9 Gejala Maag, Tanda Adanya Gangguan di Saluran Pencernaan

gejala-maag-doktersehat

DokterSehat.Com – Ketika seseorang mengalami masalah pencernaan yang umummya terjadi karena pola makan yang salah, orang biasa menyebutnya dengan penyakit maag. Kondisi ini dapat dikatakan sebagai kondisi terkait saluran pencernaan yang paling umum di masyarakat. Penyakit seperti apa maag itu sebenarnya? Apa saja gejala maag yang mungkin muncul dan perlu untuk diwaspadai? Simak jawabannya dalam artikel ini!

Apa Itu Maag?

Pada dasarnya maag bukan merupakan penyakit. Maag atau gangguan pencernaan atau dalam istilah medis dikenal dengan sindrom dispepsia adalah serangkaian gejala pada saluran pencernaan yang menyebabkan ketidaknyamanan di perut.

Umumnya maag ini terjadi akibat adanya gangguan pencernaan tertentu yang mendasarinya seperti gastritis, GERD, sindrom iritasi usus, tukak lambung, dan banyak kondisi lainnya. Apabila penyebabnya tidak jelas, kondisi ini disebut dengan dispepsia fungsional.

Maag dapat menyerang siapa saja tanpa mengenal Batasan usia. Penyebabnya juga sangat beragam, namun paling sering terkait dengan konsumsi makanan atau minuman, karena memang pada dasarnya kesehatan saluran pencernaan sangat terpengaruh oleh apa saja yang kita konsumsi.

Gejala Maag

Mengingat maag merupakan sekumpulan gejala yang menandakan gangguan pencernaan tertentu, gejala maag juga sangat beragam dan biasanya bergantung pada kondisi yang mendasarinya. Maag juga bisa bersifat akut maupun kronis.

Berikut adalah berbagai gejala maag paling umum yang perlu Anda waspadai:

1. Heartburn

Gejala maag paling umum yang pertama adalah heartburn.

Heartburn dapat diartikan sebagai rasa terbakar di dada, tepatnya di belakang tulang dada. Gejala maag satu ini biasanya memburuk setelah makan, di malam hari, atau ketika tubuh dalam posisi tertentu seperti berbaring atau membungkuk.

Heartburn terjadi ketika asam lambung naik ke saluran pencernaan bagian atas, yaitu menuju ke kerongkongan. Naiknya asam lambung ini mengiritasi saluran pencernaan bagian atas dan menyebabkan sensasi seperti terbakar di dada bagian bawah.

Gangguan pencernaan yang umumnya menyebabkan heartburn adalah seperti GERD (gastroesophageal reflux disease). Kondisi ini memengaruhi sfingter esofagus (cincin otot antara kerongkongan dan lambung) bagian bawah sehingga naiknya asam lambung ke kerongkongan tidak dapat dicegah.

2. Perut kembung

Kembung adalah sensasi sesak dan tidak nyaman yang diakibatkan oleh penumpukan gas di perut.

Perut kembung dapat diakibatkan oleh terlalu banyak menelan udara atau konsumsi makanan atau minuman tertentu yang dapat meningkatkan jumlah gas di perut. Hal ini merupakan kondisi wajar yang tidak perlu dikhawatirkan.

Namun apabila perut kembung terjadi terus-menerus, bisa jadi kondisi disebabkan oleh masalah pencernaan atau masalah pada pola makan. Kondisi yang dapat memicu perut kembung adalah seperti sembelit, intoleransi makanan, sindrom iritasi usus besar, hingga penyakit seliak.

Kebiasaan bicara sambil makan juga dapat menyebabkan Anda banyak menelan udara yang kemudian dapat memicu perut kembung.

3. Sendawa

Anda tentunya pernah bersendawa, biasanya keinginan untuk bersendawa muncul setelah makan.

Sendawa menandakan bahwa kita telah kenyang. Namun selain sebagai tanda kenyang, sendawa juga sering kali dikaitkan dengan berbagai kondisi lainnya.

Secara umum, sendawa merupakan tindakan mengeluarkan gas dari perut melalui mulut. Seperti yang disebutkan sebelumnya bahwa maag juga menyebabkan perut kembung yang menandakan banyaknya gas dalam perut.

Penyebab utama sendawa adalah akibat kelebihan gas di perut yang dapat disebabkan karena tanpa sadar menelan udara dalam jumlah banyak, makan atau minum terlalu cepat, hingga konsumsi minuman berkarbonasi.

Di sisi lain, orang dapat juga bersendawa karena kebiasaan dan hal ini biasanya tidak terpengaruh oleh jumlah gas yang ada di dalam perutnya.

Ketika seseorang mengalami ketidaknyamanan perut, biasanya sendawa dapat membantu mengusir kelebihan udara sehingga dapat mengurangi rasa tidak nyaman. Seseorang dapat bersendawa ketika merasakan ketidaknyamanan di perut meskipun ketidaknyamanan tersebut tidak terkait dengan peningkatan gas di perut.

Sendawa seharusnya terjadi secara alami. Apabila dilakukan dengan sengaja, sendawa mungkin justru dapat menyebabkan jumlah gas di perut meningkat.

4. Nyeri perut

Mengingat organ sistem pencernaan kebanyakan berada di perut, tentunya tidak heran jika gangguan pencernaan seperti maag menimbulkan gejala seperti sakit perut.

Hampir semua jenis gangguan pencernaan menyebabkan nyeri atau sakit perut. Tingkat keparahan sakit dan bagian yang sakit biasanya bergantung pada jenis gangguan pencernaan yang dialami.

Sakit perut akibat gangguan pencernaan biasanya meliputi perut bagian atas hingga dada bagian bawah. Terkadang, sakit perut akibat gangguan pencernaan juga dapat dirasakan di perut bagian belakang.

Nyeri dada bagian bawah atau perut bagian atas sering kali sulit dibedakan antara gejala gangguan pencernaan atau gangguan jantung. Cara membedakannya adalah dengan melihat lain yang membarenginya.

5. Cepat kenyang saat makan

Gejala maag selanjutnya adalah lebih cepat kenyang saat makan.

Anda mengambil porsi makanan normal seperti biasa, namun tidak sanggup untuk menghabiskannya dan sudah merasa kenyang bahkan ketika baru mengonsumsinya sebagian kecil saja. Hal ini bisa mengindikasikan adanya gangguan pencernaan.

Seperti yang disebutkan sebelumnya bahwa gejala maag membuat perut terasa lebih penuh dan begah. Hal ini disebabkan karena kelebihan asam lambung dan gas dalam perut. Selain membuat Anda merasa kembung, kondisi ini juga dapat membuat Anda lebih cepat kenyang.

Kondisi seperti ini tentunya tidak dapat dibiarkan terjadi dalam jangka panjang. Menurunnya asupan makanan dapat menyebabkan asupan gizi juga berkurang sehingga tubuh juga kekurangan banyak nutrisi yang dibutuhkan.

6. Mual dan muntah

Mual dan muntah merupakan gejala dari berbagai penyakit, termasuk juga gejala sakit maag.

Mual merupakan kegelisahan perut yang terjadi sebelum seseorang muntah. Sedangkan muntah merupakan pengosongan paksa isi perut melalui mulut. Dapat dikatakan bahwa mual merupakan tanda ingin muntah, tapi muntah tidak selalu terjadi ketika seseorang merasa mual.

Mual dan muntah paling umum terjadi pada tahap kehamilan atau pada kondisi seperti mabuk darat atau mabuk laut. Seseorang yang makan dan minum terlalu banyak juga biasanya akan merasakan mual. Anda tentunya juga mungkin pernah merasa mual ketika mencium bau tertentu yang membuat Anda tidak nyaman.

Gejala mual dan muntah sering kali dianggap tidak berbahaya, padahal kondisi ini juga dapat menandakan beberapa kondisi serius seperti gegar otak, serangan jantung, tumor, dan kanker.

Mual dan muntah akibat gangguan pencernaan dapat disebabkan oleh keracunan makanan, sumbatan pada usus, radang usus buntu, intoleransi makanan, dan gastroparesis.

7. Mulut terasa asam

Gejala penyakit maag paling umum lainnya adalah mulut yang terasa asam atau pahit.

Rasa asam atau pahit di mulut dapat menimbulkan ketidaknyamanan dan bisa juga menurunkan nafsu makan Anda. Gangguan pencernaan yang biasanya menunjukkan gejala ini adalah seperti GERD dan refluks asam.

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, GERD dan naiknya  asam dapat menyebabkan otot stingfer di bagian atas perut melemah dan cairan empedu naik ke kerongkongan, Selain menyebabkan heartburn, kondisi ini juga dapat menyebabkan timbulnya rasa asam atau pahit di mulut.

8. Rasa tidak nyaman setelah makan

Selain menyebabkan cepat kenyang, gejala maag juga membuat Anda merasakan ketidaknyamanan setelah makan.

Sebelumnya sudah dijelaskan juga bahwa gangguan pencernaan sangat terkait dengan makanan. Ada banyak sekali gejala gangguan pencernaan yang muncul atau memburuk setelah makan. Maka dari itu, seseorang dengan gangguan pencernaan seharusnya lebih memerhatikan asupan makanan yang dimakan.

Umumnya makanan seperti makanan pedas, berlemak, dan asam disarankan untuk dihindari pemilik maag dan gangguan pencernaan lainnya. Konsumsi minuman seperti alkohol dan minuman berkafein juga sebaiknya dihindari.

Jenis makanan atau minuman yang harus dihindari setiap orang mungkin berbeda-beda, bergantung pada jenis gangguan pencernaan dan tingkat keparahannya. Ikuti arahan dokter tentang makanan dan minuman yang harus dihindari ketika Anda mengalami gangguan pencernaan tertentu.

9. Perut mengeluarkan bunyi

Apa yang Anda pikirkan ketika mendengar perut berbunyi?

Bunyi perut biasanya identik dengan tubuh yang memberikan sinyal bahwa Anda sedang kelaparan.  Suara bising dari perut disebabkan oleh pergerakan dari gas berlebihan yang ada di perut.

Suara perut yang datang ketika lapar, biasanya akan dapat langsung mereda ketika kita makan. Hal ini disebabkan karena otot pencernaan akan fokus mengurai makanan dibandingkan dengan menggerakkan udara yang ada di sekitarnya.

Pada dasarnya suara perut ini dapat datang kapan saja, tidak hanya ketika lapar. Semua kondisi yang dapat menyebabkan kelebihan gas di dalam pencernaan dapat berpotensi menimbulkan suara perut.

Salah satu gejala penyakit maag adalah kelebihan gas di dalam perut. Maka dari itu, munculnya suara perut tanpa alasan juga sering dikategorikan sebagai salah satu gejala maag.

Baca Juga: 12 Makanan Pantangan Asam Lambung, Hati-Hati Mengonsumsinya!

Apakah Maag Berbahaya?

Seseorang dengan maag atau gangguan pencernaan pada dasarnya bisa menjalani hidup dengan normal. Menerapkan gaya hidup sehat  dapat membantu mencegah maag kambuh. Penggunaan obat-obatan tertentu juga dapat membantu mengatasi gejala.

Meskipun jarang, gejala maag dapat mengindikasikan masalah pencernaan serius seperti tukak lambung kronis hingga kanker lambung.

Konsultasikan dengan dokter apabila Anda mengalami gejala maag dan memiliki salah satu kondisi berikut ini:

  • Berusia lebih dari 50 tahun
  • Kehilangan berat badan secara drastis
  • Kesulitan menelan
  • Sering muntah
  • Muntah atau tinja berdarah
  • Muncul benjolan di perut
  • Mengalami anemia defisiensi besi

Cara Mengatasi Maag

Maag dapat merujuk pada berbagai gangguan pencernaan mulai dari GERD, tukak lambung, infeksi perut, sindrom iritasi usus, pankreatitis kronis, penyakit tiroid, gastroparesis, dan gangguan pencernaan lainnya.

Umumnya kondisi ini didiagnosis sebagai maag sebelum dokter melakukan pemeriksaan lanjutan untuk mengetahui penyakit yang sebenarnya mendasari gejala maag tersebut.

Jika seseorang mengalami gejala maag, berikut adalah langkah yang dapat dilakukan untuk mengatasi kondisi ini:

Cara Mengatasi Maag dengan Perubahan Gaya Hidup

Gaya hidup yang kurang sehat sangat berpotensi menyebabkan berbagai gejala sakit maag. Berikut adalah berbagai langkah perubahan gaya hidup yang dapat membantu meringankan gejala maag atau dispepsia:

  • Menghindari konsumsi makanan yang dapat memicu gangguan pencernaan.
  • Pilih makan lima atau enam kali sehari dengan porsi kecil dibandingkan dengan makan tiga kali sehari dengan porsi besar.
  • Mengurangi atau bahkan berhenti mengonsumsi alkohol dan kafein.
  • Menghindari obat penghilang rasa sakit seperti aspirin, ibuprofen, dan naproxen. Penggunaan obat-obatan ini berpotensi menyebabkan gangguan pencernaan.
  • Berdiskusi dengan dokter tentang penggunaan obat-obatan yang tidak memberikan efek samping terhadap saluran pencernaan.
  • Mengontrol stres dan kecemasan.
  • Berolahraga secara rutin dan teratur.

Cara Mengatasi Maag dengan Obat

Apabila perubahan gaya hidup tidak cukup untuk meredakan gejala dispepsia, penggunaan obat-obatan tertentu mungkin dapat membantu. Obat yang mungkin digunakan untuk mengatasi maag adalah seperti:

  • Proton pump inhibitor (PPI). Obat ini biasanya direkomendasikan untuk mengatasi gangguan pencernaan dengan gejala heartburn. PPI membantu mengurangi asam lambung.
  • Antagonis reseptor H-2. Sama seperti PPI, obat ini juga bekerja mengurangi asam lambung.
  • Prokinetik. Jenis obat-obatan prokinetik bekerja untuk mengosongkan perut secara perlahan.
  • Antibiotik. Obat antibiotik digunakan apabila gangguan pencernaan disebabkan oleh infeksi bakteri seperti H. pylori.
  • Antidepresan dan antikecemasan. Jenis obat-obatan ini dapat meringankan ketidaknyamanan akibat gangguan pencernaan dengan cara mengurangi sensasi rasa sakit

Penggunaan obat-obatan ini tentunya juga dibarengi dengan perubahan gaya hidup. Apabila menggunakan obat-obatan, tapi tidak menjaga gaya hidup, tentunya gangguan pencernaan akan dengan mudah datang kembali.

Penggunaan beberapa jenis obat mungkin membutuhkan resep dokter. Jangan pernah menggunakan obat jenis apapun tanpa mematikan obat tersebut sudah sesuai dengan kondisi medis yang dialami.

Apabila gejala maag berlanjut dan bertahan lama meskipun sudah menggunakan obat dan menerapkan gaya hidup yang lebih sehat, sebaiknya konsultasikan diri Anda ke dokter untuk memastikan gangguan pencernaan seperti apa yang sedang Anda alami.

Setiap gangguan pencernaan mungkin membutuhkan tindakan pengobatan yang berbeda, sehingga sangat penting untuk mengetahui kondisi Anda sebelum memilih pengobatan yang tepat.

 

Informasi kesehatan ini telah ditinjau oleh dr. Jati Satriyo.

 

Sumber:

  1. Marks, Jay W. 2018. Indigestion (Dyspepsia, Upset Stomach Pain) Symptoms, Relief Remedies, and Medicine. https://www.medicinenet.com/dyspepsia/article.htm#indigestion_definition_dyspepsia_upset_stomach_and_facts. (Diakses 4 September 2019).
  2. Nordqvist, Christian. 2017. What to know about indigestion or dyspepsia. https://www.medicalnewstoday.com/articles/163484.php. (Diakses 4 September 2019).
  3. NIDDK. 2016. Symptoms & Causes of Indigestion. https://www.niddk.nih.gov/health-information/digestive-diseases/indigestion-dyspepsia/symptoms-causes. (Diakses 4 September 2019).
  4. NHS Inform. Indigestion. https://www.nhsinform.scot/illnesses-and-conditions/stomach-liver-and-gastrointestinal-tract/indigestion#symptoms-of-indigestion. (Diakses 4 September 2019).
  5. WebMd. 2018. Indigestion. https://www.webmd.com/heartburn-gerd/indigestion-overview#1. (Diakses 4 September 2019).
  6. Family Doctor. Indigestion (Dyspepsia). https://familydoctor.org/condition/indigestion-dyspepsia/. (Diakses 4 September 2019).
  7. WebMD. 2018. Nausea and Vomiting. https://www.webmd.com/digestive-disorders/digestive-diseases-nausea-vomiting#1. (Diakses 4 September 2019).
  8. Mayo Clinic. 2018. Heartburn. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/heartburn/symptoms-causes/syc-20373223 (Diakses 4 September 2019).
  9. NHS UK. Beat the bloat. https://www.nhs.uk/live-well/eat-well/remedies-for-bloating-and-wind/. (Diakses 4 September 2019).
  10. Govender, Serusha. Why Does My Stomach Growl?. https://www.webmd.com/a-to-z-guides/features/why-does-my-stomach-growl#2. (Diakses 4 September 2019).
  11. Johnson, Jon. 2018. Why do I have a bitter taste in my mouth?. https://www.medicalnewstoday.com/articles/321175.php. (Diakses 4 September 2019).