribadi. Misalnya, seks anal tanpa menggunakan kondom. Mengganti popok anak atau terkena parasit saat bekerja di pusat penitipan anak juga merupakan cara umum untuk terinfeksi.

Faktor Risiko Giardiasis

Penyakit ini dapat menyerang siapa saja, namun akan lebih berisiko jika:

  • Sanitasi—terutama air—buruk. Giardiasis merajalela di mana pun sanitasi tidak memadai atau air tidak higienis sehingga berbahaya jika sampai ter Seseorang berisiko terkena gardiasis jika bepergian ke tempat-tempat di mana penyakit tersebut biasa terjadi, terutama apabila tidak berhati-hati dengan apa yang dimakan dan diminum. Daerah pedesaan atau hutan belantara menjadi lokasi-lokasi yang paling rawan.
  • Seks anal. Melakukan seks anal tanpa menggunakan kondom meningkatkan risiko infeksi Giardia Lamblia, serta infeksi menular seksual.
  • Anak-anak. Infeksi Giardia jauh lebih sering terjadi pada anak-anak daripada pada orang dewasa. Anak-anak lebih mungkin bersentuhan dengan kotoran, terutama jika mereka memakai popok, menggunakan toilet, atau menghabiskan waktu di pusat penitipan anak. Orang yang tinggal atau bekerja dengan anak kecil juga berisiko lebih tinggi terkena infeksi giardia.

Diagnosis Giardiasis

Diagnosis giardiasi dibagi ke dalam 3 (tiga) tahapan pemeriksaan. Tahap pemeriksaan tersebut meliputi:

  • Anamnesis
  • Pemeriksaan fisik
  • Pemeriksaan penunjang

1. Anamnesis

Pertama-tama, dokter ingin mengetahui riwayat medis pasien. Untuk itu, dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan kepada pasien. Pertanyaan yang biasanya diberikan adalah:

  • Gejala apa saja yang dirasakan?
  • Sudah berapa lama gejala muncul?
  • Apakah pernah mengalami kondisi ini sebelumnya? Jika ya, seberapa sering?
  • Bagaimana kondisi lingkungan tempat tinggal, termasuk sanitasinya?
  • Makanan dan minuman apa saja yang akhir-akhir ini dikonsumsi?

Berikan informasi sejelas mungkin kepada dokter mengenai kondisi yang tengah dialami. Informasi yang jelas akan membantu dokter dalam menentukan penyebab dari gejala-gejala yang dirasakan tersebut.

2. Pemeriksaan Fisik

Selanjutnya, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik. Pada tahap ini, dokter akan mengukur berat badan pasien. Selain itu, dokter mungkin juga akan menekan area perut pasien untuk mencari tahu apakah memang ada abnormalitas yang mengarah pada giardiasis ini.

3. Pemeriksaan Penunjang

Untuk memperkuat hasil diagnosis, pemeriksaan penunjang juga biasanya dibutuhkan. Pemeriksaan penunjang yang dimaksud yakni dengan uji laboratorium terhadap sampel feses pasien.

Dokter akan meminta pasien untuk memberikan sampel pasien. Setelah itu, sampel feses akan dianalisis lebih lanjut di laboratorium guna melihat apakah ada parasit di dalam feses tersebut yang mana ini artinya pasien memang terkonfirmasi mengalami giardiasis.

Pengobatan Giardiasis

Pengobatan infeksi usus halus dilakukan dengan cara memberikan obat-obatan. Obat-obatan yang dimaksud adalah sebagai berikut:

  • Metronidazole
  • Tinidazole
  • Nitazoxanide

Dosis obat yang diberikan bisa berbeda-beda, tergantung dari keputusan dokter dengan memerhatikan kondisi pasien. Pastikan untuk menggunakan obat sesuai dengan resep yang telah ditentukan oleh dokter Anda guna mencegah terjadinya overdosis yang bisa saja menimbulkan reaksi berbahaya pada tubuh.

Komplikasi Giardiasis

Infeksi Giardia hampir hampir tidak pernah menimbulkan komplikasi yang bersifat fatal. Akan tetapi, penyakit ini dapat menyebabkan gejala yang menetap dan komplikasi yang serius terutama pada bayi dan anak-anak.

Komplikasi yang paling umum meliputi:

  • Dehidrasi
  • Malnutrisi
  • Intoleransi laktosa

Pencegahan Giardiasis

Dikarenakan penyakit ini terkait dengan kebersihan yang kurang terjaga—atau bahkan tidak terjaga—maka cara mencegahnya adalah tentu saja dengan menjaga kebersihan. Beberapa hal yang perlu Anda terapkan guna melindungi diri dari penyakit ini adalah:

  • Rajin cuci tangan, terutama saat ingin makan.
  • Hindari menelan air yang ada di kolam renang, sungai, atau danau.
  • Gunakan botol minuman sendiri saat bepergian ke tempat-tempat yang berisiko.
  • Terapkan aktivitas seksual yang sehat dan aman.

 

  1. Anonim. Giardia Infection. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/giardia-infection/symptoms-causes/syc-20372786 (diakses pada 2 Oktober 2020)
  2. CDC. What is Giardiasis? https://www.cdc.gov/parasites/giardia/general-info.html (diakses pada 2 Oktober 2020)
  3. Delgado, A. 2018. Giardiasis. https://www.healthline.com/health/giardiasis (diakses pada 2 Oktober 2020)


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi