Terbit: 30 September 2020
Ditulis oleh: Mutia Isni Rahayu | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Gejala Parkinson yang paling umum adalah tremor. Selain gejala tersebut, ternyata masih ada sekali banyak gejala penyakit ini yang dapat muncul. Kenali berbagai gejalanya baik gejala motorik maupun nonmotorik berikut ini!

13 Gejala Penyakit Parkinson yang Paling Umum

Gejala Parkinson yang Paling Umum

Gejala Parkinson dapat berupa gejala motorik maupun nonmotorik. Beberapa gejala motorik yang utama dari penyakit ini adalah tremor, kekakuan, bradikinesia (gerakan lambat), dan ketidakstabilan postural (masalah keseimbangan). Umumnya dokter cukup mengamati dua gejala untuk dapat mendiagnosis penyakit ini.

Selain keempat gejala tersebut, tentunya terdapat beberapa gejala lain yang juga dapat muncul pada penyakit ini. Berikut adalah penjelasan tentang berbagai gejala penyakit Parkinson yang paling umum:

1. Tremor

Tremor atau gemetar adalah salah satu gejala awal Parkinson yang paling khas. Meskipun begitu, terdapat juga beberapa kasus di mana penyakit ini tidak menimbulkan tremor. Begitu juga dengan tremor yang tidak selalu mengindikasikan penyakit Parkinson.

Tremor akibat Parkinson ini biasanya muncul di tungkai, terkadang juga di tangan atau jari, atau bahkan dagu. Getaran ini dapat muncul bahkan ketika Anda sedang tidak melakukan gerakan apa pun atau sedang beristirahat.

Gemetar juga dapat muncul akibat penyebab lain seperti olahraga berat, cedera, stress, atau efek samping obat tertentu.

2. Otot Kaku

Gejala otot kaku dapat menyerang tubuh bagian mana saja. Biasanya kekakuan ini dapat menimbulkan kram otot dan dapat membatasi rentang gerak Anda.

Pada awal penyakit di mana gejala lainnya belum terlalu dominan, terkadang otot kaku disalahartikan sebagai gangguan radang sendi atau masalah tulang. Diperlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan penyebab otot kaku ini.

3. Gerakan Melambat (Bradikinesia)

Seiring waktu, penyakit Parkinson dapat memperlambat gerakan Anda. Kondisi ini kemudian akan membuat Anda kesulitan mengerjakan tugas-tugas sederhana karena akan memakan waktu.

Selain gerakan yang melambat, bradikinesia pada Parkinson juga ditunjukkan dengan ekspresi wajah yang berkungan atau seperti topeng (hipomimia), penurunan kecepatan kedipan mata, dan masalah dengan koordinasi motorik halus (contohnya seperti kesulitan mengancingkan baju).

4. Postur dan Keseimbangan Terganggu

Postur yang tidak stabil membuat Anda tidak mampu untuk mempertahankan postur tubuh yang tegap dan tegak, serta kesulitan mencegah tubuh untuk jatuh.

Masalah keseimbangan pada penyakit Parkinson biasanya dikaitkan dengan kecenderungan mundur dan jatuh ke belakang. Pada penderita Parkinson, dorongan ringan saja dapat menyebabkan individu terus melangkah mundur atau bahkan jatuh.

5. Kesulitan Berjalan

Kesulitan untuk berjalan ini disebabkan oleh bradikinesia dan ketidakstabilan postur.

Gejala awal yang biasanya muncul adalah menurunnya ayunan salah satu atau kedua tangan ketika sedang berjalan. Selanjutnya, langkah-langkah Anda akan melambat, bahkan dapat membuat Anda berjalan menyeret.

Pada kondisi yang lebih parah, penderita Parkinson dapat merasakan kakinya seperti menempel ke lantai sehingga tidak dapat melanjutkan langkahnya.

6. Distonia

Selain dapat menyebabkan otot kaku, Parkinson juga dapat menyebabkan kondisi lain yang memengaruhi otot yang disebut distonia.

Distonia adalah gangguan gerakan di mana terdapat gerakan otot yang tidak disengaja dan berulang-ulang. Ini menyebabkan bagian tubuh berputar atau mengambil posisi tertentu.

Bagian tubuh yang mungkin terpengaruh dapat meliputi mata, leher, batang tubuh, serta tungkai dan lengan. Kondisi ini dapat menyebabkan rasa sakit dan menyebabkan Anda tidak dapat bergerak sesuai keinginan.

Selain disebabkan oleh penyakit Parkinson, distonia juga dapat disebabkan oleh kondisi lain seperti kelainan genetik, lesi otak, dan efek samping pengobatan.

7. Perubahan Suara dan Cara Bicara

Perubahan pada suara secara umum dianggap sebagai bagian dari bradikinesia.

Suara pada individu dengan Parkinson biasanya akan melembut dan lebih rendah (terdengar serak). Seseorang juga dapat mengalami perubahan volume dan emosi pada suaranya yang menyebabkan nada bicaranya menjadi monoton.

Parkinson tingkat lanjut dapat menyebabkan seseorang berbicara lebih cepat dengan kata-kata yang berdekatan atau dapat juga menjadi gagap.

8. Sensitivitas Terhadap Bau Berkurang

Gejala Parkinson selanjutnya adalah sensitivitas terhadap bau yang berkurang (hiposmia) atau bahkan hilang sama sekali (anosmia). Gejala ini dapat muncul sebagai gejala awal, bahkan jauh sebelum gejala motorik muncul.

Selain diakibatkan oleh Parkinson, hilangnya sensitivitas terhadap bau juga dapat disebabkan oleh pilek, flu, atau bahkan COVID-19.

9. Gangguan Tidur

Gangguan tidur juga umum dialami oleh penderita Parkinson. Anda mungkin akan bermimpi dan melakukan gerakan tiba-tiba saat tidur. Pada kasus lain, Parkinson juga dapat menyebabkan insomnia atau kesulitan tidur.

10. Gangguan Pencernaan

Gejala selanjutnya yang mungkin muncul akibat penyakit Parkinson adalah gangguan saluran pencernaan.

Hal ini disebabkan karena penyakit ini dapat memperlambat pergerakan otomatis sistem pencernaan, sehingga penderitanya mengalami sembelit.  Selain itu, sembelit juga dapat disebabkan oleh efek samping obat.

11. Pusing

Pusing dan perasaan ingin pingsan juga sering dirasakan oleh penderita penyakit Parkinson. Kondisi ini disebabkan karena ketidakmampuan tubuh untuk mengatur tekanan darah dengan cepat, terutama saat bangun dari posisi duduk ke berdiri atau berbaring ke duduk.

Pusing yang parah dapat menyebabkan individu pingsan atau kehilangan kesadaran.

12. Depresi dan Kecemasan

Gejala nonmotorik pada Parkinson yang cukup umum selanjutnya adalah depresi dan kecemasan.

Tidak semua penderita Parkinson mengalami ini dan tingkat keparahannya juga tentu bervariasi. Pengobatan seperti psikoterapi atau terapi perilaku kognitif dapat membantu mengatasi gejala yang satu ini.

13. Perubahan Kognitif

Pada kasus yang parah atau pada pasien lanjut usia, penyakit Parkinson biasanya menyebabkan perubahan kognitif.

Seseorang dapat mengalami masalah dengan pemikiran, pencarian kata, dan penilaian. Gejala ini tidak muncul pada awal penyakit dan dapat juga muncul sebagai efek samping dari obat untuk penyakit Parkinson.

Jika gejala ini muncul di awal, bisa jadi penyebabnya adalah gangguan lain seperti demensia.

Baca Juga: Parkinson: Gejala, Penyebab, Diagnosis, dan Pengobatan

Beberapa gejala Parkinson mirip dengan gangguan neurologis lainnya. Maka dari itu, Anda harus segera berkonsultasi ke dokter apabila mengalami gejala-gejala yang disebutkan di atas. Konsultasi tidak hanya bertujuan untuk mendiagnosis Parkinson, tapi juga untuk menyingkirkan kemungkinan penyebab lain dari gejala tersebut.

 

 

  1. Anonim. Parkinson’s disease. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/parkinsons-disease/symptoms-causes/syc-20376055. (Diakses 30 September 2020).
  2. Anonim. 10 Early Signs of Parkinson’s Disease. https://www.parkinson.org/understanding-parkinsons/10-early-warning-signs. (Diakses 30 September 2020).
  3. Anonim. COMMON SYMPTOMS OF PARKINSON’S DISEASE. https://www.apdaparkinson.org/what-is-parkinsons/symptoms/. (Diakses 30 September 2020).


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi