Terbit: 27 Oktober 2019
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Kita tentu pernah mendengar kelakar bahwa orang-orang yang cenderung semakin gemuk adalah orang-orang yang berbahagia. Apakah kelakar ini memang sesuai dengan fakta kesehatan?

Gemuk Tanda Bahagia, Benarkah?

Gemuk Adalah Tanda Bahagia

Pakar kesehatan menyebut gemuk ternyata memang terkait dengan kesehatan psikis yang lebih baik. Meski sering diolok-olok orang dengan penampilan tubuh lebih ideal. Kondisi mental mereka sebenarnya jauh lebih baik dibandingkan dengan orang kurus. Mereka cenderung bebas menikmati kehidupan, baik itu makanan, suasana, dan berbagai hal lainnya dengan lebih baik.

Orang yang gemuk bebas bisa mengonsumsi makanan tanpa khawatir berlebihan akan mengalami kenaikan berat badan atau perubahan penampilan sebagaimana yang dialami oleh kebanyakan orang yang kurus. Hal ini ternyata bisa memberikan pengaruh positif bagi kebahagiaannya.

Penelitian yang dilakukan para ahli dari McMaster University, Kanada, membuktikan hal ini. Saat mereka mengecek kaitan antara berat badan dengan depresi, dihasilkan fakta bahwa orang-orang yang gemuk cenderung lebih bahagia dibandingkan dengan yang kurus. Alasan dari hal ini adalah orang gemuk cenderung memiliki kehidupan lebih menyenangkan dan tidak khawatir berlebihan dengan kondisi berat badannya.

Fakta ini terungkap setelah para peneliti mengecek sampel DNA dari 17.200 partisipan dari 21 negara. Sampel-sampel ini membuktikan bahwa berat badan bisa menandakan risiko depresi dengan signifikan.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku PTH - Advertisement

“Kami berpikir bahwa depresi dan obesitas memang terkait dengan aktivitas otak,” ucap salah satu peneliti yang terlibat, Prof. David Meyre.

Meskipun begitu, bukan berarti kebahagiaan yang didapatkan karena memiliki berat badan yang gemuk selalu baik. Sudah menjadi rahasia umum jika kegemukan bisa berimbas pada kenaikan risiko terkena beberapa penyakit berbahaya. Kita pun sebaiknya menjaga berat badan tetap ideal atau menurunkan berat badan demi mencegah penyakit-penyakit tersebut.

Beberapa Cara Sehat Menurunkan Berat Badan

Terdapat beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk menurunkan berat badan dengan aman sehingga bisa mendukung kondisi kesehatan tubuh dengan maksimal.

Berikut adalah cara-cara tersebut.

  1. Mencukupi Kebutuhan Air Putih

Minum air secara teratur tak hanya akan membuat kita mencegah dehidrasi dan menjaga keseimbangan cairan tubuh. Dalam realitanya, minum air secara teratur juga bisa membantu menurunkan berat badan. Jika kita minum air sebelum makan atau sebelum ngemil, maka kita tidak akan mudah makan dengan porsi yang berlebihan.

  1. Berjalan Kaki Setelah Makan

Jika kita mau menyempatkan diri untuk berjalan kaki setidaknya 10 menit setelah makan, bukannya hanya duduk-duduk atau bahkan tiduran, maka akan membuat laju pencernaan dan metabolisme meningkat. Hal ini akan membantu menjaga kadar gula darah dan mencegah terjadinya penumpukan lemak.

  1. Mencukupi Kebutuhan Serat

Tak hanya memperbanyak asupan buah-buahan sebagai camilan, kita juga sebaiknya mengonsumsi sayuran yang tinggi serat setiap hari. Selain itu, kita juga bisa mengganti menu makanan dengan gandum seperti saat pagi hari demi membantu perut kenyang namun bisa membantu menurunkan berat badan dengan efektif.

  1. Lebih Baik Makan di Rumah

Alih-alih sering melakukan wisata kuliner, akan jauh lebih baik jika kita lebih sering makan di rumah jika ingin menjaga berat badan. Hal ini disebabkan oleh pilihan makanan yang jauh lebih baik dan kemampuan untuk menjaga porsi makanan agar tidak berlebihan saat mengonsumsinya.

  1. Kendalikan Stres

Orang yang mudah stres cenderung mudah lapar dan mudah tertarik makan apa saja tanpa mengecek apakah makanan tersebut sehat atau tidak. Dengan mengendalikan stres, maka kita pun bisa menjaga pola makan dengan lebih baik.

 

Sumber:

  1. Sonny, Julian. 2012. Study: Fat People Are Happier Than Skinny People. elitedaily.com/news/world/study-fat-people-happier-skinny-people. (Diakses pada 27 Oktober 2019).


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi