Terbit: 29 Mei 2020 | Diperbarui: 5 Juni 2020
Ditulis oleh: Gerardus Septian Kalis | Ditinjau oleh: dr. Eko Budidharmaja

Salah satu gejala kekurangan vitamin C yang paling mudah dikenali luka yang sulit sembuh. Selain membantu untuk menyembuhkan luka, vitamin ini juga berguna untuk menjaga tulang dan gigi tetap kuat. Cek penjelasan akibat kekurangan vitamin C pada tubuh selengkapnya!

gejala-kekurangan-vitamin C-doktersehat

Gejala Kekurangan Vitamin C pada Tubuh

Sebelum menjelaskan mengenai ciri-ciri kekurangan vitamin C, perlu Anda ketahui bahwa terdapat beberapa faktor yang menyebabkan defisiensi vitamin C antara lain: pola makan yang buruk, konsumsi alkohol berlebihan, anoreksia, kondisi mental, kebiasaan merokok, dan melakukan prosedur dialisis.

Meski tanda kurangnya vitamin C yang parah bisa timbul dalam waktu berbulan-bulan, terdapat gejala ringan yang harus diwaspadai. Berikut adalah berbagai gejala kekurangan vitamin C yang bisa terjadi, di antaranya:

1. Kulit Menjadi Kasar

Ciri-ciri kekurangan vitamin C yang pertama dan paling mudah dikenali adalah perubahan yang terjadi pada kulit. Vitamin C memainkan peran penting dalam produksi kolagen, protein penting yang terdapat di jaringan ikat, kulit, rambut, sendi, tulang, dan pembuluh darah.

Ketika kadar vitamin C dalam tubuh rendah, keratosis pilaris dapat berkembang. Kondisi yang juga dikenal sebagai kulit ayam ini membuat permukaan kulit menjadi kasar dan muncul bentol-bentol kecil mirip jerawat. Kondisi ini biasanya terjadi di bagian belakang lengan atas, paha, atau bokong. Keratosis pilaris yang disebabkan oleh defisiensi vitamin C biasanya muncul setelah tiga sampai lima bulan asupan yang tidak adekuat.

2. Kuku Berbentuk Sendok dengan Bintik Merah atau Garis

Gejala kekurangan vitamin C berikutnya adalah perubahan bentuk kuku. Kuku berbentuk sendok dikarakteristikkan oleh bentuk cekungnya. Meski kondisi ini lebih sering dikaitkan dengan anemia defisiensi besi, kondisi ini juga dikaitkan kurangnya asupan vitamin C.

Sementara bintik-bintik merah atau garis-garis vertikal pada dasar kuku yang dikenal sebagai splinter hemorrhage, juga dapat muncul selama defisiensi vitamin C karena pembuluh darah yang melemah sehingga menyebabkannya mudah pecah.

3. Kulit Kering

Selain membuat kulit menjadi kasar, akibat kekurangan vitamin C juga bisa membuat kulit kering. Kulit yang sehat mengandung sejumlah besar vitamin C, terutama di epidermis atau lapisan luar kulit.

Vitamin C menjaga kulit tetap sehat dengan melindunginya dari kerusakan oksidatif yang disebabkan oleh matahari dan paparan polutan seperti asap rokok atau ozon. Meski asupan vitamin C yang rendah dikaitkan dengan kulit kering, gejala ini juga dapat disebabkan oleh faktor lain.

4. Mudah Memar

Memar bisa terjadi ketika pembuluh darah di bawah kulit pecah dan menyebabkan darah bocor ke daerah sekitarnya. Jika Anda mudah mengalami memar, hal itu bisa menjadi gejala kekurangan vitamin C. Defisiensi vitamin ini membuat produksi kolagen menurun dan menyebabkan pembuluh darah melemah.

Memar dapat terjadi pada area tubuh yang luas atau tampak seperti titik-titik kecil berwarna ungu di bawah kulit.

5. Luka Lama Sembuh

Selain memar, luka yang lama sembuh juga merupakan akibat kekurangan vitamin C. Kurangnya asupan vitamin C memperlambat laju pembentukan kolagen, sehingga menyebabkan luka sembuh lebih lambat. Dalam kasus defisiensi vitamin C yang parah, luka lama bahkan dapat terbuka kembali dan meningkatkan risiko infeksi.

Baca Juga: Vitamin C 1000 Mg: Manfaat, Bahaya, Rekomendasi Harian, dll

6. Nyeri Sendi

Sendi mengandung banyak jaringan ikat yang kaya kolagen, sehingga gejala kekurangan vitamin C yang bisa terjadi adalah nyeri sendi. Pada kasus yang parah, kondisi ini menyebabkan pincang atau kesulitan berjalan.

Selain itu, pendarahan di dalam sendi juga dapat menjadi ciri-ciri kekurangan vitamin C, kondisi ini menyebabkan pembengkakan dan rasa sakit tambahan. Namun, kedua gejala ini dapat diatasi dengan konsumsi suplemen vitamin C dan biasanya sembuh dalam satu minggu.

7. Tulang Lemah

Akibat kekurangan vitamin C lainnya adalah memengaruhi kesehatan tulang.

Rendahnya asupan vitamin C telah dikaitkan dengan peningkatan risiko patah tulang dan osteoporosis. Sebuah penelitian mengungkapkan, vitamin C memainkan peran penting dalam pembentukan tulang, sehingga kekurangan vitamin ini dapat meningkatkan risiko pengembangan tulang yang lemah dan rapuh.

8. Gusi Berdarah dan Gigi Tanggal

Gusi merah, bengkak, dan berdarah adalah gejala kekurangan vitamin C yang umum. Tanpa asupan vitamin C yang memadai, jaringan gusi menjadi melemah dan meradang sehingga pembuluh darah lebih mudah berdarah. Pada tahap lanjut defisiensi vitamin C, gusi mungkin tampak berwarna ungu dan menjadi busuk.

Kondisi lanjutan yang terkait dengan masalah gusi adalah gigi dapat copot dikarenakan gusi yang tidak sehat, dentin yang lemah, dan lapisan dalam gigi yang terkalsifikasi.

9. Menurunnya Sistem Kekebalan Tubuh

Vitamin C adalah nutrisi penting untuk sistem kekebalan tubuh. Kadar vitamin C yang rendah dikaitkan dengan peningkatan risiko infeksi, sementara kurangnya asupan yang parah dapat menyebabkan kematian akibat penyakit menular.

Sebuah studi menunjukkan bahwa vitamin C terakumulasi di dalam berbagai jenis sel kekebalan untuk membantu memerangi infeksi dan menghancurkan patogen penyebab penyakit.

10. Anemia Defisiensi Besi Persisten

Gejala kekurangan vitamin C dan anemia defisiensi besi sering terjadi bersamaan. Tanda-tanda anemia defisiensi besi termasuk pucat, kelelahan, kesulitan bernapas saat olahraga, kulit kering, rambut kering, sakit kepala, dan kuku berbentuk sendok.

Kadar vitamin C yang rendah dapat berkontribusi pada anemia defisiensi besi dengan mengurangi penyerapan zat besi dari makanan nabati dan secara negatif memengaruhi metabolisme zat besi. Kekurangan vitamin C juga meningkatkan risiko pendarahan yang berlebihan, kondisi yang dapat menyebabkan anemia.

11. Cepat Lelah dan Suasana Hati yang Buruk

Kelelahan dan suasana hati yang buruk adalah gejala kekurangan vitamin C paling umum. Kondisi ini bisa cepat teratasi jika Anda memenuhi asupan vitamin dalam waktu 24 jam. Tanda-tanda kelelahan dan suasana hati yang buruk juga dapat muncul bahkan dengan kadar vitamin C normal.

Baca Juga: 8 Bahaya Kelebihan Vitamin C pada Tubuh

12. Berat Badan Meningkat

Sebuah penelitian menemukan bahwa terdapat hubungan yang konsisten antara asupan rendah vitamin C dan kelebihan lemak tubuh, meski begitu tidak jelas apakah itu adalah hubungan sebab dan akibat. Namun, kadar vitamin C dalam darah yang rendah telah dikaitkan dengan jumlah lemak perut yang lebih tinggi, bahkan pada individu dengan berat badan normal.

Akan tetapi, kelebihan lemak di tubuh tidak hanya menunjukkan gejala kekurangan vitamin C, terdapat faktor-faktor yang berkontribusi terhadap hal ini seperti pola diet.

13. Rambut Mudah Patah

Skorbut atau scurvy adalah penyakit langka yang terjadi akibat tubuh kekurangan vitamin C. Kondisi ini menyebabkan pendarahan di sekitar folikel rambut dan bisa membuat pola rambut corkscrew. Saat mengalami hal ini, rambut menjadi sangat rapuh dan mudah patah.

14. Sering Mimisan

Vitamin C bertanggung jawab untuk mengembangkan dan memperbaiki semua jaringan dalam tubuh, termasuk pembuluh darah. Kekurangan vitamin C dapat melemahkan pembuluh darah—terutama di hidung—sehingga memicu terjadinya mimisan. Meski kondisi ini tidak berbahaya, Anda tetap perlu waspada karena mimisan dapat menjadi gejala dari suatu penyakit.

 

  1. Julson, Erica. 2018. 15 Signs and Symptoms of Vitamin C Deficiency. https://www.healthline.com/nutrition/vitamin-c-deficiency-symptoms. (Diakses pada 29 Mei 2020).
  2. Murphy, Rachel. 2018. 10 signs you might have a vitamin C deficiency, according to an expert. https://www.insider.com/signs-of-vitamin-c-deficiency-2018-12. (Diakses pada 29 Mei 2020).


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi