Terbit: 6 Agustus 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Gempa Lombok dengan kekuatan 7.0 SR meluluh-lantakkan pulau yang dikenal dengan keindahannya ini. Hingga saat ini, setidaknya 91 korban jiwa dilaporkan meninggal dunia. Sayangnya, jumlah korban sepertinya akan bertambah mengingat banyak bangunan runtuh yang sepertinya menimpa banyak orang di dalamnya.

Gempa Lombok, RSUD di Lombok Utara Lumpuh

Tak hanya bangunan berupa rumah, bangunan penting seperti rumah sakit juga mengalami kerusakan. Salah satu rumah sakit yang ada di Lombok Utara, salah satu kabupaten yang mengalami kerusakan yang sangat parah, bernama RSUD Tanjung mengalami kerusakan berat sehingga membuat aktivitasnya lumpuh.

“RS Tanjung tak bisa lagi berfungsi. Lumpuh. Bangunannya rusak berat dan dikhawatirkan membahayakan pasien dan tenaga medis. Disana, banyak tenaga medis yang juga menjadi korban,” ungkap Achmad Yurianto, Kepala Pusat Penanggulangan Krisis Kesehatan Kemenkes RI.

Melihat adanya fakta ini, Kemenkes pun mengerahkan 180 personel untuk menyediakan RS Lapangan di wilayah Lombok Utara. Selain itu, 20 personel lainnya dikerahkan untuk Pusat Krisis Kesehatan yang diharapkan bisa membantu pasien dan keluarganya di rumah sakit tenda-tenda darurat.

“Sebelum gempa, RSUD Tanjung sedang merawat 64 pasien. Setelah gempa, pasien-pasien ini langsung dipindah ke tenda darurat yang ada di halaman,” lanjut Achmad.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Tempo Scan Baby Fair - Advertisement

Tim medis dari RSUP Sanglah dan RS Sardjito sudah sampai ke wilayah Lombok Utara untuk membantu penanganan pasien. Para korban gempa juga sudah diungsikan ke wilayah yang aman dekat dengan tempat tinggalnya.

“Korban diungsikan dekat dengan rumah saja karena kebun milik mereka tidak rusak dan masih ada ternak yang harus dipelihara. Mereka tak perlu mengungsi jauh sebagaimana saat bencana gunung api meletus,” pungkas Achmad.


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi