Inilah Gejala Penyakit Campak yang Harus Anda Waspadai

Doktersehat-penyakit-campak
Photo Credit: Flickr.com/Dianna

DokterSehat.Com – Penyakit campak adalah infeksi virus yang ditandai dengan munculnya ruam di seluruh tubuh dan sangat menular. Penderita campak akan memperlihatkan keluhan awal seperti gejala-gejala flu, yaitu demam, hidung berair/tersumbat, batuk, mata merah, hingga sakit otot.

Penyakit campak sering juga disebut penyakit tampek. Virus yang menyebabkan seseorang tertular penyakit campak bernama virus morbili. Orang-orang yang daya tahan tubuh yang sedang menurun sangat mudah tertular virus ini.

Penyakit campak ini paling mengkhawatirkan apabila menulari wanita yang sedang hamil karena berisiko mengganggu pertumbuhan dan perkembangan janin (terlahir cacat).

baca juga: Terkena Campak Saat Hamil, Berbahayakah?

Selain itu, penyakit campak ini juga berisiko besar diderita oleh balita dan anak- anak karena daya tahan tubuhnya masih belum terbentuk sempurna sehingga mudah terinfeksi virus dari penyakit campak

Sedangkan pada orang dewasa virus ini cukup kebal, namun ketika tubuh dalam kondisi kelelahan dan daya tahan tubuh menurun, risiko mengalami penyakit campak pada orang dewasa pun juga sangat besar, bahkan sering kali rasa sakitnya semakin menjadi-jadi jika yang mengalaminya adalah orang dewasa.

Proses penularan penyaki campak ini sangatlah cepat, virus menular ke tubuh orang lain melalui beberapa cara, seperti melalui kontak langsung dengan penderita, melalui percikan air liur ketika penderita batuk atau bersin atau karena menggunakan peralatan makan bersama. Virus campak bisa bertahan di permukaan selama beberapa jam dam bisa bertahan menempel pada benda-benda lain.

Selain itu, komplikasi dari penyakit campak bisa sangat berbahaya. Contoh-contoh komplikasinya adalah radang pada telinga, bronkitis, infeksi paru-paru (pneumonia), dan infeksi otak (ensefalitis).

Gejala Campak

Melihat dampak penyakit campak yang bisa mengancam kesehatan dengan serius, karenanya Anda harus mampu mengenali gejala campak sejak dini agar dapat mempercepat proses penyembuhan penyakit ini. Gejala yang umumnya sering dirasakan oleh penderita penyakit campak antara lain:

  • Demam tinggi.
  • Mulut dan bibir kering.
  • Radang tenggorokan,
  • Sakit kepala.
  • Menurunnya selera makan.
  • Perut terasa perih dan mual.
  • Muncul bercak merah di mulai dari bagian wajah kemudian menyebar ke seluruh tubuh.

Perlu diketahui, ruam campak muncul paling lambat empat hari setelah gejala pertama muncul, dan bertahan sekitar tujuh hari. Awalnya akan muncul dari belakang telinga, kemudian menyebar ke kepala dan leher, hingga akhirnya ke seluruh tubuh. Bercak-bercak yang tadinya berukuran kecil akan membesar dengan cepat, hingga pada akhirnya menyatu.

Pencegahan Campak

Asam folat diperlukan karena berperan penting dalam pertumbuhan jaringan tubuh. Tidak hanya itu, asam folat juga membantu mengurangi depresi karena dapat meningkatkan efektivitas pengobatan karena bisa memengaruhi otak dengan cara berbeda dari antidepresan.

Selain asam folat, campak juga bisa dicegah dengan vaksinasi MMR. Ini adalah vaksin gabungan untuk campak, gondongan, dan campak Jerman. Vaksinasi MMR diberikan dua kali. Pertama diberikan ketika anak berusia 13 bulan, lalu berikutnya diberikan ketika mereka berusia 5-6 tahun atau sebelum memasuki masa sekolah dasar.

Pada dasarnya sistem kekebalan tubuh manusia secara alami akan melawan infeksi virus ini. Tapi jika komplikasi terjadi atau infeksi campak menjadi sangat parah, perawatan di rumah sakit kemungkinan akan dibutuhkan.

baca juga: Imunisasi Campak dan Rubella Membuat Lumpuh?

Guna mempercepat proses pemulihan, terdapat beberapa hal yang bisa membantu:

  • Banyak istirahat dan hindari sinar matahari selama mata masih sensitif terhadap cahaya.
  • Minum obat penurun demam dan pereda sakit. Jangan berikan aspirin jika anak Anda berusia kurang dari 16 tahun.
  • Minum banyak air untuk mencegah dehidrasi.