Terbit: 10 Agustus 2020 | Diperbarui: 11 Agustus 2020
Ditulis oleh: Muhamad Nuramdani | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Gejala paru-paru basah biasanya ditandai dengan masalah pernapasan seperti sesak napas dan batuk. Namun, ada berbagai gejala lainnya yang harus dikenali untuk memudahkan pengobatan dan pencegahannya. Simak gejala lainnya di bawah ini!

12 Gejala Paru-Paru Basah yang Harus Dikenali dan Diwaspadai!

Gejala Paru-Paru Basah yang Patut Diwaspadai!

Paru-paru basah atau dalam istilah medis disebut pneumonia adalah infeksi pada paru-paru yang mengakibatkan terbentuknya kantung berisi cairan atau nanah. Infeksi disebabkan oleh beberapa organisme, termasuk bakteri, virus, dan jamur. Kondisi inilah yang menyebabkan berbagai gejala.

Berikut ini sejumlah gejala paru-paru basah:

1. Batuk

Tergantung pada jenis pneumonia dan faktor lainnya, seseorang dapat mengalami batuk kering, batuk berdahak kekuningan atau kehijauan, dan bahkan batuk berdarah atau batuk berdahak yang mengandung darah.

Orang yang menderita pneumonia akibat bakteri biasanya akan lebih sering mengalami batuk berdahak. Dahak yang dikeluarkan dari batuk akan tampak lebih kotor dan lebih kental.

Sebaliknya, paru-paru basah akibat virus sering kali menghasilkan dahak lebih sedikit, dan orang yang sistem kekebalan tubuhnya tidak berfungsi dengan baik mungkin tidak menghasilkan dahak sama sekali.

2. Sesak Napas

Jika mengalami gejala paru-paru basah, Anda mungkin mengalami kesulitan bernapas atau sesak napas. Ketika meningkatkan laju pernapasan, tetapi membuat napas lebih dalam dan lebih cepat. Kondisi ini pada akhirnya menyebabkan sesak napas.

Jika infeksi mengganggu fungsi paru-paru, tubuh mungkin tidak dapat menyuplai oksigen yang cukup ke dalam darah. Beberapa orang memerlukan oksigen atau perawatan tambahan untuk membantu bernapas. Bantuan napas ini (dalam kasus yang parah) diberikan melalui selang yang dimasukkan ke dalam dua lubang hidung.

Anak penderita paru-paru basah yang mengalami kesulitan mendapatkan oksigen yang cukup mungkin gejala berupa bibir atau kuku yang membiru. Kondisi ini harus segera mendapatkan perawatan medis.

3. Sakit Tenggorokan

Sakit tenggorokan adalah kondisi tenggorokan yang terasa rasa sakit, kering, atau gatal. Sakit di tenggorokan adalah salah satu gejala yang paling sering dialami setiap orang, salah satunya merupakan gejala paru-paru basah.

Kebanyakan sakit tenggorokan disebabkan oleh infeksi (termasuk infeksi paru-paru) atau oleh faktor lingkungan seperti udara kering. Meskipun menyebabkan ketidaknyamanan, sakit tenggorokan biasanya akan hilang dengan sendirinya.

4. Demam

Demam atau suhu tubuh yang tinggi lebih sering dikaitkan dengan paru-paru basah akibat bakteri dan virus. Namun, tidak adanya demam tidak mengesampingkan penyakit ini.

Suhu rendah atau yang dikenal sebagai hipotermia mungkin juga merupakan tanda pneumonia akibat bakteri dan bahkan pneumonia juga ditandai suhu tubuh normal.

5. Menggigil

Menggigil atau gigi gemeretak mungkin merupakan gejala paru-paru basah dan tidak terkait dengan penurunan suhu tubuh. Menggigil yang berhubungan dengan paru-paru basah biasanya muncul dengan cepat dan bisa sangat intens.

Jenis menggigil ini biasanya disertai dengan demam dan mungkin menandakan pertumbuhan bakteri dalam aliran darah.

6. Nyeri Dada

Sesak napas atau batuk dapat melelahkan otot, yang membuatnya sakit saat bernapas atau batuk. Kondisi ini mungkin juga menyebabkan ketidaknyamanan atau nyeri dada terkait paru-paru basah karena paru-paru yang terinfeksi.

Namun, jika mengalami nyeri dada yang tajam, ini mungkin karena dampak peradangan paru-paru basah di seluruh tubuh. Bahkan ada beberapa kasus di mana penyakit ini dapat menyebabkan serangan jantung.

Jika tiba-tiba mengalami nyeri dada dan serangan jantung, sebaiknya segera hubungi dokter untuk mendapatkan perawatan darurat medis dengan cepat.

Baca Juga: Paru-Paru Basah: Gejala, Penyebab, Cara Mengobati, Pencegahan, dll

7. Pusing atau Kebingungan

Ketika ciri-ciri paru-paru basah menjadi sepsis, merupakan respons sistem kekebalan tubuh terhadap infeksi yang menyebabkan masalah kesehatan. Ini termasuk tekanan darah rendah, jumlah urine yang keluar sedikit, dan bahkan mental bisa terpengaruh.

Gejala lainnya mungkin merasakan sensasi pusing atau kebingungan, merupakan pertanda membutuhkan perawatan di rumah sakit! Kondisi ini benar-benar pertanda buruk bahwa paru-paru basah tidak terkendali.

8. Kulit Berkeringat dan Lembap

Ketika tubuh berusaha melawan infeksi seperti pneumonia, tubuh akan mengeluarkan banyak keringat atau kulit terasa lembap saat disentuh.

Meski hanya keringat, gejala ini seharusnya jangan dianggap enteng karena bisa menjadi tanda sepsis. Ini adalah komplikasi paru-paru basah yang berpotensi mengancam jiwa yang terjadi sebagai respons terhadap bakteri di dalam darah.

9. Tidak Nafsu Makan

Kehilangan nafsu makan juga bisa menjadi gejala pneumonia. Kehilangan nafsu makan atau dalam istilah medis disebut sebagai anoreksia, dapat disebabkan oleh berbagai kondisi dan penyakit, termasuk paru-paru basah.

Beberapa kondisi dapat bersifat sementara dan dapat disembuhkan, seperti kehilangan nafsu makan akibat efek pengobatan. Beberapa kondisi dapat menjadi lebih serius, seperti dari efek kanker yang mendasari. Setiap penurunan nafsu makan harus mendapatkan perawatan medis.

Penyebab hilangnya nafsu makan juga dapat disebabkan oleh penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), kehamilan, masalah metabolisme, penyakit hati kronis, demensia, HIV, hepatitis, hipotiroidisme, gagal ginjal kronis, gagal jantung, kokain, heroin, kemoterapi, morfin, codeine, dan antibiotik.

10. Detak Jantung Cepat

Jika bakteri penyebab paru-paru basah menyebar ke aliran darah, ini dapat memicu sepsis. Gejala sepsis termasuk detak jantung yang cepat, menggigil, demam, kebingungan, tekanan darah rendah, sakit perut, mual, muntah dan diare.

Ciri-ciri paru-paru basah yang terkait sepsis juga jangan diabaikan. Sepsis adalah kondisi serius yang dapat menyebabkan kematian. Jika menderita paru-paru basah dan jantung berdegup kencang, segera mendapatkan perawatan medis.

Baca Juga: 11 Cara Menjaga Kesehatan Paru-Paru (Sehat Sampai Tua)

11. Gejala Menjadi Lebih Buruk

Jika menggunakan antibiotik untuk mengobati paru-paru basah, mungkin akan mulai merasa lebih baik dalam beberapa hari. Namun, jika obat yang diminum tidak efektif melawan bakteri penyebab penyakit paru-paru basah, atau mungkin telah mengembangkan infeksi sekunder, infeksi yang terjadi saat tubuh pulih dari penyakit lain.

Jika merasa lebih buruk meski sudah diobati, segera hubungi dokter. Gejala yang memburuk mungkin membutuhkan perawatan medis tambahan lainnya.

12. Gejala Nonspesifik

Sama seperti orang dewasa, pada bayi, balita, dan anak-anak penderita penyakit paru-paru basah mungkin mengalami demam, menggigil, atau sesak napas.

Namun, sebaiknya perhatikan tanda dan gejala yang nonspesifik atau kurang jelas. Berikut ini ciri-ciri paru-paru basah pada bayi hingga anak-anak:

  • Bayi mungkin tidak mau menyusu dan dampaknya mengalami dehidrasi.
  • Kehilangan nafsu makan pada anak-anak.
  • Bayi dan balita menangis lebih sering dari biasanya.
  • Anak merasa lemas atau kekurangan energi.
  • Sakit perut atau muntah pada anak-anak.

_

Itulah ciri-ciri paru-paru basah yang harus dikenali dan patut diwaspadai karena beberapa gejala dapat berakibat fatal bila dibiarkan tanpa mendapatkan pengobatan. Jika mengalami gejala di atas, sebaiknya segera ke dokter untuk mendapatkan diagnosis dan perawatan yang tepat!

 

  1. Anonim. 2011. Ask the doctor: Racing heart and pneumonia. https://www.health.harvard.edu/heart-health/racing-heart-and-pneumonia. (Diakses pada 10 Agustus 2020).
  2. Fink, Jennifer L.W. 2018. 7 Symptoms Never to Ignore If You Have Pneumonia. https://www.healthgrades.com/right-care/lungs-breathing-and-respiration/7-symptoms-never-to-ignore-if-you-have-pneumonia. (Diakses pada 10 Agustus 2020).
  3. Pallarito, Karen. 2020. How to Tell if You Have Pneumonia: 8 Symptoms You Shouldn’t Ignore. https://www.health.com/condition/infectious-diseases/pneumonia-symptoms?slide=7522065d-4839-40ad-8318-37b126ebdb9b#7522065d-4839-40ad-8318-37b126ebdb9b. (Diakses pada 10 Agustus 2020).
  4. Shiel, William C. 2019. Loss of Appetite: Symptoms & Signs. https://www.medicinenet.com/loss_of_appetite/symptoms.htm. (Diakses pada 10 Agustus 2020).
  5. Watson, Stephanie. 2020. Sore Throat 101: Symptoms, Causes, and Treatment. https://www.healthline.com/health/sore-throat. (Diakses pada 10 Agustus 2020).


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi