Terbit: 14 September 2018 | Diperbarui: 4 November 2019
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Banyak orang yang sengaja minum  kopi di pagi hari demi mengatasi rasa kantuk dan membuat tubuh menjadi lebih bersemangat untuk melakukan berbagai aktivitas. Hanya saja, banyak orang yang mengaku mengeluhkan sensasi tubuh gemetaran setelah mengonsumsinya. Sebenarnya, apakah hal ini adalah tanda bahaya bagi kesehatan?

Gemetar Setelah Minum Kopi, Berbahayakah?

Kafein di dalam kopi mampu memberikan efek seperti stimulan yang merangsang sistem saraf pusat yang ada di dalam otak. Sebagai informasi, sistem saraf pusat memiliki fungsi memberikan perintah bagi seluruh fungsi dan sistem yang ada di dalam tubuh. Dengan adanya pengaruh dari kafein, maka kemampuan sistem saraf pusat ini juga bisa saja mengalami efek samping.

Biasanya, efek samping dari kafein ini adalah tangan atau bahkan seluruh tubuh yang gemetaran. Efek ini terjadi jika kita sudah terlalu banyak minum kopi atau minuman dengan kandungan kafein setiap hari. Meskipun begitu, terdapat sebagian kecil orang yang cenderung sensitif dengan kafein sehingga langsung mengalami efek samping ini meski baru sedikit minum kopi. Kondisi cemas atau stres saat minum kopi juga bisa menjadi pemicunya.

Lantas, apakah gemerataran setelah minum kopi menandakan bahaya bagi kesehatan? Pakar kesehatan menyebut hal ini tidak berbahaya dan akan hilang dengan sendirinya setelah kafein tercerna habis oleh tubuh. Hanya saja, jika sensasi gemetaran ini terus muncul, ada baiknya kita memeriksakan kondisi kesehatan ke dokter karena bisa jadi menandakan masalah kesehatan lainnya.

Jika memang badan sudah gemetaran, ada baiknya kita berhenti mengonsumsi kopi. Agar tidak sampai mengalami efek samping ini, ada baiknya kita membatasi konsumsi kopi maksimal dua cangkir saja dalam sehari dan membatasi asupan minuman berkafein lain seperti minuman berenergi, minuman bersoda, dan teh.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Darlie - Advertisement


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi