Terbit: 23 April 2019
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Kopi kini telah menjadi minuman yang digemari oleh banyak orang, khususnya anak muda. Kopi bahkan dianggap sebagai pelengkap gaya hidup, khususnya saat nongkrong bersama teman-teman di kedai atau tempat-tempat lainnya. Hanya saja, banyak orang yang mengaku merasakan sensasi gemetaran atau bahkan jantung berdebar-debar setelah meminumnya. Apakah hal ini menandakan sesuatu yang berbahaya?

Gemetaran Setelah Minum Kopi? Bisa Jadi Ini Penyebabnya

Penyebab gemetaran setelah minum kopi

Banyak orang yang langsung mengaitkan sensasi gemetaran, jantung berdebar-debar, hingga sensasi gelisah ini sebagai tanda bahwa jantung kita sedang bermasalah, namun menurut pakar kesehatan, hal ini belum tentu benar. Memang, terkadang kopi bisa mempengaruhi denyut jantung namun seringkali efeknya lebih ke lambung.

Jika lambung kita tidak mampu menetralisir sifat asam dari kafein, maka tubuh akan mengeluarkan gejala berupa jantung yang berdebar-debar. Untuk mengatasinya, kita hanya tinggal menghentikan minum kopi dan memposisikan tubuh dalam kondisi rileks. Biasanya, gejala berdebar-debar atau gemetaran ini akan hilang dengan sendirinya.

Bisa jadi terkait dengan overdosis kafein

Kafein ternyata juga bisa mempengaruhi sistem saraf pusat yang ada di dalam otak. Jika kita mengonsumsinya dalam jumlah yang berlebihan, maka sistem saraf pusat akan bekerja dengan lebih keras. Hal ini akan berimbas pada otot-otot tubuh yang kemudian berkontraksi sehingga menyebabkan sensasi gemetaran.

Karena alasan inilah, kita sebaiknya mulai memperhatikan konsumsi kopi harian jika mulai merasakan gejala gemetaran. Normalnya, manusia bisa mengonsumsi 2 hingga 4 cangkir kopi, namun jika kita sudah mengalami gejala ini meski baru meminum 2 cangkir kopi, bisa jadi tubuh kita memang lebih sensitif pada kafein sehingga sebaiknya mengurangi konsumsi hariannya.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku PTH - Advertisement

Efek samping lain dari kebiasaan minum kopi

Selain menyebabkan sensasi gemetaran atau jantung berdebar-debar, pakar kesehatan menyebut ada beberapa efek samping lain yang bisa didapatkan setelah minum kopi.

Berikut adalah efek samping tersebut.

  1. Nyeri pada perut

Jika kita mengonsumsi kopi terlalu banyak, maka perut akan terpapar sifat asam dan kafein yang cukup tinggi. Masalahnya adalah kandungan ini bisa memicu iritasi pada lambung dan dinding usus halus. Hal ini akan menyebabkan munculnya gejala seperti kram perut, diare, atau bahkan sembelit.

  1. Menyebabkan sensasi panas dalam

Kandungan kafein di dalam kopi bisa mempengaruhi kondisi esophagus atau kerongkongan bagian bawah. Hal ini akan menyebabkan kemunculan asam klorida yang memicu sensasi panas dalam. Hal ini tentu akan membuat tubuh terasa tidak nyaman.

  1. Menyebabkan terganggunya penyerapan nutrisi

Kandungan di dalam kopi mampu mempengaruhi proses penyerapan makanan dengan signifikan. Hal ini disebabkan oleh terangsangnya usus untuk berkontraksi sehingga membuat laju makanan lebih cepat. Usus pun tidak akan sempat menyerap nutrisi makanan dengan maksimal. Hal ini ternyata bisa menyebabkan kekurangan mineral yang akhirnya mempengaruhi kinerja ginjal.

  1. Menyebabkan kenaikan asam lambung

Jika kita terbiasa minum kopi saat perut masih kosong, maka risiko untuk mengalami kenaikan asam lambung atau gejala maag akan meningkat. Pakar kesehatan menyarankan kita untuk mengonsumsi sedikit makanan sebelum meminumnya di pagi hari.

  1. Bisa memicu stres

Pakar kesehatan tidak merekomendasikan kita untuk minum kopi jika pikiran sedang stres. Hal ini disebabkan oleh kandungan di dalam kopi yang mampu membuat hormon kortisol, norepinefrin, serta epinefrin meningkat. Hormon ini justru akan membuat stres semakin parah dan gelisah.

  1. Menurunkan kepadatan tulang

Terlalu banyak minum kopi bisa menurunkan kadar kalsium di dalam tubuh yang akhirnya membuat kepadatan tulang menurun. Risiko terkena osteoporosis pun akan meningkat.

Melihat fakta-fakta ini, sebaiknya memang kita mengonsumsi kopi dengan porsi dan frekuensi yang wajar demi mencegah datangnya efek samping.


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi