Gejala Umum Infeksi Penyakit Menular Seksual dan Faktor Risikonya

gejala-penyakit-kelamin-doktersehat

DokterSehat.Com – Seorang pria dan wanita yang sudah menikah dan aktif secara seksual akan berisiko mengalami penularan penyakit seksual. Penularan ini bisa terjadi kapan saja saat melakukan seks dengan pasangan atau orang lain. Saat penyakit mulai masuk, gejala akan mulai muncul dan menyebabkan masalah di area kemaluan atau tubuh secara menyeluruh.

Nah, untuk mengetahui lebih banyak tentang gejala dari penyakit menular seks, ada baiknya untuk menyimak beberapa hal di bawah ini. Dengan menyimak gejala atau tandanya, Anda bisa lebih waspada dan bisa memeriksakan diri agar mengetahui status kesehatan.

Gejala umum penyakit menular seksual

Penyakit menular seksual ada banyak jenisnya. Namun, secara umum gejala dari penyakit itu terdiri dari:

  1. Keluar cairan tertentu dari kemaluan

Salah satu tanda paling mudah dilihat adalah munculnya cairan tertentu pada kemaluan. Dari vagina akan mengeluarkan cairan dengan warna hijau kekuningan dengan aroma yang tidak sedap. Cairan ini adalah infeksi dari gonore atau klamidia yang memicu keputihan patogen.

Pada pria, keluarnya cairan juga bisa muncul sama seperti wanita. Seharunya penis hanya mengeluarkan air mani dan cairan praejakulasi saja. Namun, kalau ada infeksi penyakit menular seksual, cairan mirip nanah akan muncul. Kondisi ini juga disebabkan oleh gonore dan klamidia yang menular melalui semua aktivitas seks.

  1. Muncul perubahan warna pada urine

Urine yang keluar dari penis dan vagina harusnya berwarna jernih dan agak kekuning-kuningan. Namun, kalau ada perubahan warna seperti warna kuning menjadi lebih pekat, kemungkinan ada gangguan pada ginjal dan organ lain di saluran kemih. Selanjutnya kalau urine yang keluar ada bercak merah, bisa jadi karena infeksi menular seksual juga.

Infeksi menular seksual menyebabkan inflamasi atau peradangan di dalam saluran kemih dan juga reproduksi. Inflamasi yang sudah parah akan menyebabkan kerusakan jaringan dan akhirnya perdarahan terjadi. Perdarahan ini disebabkan oleh gonore, trikomoniasis, hingga klamidia.

Oh ya, karena keluarnya darah bisa juga berhubungan dengan gangguan ginjal, ada baiknya memeriksakan diri. Dengan mengetahui kondisi kesehatan secara detail, penanganan terkait dengan penyakit tertentu bisa dilakukan dengan tepat sasaran.

  1. Gatal muncul di area kemaluan

Kemaluan yang mengalami penyakit entah itu penyakit biasa atau menular yang berbahaya biasanya akan terasa gatal. Rasa gatal ini susah sekali disembuhkan dan terkadang sampai menimbulkan rasa panas dan juga sakit. Pada vagina rasa gatal bisa muncul di bukaan vulva, labia, hingga ke rongga di bagian dalam.

Sementara itu pada pria, rasa gatal bisa muncul pada foreskin atau kulup bagi mereka yang tidak sunat, lubang uretra, hingga area skrotum, dan batang penis. Rasa gatal ini biasanya datang begitu saja dan kadang menyebabkan peradangan yang cukup parah. Oh ya, pada kondisi tertentu pria juga merasakan sakit dan panas saat berkemih.

  1. Rasa nyeri saat berhubungan badan

Rasa nyeri saat berhubungan badan sering sekali dialami oleh wanita yang mengalami infeksi penyakit menular seksual. Rasa sakit ini muncul dari gesekan penis yang intens sementara rongga vagina sedang mengalami inflamasi akibat penyakit yang terus menyebar dan menurunkan kekebalan tubuh.

Kalau Anda merasakan sakit di vagina saat bercinta dan ada rasa gatal bisa jadi itu penyakit menular seksual. Namun, kalau rasa sakit yang muncul tidak disertai rasa gatal dan hanya perdarahan saja bisa jadi kondisi mioma atau endometriosis sedang tumbuh di rahim.

  1. Muncul bisul atau kutil

Penyakit menular seksual tidak hanya muncul dalam bentuk inflamasi dan keluarnya cairan tertentu dari kemaluan. Bisul dan kutil yang muncul di kemaluan juga bisa menjadi tanda munculnya infeksi. Kutil dan bisul bisa muncul karena infeksi herpes genitalis dan juga HPV. Infeksi ini susah disembuhkan meski menekan virus agar tidak berdampak pada tubuh bisa dilakukan.

  1. Perut bawah sering sakit dan pinggang

Infeksi penyakit seks yang sudah parah menyebabkan rasa sakit di perut bawah. Rasa sakit ini bisa jadi ada infeksi yang sudah menyebar ke panggul sehingga penanganan harus dilakukan agar tidak terjadi gangguan kesuburan.

Faktor risiko penyakit menular seksual

Semua orang, pria dan wanita yang aktif secara seksual berisiko tertular penyakit seks. Namun, mereka yang memiliki faktor risiko di bawah ini lebih mudah terkena penularannya.

  • Melakukan seks dengan banyak orang. Seseorang yang tidak melakukan seks dengan satu orang lebih berisiko mengalami penularan. Pasalnya tidak semua orang tahu dengan status dari pasangannya. Bisa saja salah satu dari pasangan mengidap penyakit menular seksual.
  • Melakukan seks yang berisiko. Maksud dari seks yang berisiko ini adalah seks yang dilakukan tidak di tempat yang sewajarnya. Misal melakukannya di dalam kolam atau melakukan seks secara anal dengan tidak benar,
  • Melakukan seks tanpa menggunakan kondom. Alat kontrasepsi ini sangat penting tidak hanya untuk mengatasi kehamilan yang tidak diinginkan saja. Kondom juga bisa mencegah penularan penyakit seks. Kondom harus digunakan di aneka jenis seks mulai dari anal, vaginal, hingga oral.
  • Menganggap seks oral tidak menyebabkan penyakit. Padahal seks oral masih berisiko sebabkan gangguan seperti infeksi klamidia, gonore, HPV, hingga herpes.
  • Sanitasi di area alat vital yang buruk. Kalau pria dan wanita malas mengganti celana dalamnya, ada kemungkinan infeksi semakin mudah terjadi.

Inilah gejala umum dari penyakit menular seksual yang harus diwaspadai dan untuk pengingat kita semua. Nah, dari beberapa penyakit seksual yang berisiko, mana saja yang menurut Anda paling mudah menyebar dan sering tidak diketahui gejalanya?