6 Gejala Menopause yang Bisa Diatasi dengan Mudah

gejala-menopause-doktersehat

DokterSehat.Com – Menopause normal terjadi pada dan akan dialami oleh semua wanita yang sudah memasuki usia tertentu. Umumnya rata-rata umur wanita yang mengalami menopause adalah 51 tahun. Begitu memasuki usia ini fungsi reproduksinya akan menurun atau berhenti.

Gejala Menopause yang Mengganggu

Menopause menyebabkan fungsi dari organ reproduksi wanita tidak berfungsi lagi. Ovarium tidak akan menghasilkan sel telur lagi dan estrogen yang dihasilkan semakin menipis. Kondisi ini menyebabkan perubahan besar pada tubuh wanita.

Perubahan yang terjadi pada tubuh wanita berdampak cukup besar. Wanita kerap tidak nyaman pada tubuhnya seperti sering merasa kepanasan setiap harinya saat tidur. Selain itu wanita juga kerap sulit menjaga emosinya yang berubah-ubah.

Beberapa orang menganggap kalau kondisi yang dialami wanita saat menopause itu normal. Namun, kalau sangat mengganggu apa harus diabaikan begitu saja? Padahal ada beberapa gejala yang bisa diminimalkan agar tubuh tidak terganggu.

Gejala Menopause yang Mudah Diatasi

Gejala menopause akan dialami oleh semua wanita. Dari gejala yang muncul dan mengganggu itu ternyata ada yang bisa diatasi. Nah, berikut beberapa gejala menopause yang bisa dikendalikan dengan baik.

  1. Hot Flashes

Salah satu gejala yang paling umum terjadi pada wanita yang mengalami menopause adalah hot flashes. Kondisi ini biasanya muncul kapan saja dan menyebabkan tubuh wanita jadi panas. Biasanya tubuh bagian atas termasuk wajah akan terkena dampak.

Hot flashes akan terjadi selama bertahun-tahun. Beberapa wanita yang mengalami menopause bisa memiliki hot flashes hingga 10 tahun. Meski kondisi ini tidak berjalan lama dan akan hilang dengan sendirinya, beberapa wanita merasa tidak nyaman.

Apalagi kalau kondisi panas yang mendadak ini muncul di malam hari. Kemungkinan besar membuat tubuh berkeringat dan juga menurunkan kualitas tidur. Kalau kondisi ini muncul setiap hari, wanita akan sulit menikmati waktu istirahatnya.

Cara terbaik untuk mengatasi masalah ini adalah dengan melakukan hormon terapi. Selain itu dengan minum sesuatu yang dingin, menggunakan AC, dan pakaian yang lebih longgar bisa menurunkan intensitas hot flashes.

  1. Seks yang Sangat Sakit

Saat wanita menopause dan kadar estrogen di dalam tubuhnya anjlok, perubahan besar akan terjadi pada vagina. Perubahan itu membuat aktivitas seks yang dialami oleh wanita jadi sangat sakit, bahkan bisa memicu trauma yang besar.

Begitu estrogen di dalam tubuh anjlok, kemungkinan besar akan terjadi penipisan dinding di vagina. Penipisan ini diperparah lagi dengan minimnya cairan pelumas yang dikeluarkan. Dampaknya, seks yang dilakukan akan sangat menyiksa.

Alternatif untuk mengatasi masalah nyeri dan juga vagina kering adalah dengan menggunakan obat sesuai dengan resep dokter. Selain itu pasangan juga bisa melakukan pemanasan yang lebih intens dan juga menggunakan pelumas tambahan.

  1. Gangguan Tidur Setiap Malam

Anjloknya estrogen di dalam tubuh wanita menyebabkan mereka mengalami gangguan tidur. Saat tidur mereka akan mengalami kondisi tidak nyaman seperti tubuh terlalu panas atau mood yang sering buruk.

Cara terbaik untuk mengatasi masalah gangguan tidur adalah menghindari kopi dan minuman berkafein lainnya. Perbanyak minum air putih dan perhatikan kondisi dari kamar agar bersih dan juga nyaman.

Hindari makan terlalu banyak menjelang tidur karena pencernaan yang lambat juga mengganggu tidur. Terakhir, usahakan tidur di ruangan yang cukup redup dan juga dingin untuk meningkatkan kenyenyakan.

  1. Perubahan Mood yang Mengganggu

Saat menopause akhirnya muncul, wanita akan mengalami cukup banyak gangguan pada dirinya baik secara fisik maupun mental. Gangguan mental yang mungkin terjadi adalah buruknya mood yang akan terjadi setiap saat.

Gangguan mood bisa muncul karena pengaruh hormon. Wanita yang mengalami menopause bisa mengatasi ini dengan melakukan olahraga secara rutin. Sebanyak 3 sampai 5 kali seminggu dengan durasi 30 menit sangat disarankan.

Selain mencoba untuk selalu aktif, kualitas tidur juga harus dijaga. Tidur setiap hari harus minimal 7 jam. Terakhir, coba lakukan relaksasi seperti meditasi atau yoga. Kalau berbagai cara ini tidak berhasil, coba hubungi dokter.

  1. Inkontinensia Saat Berkemih

Lagi-lagi penurunan dari level estrogen memberikan efek buruk pada wanita. Kali ini memicu lemahnya uretra yang dimiliki wanita. Dampak dari kondisi ini adalah mudahnya wanita mengalami inkontinensia atau urine yang bocor.

Kalau wanita mengalami inkontinensia urine, mereka jadi sering ngompol tanpa sebab. Misal saat tertawa, bersin, atau saat terkejut. Kekuatan otot di panggulnya lemah sehingga urine yang berada di kandung kemih tidak bisa dibendung.

Kalau wanita mengalami kondisi ini ada baiknya untuk melatih otot panggul. Cara paling mudah yang bisa dilakukan adalah melakukan latihan kegel.

  1. Mudah Sekali Lupa

Disadari atau tidak, wanita yang mengalami menopause akan menurun kemampuan kognitifnya. Mereka akan mudah sekali lupa dengan banyak hal dan sulit memikirkan sesuatu dengan fokus yang tinggi.

Lakukan latihan dengan sering membaca koran atau buku. Selain itu coba mainkan beberapa permainan yang mampu mengasah otak dan kemampuan untuk memecahkan masalah.

Demikianlah ulasan tentang gejala menopause yang bisa diatasi oleh wanita. Dengan melakukan beberapa cara yang telah dibahas di atas, masa menopause Anda bisa berjalan dengan lebih lancar dan tidak mengganggu kehidupan sehari-hari.

 

 

Sumber:

  1. Higuera, Valencia. 2019. 6 Menopause Symptoms That You Don’t Have to Accept as Normal. https://www.healthline.com/health/painful-sex/menopause-symptoms-manage. (Diakses pada 10 Oktober 2019).
  2. Huizen, Jennifer. 2019. Everything You Should Know About Menopause. https://www.healthline.com/health/menopause. (Diakses pada 10 Oktober 2019).
  3. Harvard Medical School. Dealing with the symptoms of menopause. https://www.health.harvard.edu/womens-health/dealing-with-the-symptoms-of-menopause. (Diakses pada 10 Oktober 2019).
  4. Felman, Adam. 2017. Everything you need to know about menopause. https://www.medicalnewstoday.com/articles/155651.php. (Diakses pada 10 Oktober 2019).