Terbit: 3 Desember 2019
Ditulis oleh: Gerardus Septian Kalis | Ditinjau oleh: dr. Antonius Hapindra Kasim


Apendisitis atau masyarakat lebih mengenalnya dengan gejala usus buntu adalah peradangan yang terjadi pada usus buntu, sebuah kantong berbentuk jari yang menonjol dari usus besar di sisi kanan bawah perut. Meskipun siapa pun dapat menderita usus buntu, kondisi ini lebih sering terjadi pada mereka yang berusia 10 sampai 30 tahun. Lantas, bagaimana mengenali gejala usus buntu? Cek penjelasan lengkapnya di bawah ini.

gejala-usus-buntu-doktersehat

Apa Itu Penyakit Usus Buntu?

Sebelum menjelaskan gejala usus buntu, hal penting yang tidak boleh dilewatkan adalah mengenai penyakit itu sendiri. Usus buntu adalah peradangan pada usus buntu, yang salah satu penyebab peradangan bisa disebabkan oleh penyumbatan. Penyumbatan sendiri dapat disebabkan oleh penumpukan lendir, parasit, atau yang paling umum adalah kotoran.

Ketika ada penghalang di dalam usus, bakteri dapat berkembang biak dengan cepat di organ ini, sehingga menyebabkan iritasi dan bengkak yang pada akhirnya menyebabkan usus buntu.

Jika Anda tidak mendapatkan perawatan untuk usus buntu yang meradang dengan cepat, kondisi tersebut dapat membuat usus buntu pecah dan melepaskan bakteri berbahaya ke perut. Infeksi yang dihasilkan disebut peritonitis. Ini adalah kondisi serius yang memerlukan perhatian medis segera.

Kondisi usus buntu pecah adalah situasi yang mengancam jiwa. Perforasi (robek atau koyaknya jaringan secara paksa) jarang terjadi dalam 24 jam pertama gejala, tetapi risiko ruptur meningkat secara dramatis setelah 48 jam timbulnya gejala.

Sangat penting untuk mengenali gejala apendisitis sedini mungkin agar perawatan medis bisa segera dilakukan. Usus buntu pecah dapat terjadi dalam waktu 48 hingga 72 jam setelah timbulnya gejala.

Gejala Usus Buntu

Gejala usus buntu yang paling umum adalah nyeri perut yang parah dan mendadak. Rasa sakit sering dimulai di dekat pusar. Saat kondisi semakin memburuk, kemungkinan akan bergeser ke sisi kanan bawah perut.

Berikut ini adalah beberapa gejala usus buntu umum lainnya, antara lain:

  • Mual.
  • Muntah.
  • Kehilangan selera makan.
  • Sembelit atau diare.
  • Ketidakmampuan untuk membuang gas.
  • Demam ringan dan menggigil.
  • Perut membengkak.
  • Ingin buang air besar untuk menghilangkan rasa tidak nyaman.

Meski begitu, tidak semua gejala usus buntu di atas bisa terjadi pada Anda. Beberapa orang mungkin mengalami gejala seperti sakit perut yang sangat sedikit atau tidak sama sekali. Orang lain mungkin memiliki gejala yang kurang umum.

Segera pergi ke rumah sakit jika Anda mengalami salah satu dari gejala berikut:

  • Sakit Perut yang Kuat

Gejala apendisitis biasanya menyebabkan nyeri, kram, atau nyeri di seluruh perut secara bertahap. Ketika usus buntu menimbulkan bengkak dan meradang, hal itu akan mengiritasi lapisan dinding perut yang dikenal sebagai peritoneum.

Hal ini menyebabkan rasa sakit yang tajam di bagian kanan bawah perut serta cenderung lebih konstan dan parah. Namun, beberapa orang mungkin memiliki usus buntu yang terletak di belakang usus besar. Radang usus buntu yang terjadi pada orang-orang ini dapat menyebabkan sakit punggung bagian bawah atau nyeri panggul.

  • Muncul Demam

Gejala apendisitis berikutnya yang bisa terjadi adalah demam antara 37,2 ° – 38 ° Celcius yang disertai dengan kedinginan.

Sedangkan jika usus buntu pecah, infeksi yang dihasilkan dapat menyebabkan demam meningkat tajam. Demam bisa lebih dari 38,3 ° Celcius dan peningkatan denyut jantung dapat berarti bahwa usus buntu telah pecah.

  • Gangguan Pencernaan

Seperti penjelasan sebelumnya, gejala usus buntu bisa menyebabkan mual dan muntah. Kondisi ini bisa membuat Anda kehilangan nafsu makanan dan merasa seperti tidak bisa makan. Anda juga bisa menjadi sembelit atau mengalami diare parah.

Jika Anda mengalami kesulitan mengeluarkan gas, ini mungkin merupakan tanda obstruksi usus sebagian atau total.

Gejala Usus Buntu Pada Anak

Perlu Anda ketahui bahwa seorang anak tidak selalu dapat menggambarkan bagaimana gejala apendisitis . Seorang anak juga mungkin mengalami kesulitan menentukan rasa sakit, dan mereka mungkin kesulitan mengidentifikasi gejala. Kondisi inilah yang membuat semakin sulit untuk menentukan bahwa usus buntu adalah penyebabnya.

Oleh karena itu, segera bawa anak Anda ke rumah sakit jika dicuriga anak menderita usus buntu. Usus buntu yang pecah dapat berbahaya bagi siapa saja, tetapi risiko kematian paling tinggi terjadi pada bayi.

Pada anak-anak usia 2 tahun ke bawah sering menunjukkan gejala usus buntu seperti:

  • Muntah.
  • Perut kembung atau bengkak.

Anak-anak yang lebih tua dan remaja lebih mungkin untuk mengalami:

  • Mual.
  • Muntah.
  • Nyeri di sisi kanan bawah perut.

Gejala Usus Buntu pada Ibu Hamil

Selain gejala apendisitis pada anak yang harus diwaspadai, kondisi ini juga harus diwaspadai oleh ibu hamil. Gejala usus buntu pada ibu hamil termasuk kram perut, mual, dan muntah.

Namun, wanita hamil mungkin tidak selalu memiliki gejala apendisitis umum, terutama di akhir kehamilan. Rahim yang tumbuh mendorong usus buntu lebih tinggi selama kehamilan. Ini berarti rasa sakit dapat terjadi di perut bagian atas, bukan sisi kanan bawah perut.

Wanita hamil dengan usus buntu juga lebih mungkin mengalami:

Kapan Waktu yang Tepat untuk Dokter?

Usus buntu adalah kondisi yang bisa mengancam jiwa dan membutuhkan perawatan medis. Jika tidak mendapat penanganan dengan segera, kondisi akan semakin memburuk.

Jika obat yang dijual bebas tidak mengatasi keluhan usus buntu dan membuat kondisi semakin memburuk, Anda harus segera ke dokter atau langsung pergi ke ruang gawat darurat.

Perawatan Usus Buntu

Penyakit usus buntu adalah kondisi yang biasanya ditangani sebagai keadaan darurat. Pembedahan untuk mengangkat usus buntu—yang disebut  apendektomi adalah pengobatan standar untuk hampir semua kasus usus buntu.

Pada umumnya, jika dokter mencurigai Anda menderita usus buntu, pembedahan akan segera dilakukan untuk menghindari usus buntu pecah. Jika usus buntu memiliki abses, Anda mungkin mendapatkan dua prosedur: satu untuk mengeringkan abses nanah dan cairan, dan yang berikutnya untuk mengeluarkan apendiks.

 

  1. Appendicitis. https://www.webmd.com/digestive-disorders/digestive-diseases-appendicitis#1. (Diakses pada 3 Desember 2019).
  2. Appendicitis. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/appendicitis/symptoms-causes/syc-20369543. (Diakses pada 3 Desember 2019).
  3. Ann Pietrangelo and Rachel Nall. 2016. Emergency Signs and Symptoms of Appendicitis. https://www.healthline.com/health/digestive-health/appendicitis-emergency-symptoms#dos-and-donts. (Diakses pada 3 Desember 2019).
  4. Mehta, Foram. 2017. Appendicitis: What you need to know. https://www.medicalnewstoday.com/articles/312123.php#symptoms. (Diakses pada 3 Desember 2019).



DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi