Terbit: 4 Januari 2020
Ditulis oleh: Mutia Isni Rahayu | Ditinjau oleh: dr. Jati Satriyo

Terdapat beberapa gejala tipes dan yang paling umum adalah demam. Demam tifoid atau tipes adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri Salmonella typhi. Gejalanya bisa dibilang sering kali mirip dengan penyakit lain seperti DBD, sehingga sulit untuk dibedakan.

12 Gejala Tipes atau Demam Tifoid yang Wajib Dikenali

Gejala Tipes atau Demam Tifoid

Umumnya gejala muncul setelah 5 hingga 12 hari setelah seseorang mengonsumsi makanan atau air yang terkontaminasi oleh bakteri Salmonella typhi. Lamanya masa inkubasi biasanya bergantung pada faktor usia, tingkat keasaman lambung, dan sistem imun setiap orang yang berbeda-beda.

Gejala tipes yang biasanya muncul adalah sebagai berikut ini:

1. Demam

Demam adalah gejala tipes yang paling umum. Suhu tubuh normal dapat bervariasi, namun umumnya berada pada angka 37,5°C. Seseorang dapat dikatakan mengalami demam apabila suhu tubuhnya melebihi angka tersebut.

Demam merupakan reaksi tubuh yang umum terjadi ketika tubuh berusaha untuk melawan penyakit atau infeksi. Demam akibat penyakit tipes dapat meningkat dari hari ke hari dan bisa mencapai 40°C.

2. Sakit Kepala

Sakit kepala juga merupakan gejala penyakit tipes yang umum. Gejala ini dilaporkan pada 44-94% kasus tipes. Pada dasarnya sakit kepala memang merupakan gejala umum dari berbagai penyakit, termasuk juga penyakit akibat infeksi bakteri seperti tipes.

Infeksi pada tubuh menyebabkan terlepasnya senyawa otak yang memengaruhi peradangan dan menyebabkan sakit pada kepala. Umumnya sakit kepala ini muncul bersamaan dengan demam.

3. Berkeringat

Berkeringat juga dapat menjadi salah satu gejala tipes dan termasuk umum muncul bersama dengan demam.

Berkeringat disebabkan oleh karena suhu tubuh yang naik. Keluarnya keringat merupakan refleks tubuh untuk mengeluarkan panas dalam tubuh. Meskipun begitu, gejala seperti demam dan berkeringat ini tidak selalu muncul secara bersamaan.

4. Nyeri Otot

Penyakit tipes dapat menyebabkan Anda mengalami nyeri otot yang mungkin dapat Anda rasakan di sekujur tubuh. Nyeri otot ini dapat menyebabkan seseorang tidak dapat bergerak dengan bebas sehingga akan kesulitan untuk beraktivitas.

5. Kelelahan

Perasaan lelah berlebihan juga dapat muncul sebagai gejala tipes. Anda juga mungkin merasa sangat lemah dan tidak memiliki kekuatan. Gejala ini dapat hilang dan timbul selama periode penyakit tipes dan dapat bertahan untuk waktu yang lama.

6. Batuk Kering

Penyakit tipes juga dapat menyebabkan batuk dan biasanya merupakan batuk kering atau disebut juga batuk tidak produktif.

Umumnya batuk kering disebabkan oleh iritasi tenggorokan atau pembengkakan saluran udara, yang biasanya terjadi pada penyakit pernapasan bagian atas. Dalam beberapa kasus tipes, batuk ini juga bisa memicu mimisan.

Baca Juga: Penyakit Tipes: Penyebab, Gejala, Obat, Pencegahan, dll.

7. Kehilangan Nafsu Makan

Nafsu makan menurun juga dapat menjadi gejala dari berbagai penyakit. Hilangnya nafsu makan sebagai gejala tipes biasanya disebabkan ketidaknyamanan pada perut, karena penyakit ini sangat memengaruhi sistem pencernaan.

8. Diare atau Sembelit

Penyakit tipes juga memengaruhi saluran pencernaan dan menimbulkan gejala seperti sembelit atau diare.

Sebelum era pengobatan dengan antibiotik, konstipasi lebih sering muncul sebagai salah satu gejala demam tifoid. Namun kondisi ini berubah, dan diare menjadi kasus yang lebih umum terjadi, terutama pada anak-anak dan juga orang dewasa dengan infeksi HIV.

9. Penurunan Berat Badan

Penurunan berat badan dapat menjadi efek dari berbagai gejala penyakit tipes lainnya. Penurunan berat badan pada awal penyakit tipes dapat terjadi akibat nafsu makan yang menurun lebih dari biasanya.

Selain itu, gejala seperti diare juga dapat berkontribusi dalam penurunan berat badan, karena diare menyebabkan Anda kehilangan banyak cairan dan elektrolit yang penting bagi tubuh.

10. Pendarahan Saluran Pencernaan

Selain diare atau sembelit, gejala penyakit tipes lainnya yang terkait dengan pencernaan adalah adanya pendarahan saluran pencernaan.

Gejala ini termasuk jarang muncul dan frekuensinya juga sudah semakin banyak menurun dengan adanya perawatan antibiotik. Pendarahan saluran cerna ini dapat disebabkan oleh perforasi usus atau sobeknya usus.

11. Sakit Perut

Sakit perut juga merupakan gejala yang sangat umum. Semua gejala yang memengaruhi saluran pencernaan seperti diare atau sembelit hingga pendarahan saluran pencernaan berpotensi untuk menyebabkan rasa sakit pada perut.

12. Ruam

Ruam sebagai gejala tipes disebut sebagai ‘rose spots’. Ruam ini muncul sebagai titik-titik merah kecil yang paling sering muncul pada bagian perut dan dada. Gejala ini termasuk jarang terjadi dan biasanya hanya muncul selama 3-4 hari.

Penyebab dan Faktor Risiko Tipes

Demam tifoid atau tipes merupakan salah satu ancaman serius di seluruh dunia, terutama di negara berkembang. Tipes juga termasuk salah satu penyakit endemik di Indonesia. Penyakit tipes paling sering menyerang anak-anak, namun umumnya gejala tipes pada anak lebih ringan dibandingkan gejala tipes pada orang dewasa.

Sudah disinggung sebelumnya bahwa penyebab tipes adalah bakteri Salmonella thypi. Bakteri ini dapat menyebar melalui makanan dan air yang terkontaminasi, serta dapat juga ditularkan melalui kontak langsung dengan orang yang terinfeksi.

Seseorang yang sudah pernah terkena tipes sebelumnya sering kali masih memendam bakteri dalam saluran usus atau kandung empedu bahkan hingga bertahun-tahun. Orang tersebut disebut sebagai pembawa kronis. Mereka mengeluarkan bakteri bersama feses dan bakteri ini dapat menginfeksi orang lain.

Secara umum seseorang akan memiliki risiko tinggi terkena tipes apabila:

  • Tinggal di daerah endemik tipes
  • Tidak tinggal di daerah endemik, namun bekerja atau bepergian di daerah endemik tipes
  • Melakukan kontak dengan seseorang yang terinfeksi atau baru saja terinfeksi tipes
  • Minum air yang terkontaminasi oleh kotoran yang mengandung Salmonella typhi.

Apabila Anda atau orang di sekitar Anda mengalami gejala di atas dan memiliki faktor risiko tipes, sebaiknya segera berkonsultasi ke dokter untuk memastikan kondisi Anda dan mendapatkan penanganan lebih lanjut.

 

  1. Charmaine. 2019. 10 Symptoms of Typhoid Fever. https://facty.com/ailments/body/10-symptoms-of-typhoid-fever/1/. (Diakses 4 Oktober 2019).
  2. Mayo Clinic. 2018. Typhoid fever. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/typhoid-fever/symptoms-causes/syc-20378661. (Diakses 4 Oktober 2019).
  3. Ryan, Edward T, et al. 2018. Epidemiology, microbiology, clinical manifestations, and diagnosis of enteric (typhoid and paratyphoid) fever. https://www.uptodate.com/contents/epidemiology-microbiology-clinical-manifestations-and-diagnosis-of-enteric-typhoid-and-paratyphoid-fever?search=typhoid%20symptom&source=search_result&selectedTitle=1~114&usage_type=default&display_rank=1. (Diakses 4 Oktober 2019).


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi