Amankah Melihat Gerhana Bulan dengan Mata Telanjang?

gerhana_bulan_doktersehat_1
Photo Source: Twitter.com/SPACEdotcom

DokterSehat.Com– Ada banyak sekali mitos yang menyertai gerhana bulan. Salah satunya adalah larangan bagi ibu hamil untuk melihatnya atau sebaiknya tidak melihatnya dengan mata telanjang, apalagi gerhana bulan yang muncul nanti malam adalah gerhana bulan dengan warna merah darah yang sepertinya cukup menakutkan. Sebenarnya, boleh tidak sih melihat gerhana bulan dengan mata telanjang?

Dilansir dari Times of India, pakar kesehatan menyebutkan bahwa tidak masalah untuk melihat gerhana bulan dengan mata telanjang. Gerhana bulan berbeda dengan gerhana matahari yang bisa membahayakan penglihatan. Hal ini disebabkan oleh cahaya bulan yang cenderung tidak seterang sinar matahari dan hanya berupa pantulan saja.

Dengan adanya fakta ini, kita tidak perlu memakai kacamata khusus untuk melihat gerhana bulan, baik itu saat gerhana masih dalam kondisi sebagian ataupun saat sudah mencapai fase total. Hal ini berarti, bulan telah berada di dalam bayangan bumi dan tidak akan ada cahaya lagi yang bisa dipantulkan oleh bulan sehingga tentu akan aman untuk dilihat.

Sebagai informasi, pada malam nanti, 27 Juli hingga 28 Juli dini hari, akan terjadi gerhana bulan merah darah yang bisa kita nikmati. Waktu terjadinya gerhana ini juga cukup lama, yakni sekitar 1 jam 43 menit. Gerhana bulan yang terjadi dalam waktu yang sangat lama ini sangatlah jarang terjadi sehingga tentu akan sayang untuk dilewatkan.

Hanya saja, mengingat waktu puncak dari gerhana bulan ini adalah di dini hari, ada baiknya memang kita tidur lebih awal agar tetap mendapatkan waktu tidur yang cukup. Dengan melakukan hal ini, tubuh akan tetap bugar dan kita tidak akan mudah mengantuk di siang harinya.