Terbit: 29 Juni 2021 | Diperbarui: 30 Juni 2021
Ditulis oleh: Muhamad Nuramdani | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Gejala virus Corona varian baru yang tidak biasa telah terdeteksi di Indonesia akibat masuk dari beberapa negara, seperti Inggris dan India. Varian COVID-19 terbaru termasuk Alfa, Beta, Gamma, Epsilon, Delta, dan masih banyak lainnya. Selengkapnya kenali gejala-gejala COVID-19 varian baru di bawah ini!

10 Gejala Virus Corona Varian Baru yang Perlu Anda Kenali!

Gejala Virus Corona Varian Baru

Varian virus Corona baru dikatakan menimbulkan sejumlah tanda mirip flu, dan juga tanda-tanda yang tidak biasa. Sejak virus mulai menginfeksi pernapasan pada kebanyakan orang, tanda-tanda klasik infeksi, seperti pilek, demam, batuk, atau kehilangan penciuman.

Namun, dengan temuan mengejutkan dari varian virus Corona yang lebih baru, diduga bahwa mutasi mungkin mulai menyerang tubuh dengan cara yang berbeda dan menimbulkan gejala yang berbeda juga.

Berikut ini gejala virus Corona varian baru:

1. Diare dan Infeksi Saluran Pencernaan

Virus Corona yang telah bermutasi semakin kompleks menyerang sistem kekebalan tubuh, salah satunya berimbas pada masalah pencernaan. Orang yang mengalami diare selama beberapa hari kemungkinan terinfeksi COVID-19.

Sedangkan tanda infeksi saluran pencernaan terkait dengan varian baru COVID-19, termasuk muntah, sakit perut, sering buang air besar, dan kehilangan rasa lapar. Anda harus mewaspadai tanda gejala COVID-19 terbaru tersebut. 

2. Lesu dan Kelelahan

Selain batuk dan sakit tenggorokan, para ahli Inggris telah mengamati bahwa kebanyakan pasien COVID-19 melaporkan mengalami kelemahan sebagai salah satu tanda awal infeksi. Sementara kelelahan adalah tanda umum dengan infeksi virus apa pun, dalam kasus COVID-19.

Salah satu alasan utama pusing dan kelelahan mengganggu adalah adanya sitokin, yang dihasilkan dalam sistem kekebalan tubuh sebagai reaksi terhadap infeksi di dalam tubuh. Efek samping yang sama, melawan patogen bisa membuat tubuh merasa kelelahan.

Kedua, karena COVID-19 sebagai infeksi yang berdiri sendiri dapat menimbulkan sejumlah gejala, kelelahan sering kali juga dapat terjadi oleh hal yang sama.

3. Pusing dan Kelemahan

Dalam banyak kasus, gejala neurologis infeksi juga dapat menyebabkan gejala seperti pusing, kelelahan, malaise, dan mual. Kondisi yang juga membuat gejalanya sangat membingungkan adalah sulit untuk memastikan apakah kelelahan akibat COVID-19 atau hal lain.

Oleh karena itu, satu-satunya cara untuk mengatasi kelelahan dan kelemahan adalah dengan perawatan dan istirahat yang cukup. Hindari olahraga berat, kelelahan berlebihan, dan secara keseluruhan. Semakin keras membebani tubuh, semakin lama pemulihan.

4. Nyeri Otot dan Badan

Gejala virus Corona varian baru yang semakin umum adalah nyeri otot dan sakit. Jumlah kasus yang menunjukkan tanda-tanda sakit yang meningkat berlipat ganda.

Penyebab utama nyeri otot dan nyeri tubuh muncul adalah myalgia, yang terjadi akibat virus yang menyerang serat otot dan lapisan jaringan penting.

Peradangan yang meluas juga dapat menyebabkan nyeri sendi, kelemahan dan nyeri tubuh selama infeksi. Jika nyeri otot berkembang, akan merasa sulit untuk melakukan aktivitas lain.

5. Gangguan Pendengaran

Mengalami gangguan pendengaran juga menjadi salah satu gejala infeksi COVID-19 gelombang kedua. Gangguan pendengaran ini berkisar dari yang ringan, sedang, hingga parah yang mengakibatkan gangguan pendengaran secara tiba-tiba atau suara berdengung di telinga atau disebut tinnitus.

Kondisi tersebut mulai muncul pada awal minggu pertama infeksi dan akan sembuh dalam jangka waktu tertentu.

Baca Juga: 10 Komplikasi Virus Corona yang Mungkin Terjadi

6. Mulut Kering

Tanda dan gejala COVID-19 varian baru awalnya adalah mulut kering, karena rongga mulut merupakan awal masuk yang potensial untuk virus COVID-19. Virus bisa menyerang jaringan tubuh dan selaput lendir atau mukosa yang melapisi rongga mulut. Kondisi ini dapat mengakibatkan produksi air liur berkurang dan mulut menjadi kering.

Selain kondisi mulut kering, orang yang terinfeksi COVID-19 juga mengalami perubahan warna pada mulut dan tekstur lidah, lecet dan luka. Kondisi ini mengakibatkan kesulitan untuk makan.

7. Konjungtivitis (Mata Merah)

Gejala virus Corona varian baru yang tampak adalah konjungtivitis, yaitu peradangan atau infeksi bola mata dan kelopak mata bagian dalam yang menyebabkan pembengkakan di selaput transparan luar (konjungtiva).

Tanda dan gejala konjungtivitis yang mudah Anda kenali, termasuk mata kemerahan, gatal, luka atau robekan pada mata, pembengkakan, dan mata berair.

8. Sakit Kepala

Kemudian, gejala COVID terbaru yang sering kali dirasakan penderitanya adalah sakit kepala. Hal ini karena virus Corona menyerang sistem saraf pusat dan menimbulkan neurokognitif – gangguan yang memengaruhi perhatian, memori dan pembelajaran, bahasa, persepsi, dan kognisi sosial. Kondisi inilah yang membuat penderita COVID-19 mengalami gejala sakit kepala.

9. Ruam di Kulit

Penderita COVID-19 juga mengalami ruam pada kulitnya, meskipun kondisi ini jarang terjadi.  Timbulnya gejala ruam pada kulit pada penderita virus Corona varian baru ini tergolong jarang karena dipengaruhi oleh sistem kekebalan tubuh dan kondisi penderitanya.

10. Kehilangan Nafsu Makan

Kehilangan indra pengecap dan indra penciuman adalah gejala gelombang pertama COVID-19, sedangkan gejala COVID-19 gelombang kedua adalah kehilangan nafsu makan. Kondisi ini menyebabkan kurangnya asupan nutrisi, sehingga dapat memperburuk kekebalan tubuh seorang pasien COVID-19.     

Baca Juga: 10 Varian Baru Virus Corona (COVID-19) yang Patut Diwaspadai!

Tanda dan Gejala yang Segera Memerlukan Tes COVID-19

Mengingat ini adalah virus yang relatif baru, dan varian yang lebih baru sedang diteliti. Oleh karenanya, tidak ada alasan untuk menganggap enteng infeksi.

Jika Anda mulai mengalami tanda dan gejala seperti kelelahan yang tidak biasa, pusing, nyeri otot, lemas, lesu, nyeri tubuh, diare dalam urutan yang biasa, itu mungkin merupakan tanda Anda memerlukan tes COVID-19.

Tanda-tanda tersebut dapat muncul dalam urutan apa pun, muncul bersama dengan tanda-tanda klasik (seperti sakit tenggorokan, demam, batuk) atau tanpa gejala tersebut. Namun demikian, dapatkan tes, karantina atau isolasi mandiri pemulihan dan sekaligus mencegah penyebaran virus.

Itulah beberapa gejala COVID terbaru yang harus diwaspadai. Sementara ini, penelitian tentang COVID-19 pun masih berlanjut. Bila Anda atau kerabat terdekat mengalami gejala tersebut, mohon segera konsultasi ke dokter atau posko pelayanan COVID-19 terdekat.

paket obat isolasi mandiri doktersehat

 

  1. Anonim. 2021. New Coronavirus variant: Strange symptoms of the new COVID strain which can strike without notice. https://timesofindia.indiatimes.com/life-style/health-fitness/health-news/new-coronavirus-variant-symptoms-strange-symptoms-of-the-new-covid-strain-which-can-strike-without-notice/photostory/81187707.cms (Diakses pada 29 Juni 2021)
  2. Anonim. 2021. New Variants of Coronavirus: What You Should Know. https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/coronavirus/a-new-strain-of-coronavirus-what-you-should-know (Diakses pada 29 Juni 2021)
  3. Anonim. 2021. The effects of virus variants on COVID-19 vaccines. https://www.who.int/news-room/feature-stories/detail/the-effects-of-virus-variants-on-covid-19-vaccines?gclid=Cj0KCQjw5uWGBhCTARIsAL70sLIPnVsNVtP7v5gAcJbZ_giNWUKZX4JLyYeJLOpCHLbBsL5Bn5OHW5AaAgzjEALw_wcB (Diakses pada 29 Juni 2021)


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi