Gejala Kanker Vulva pada Wanita yang Sering Diabaikan

doktersehat kanker vulva

DokterSehat.Com – Selama ini kita hanya mengenal kanker payudara atau kanker serviks lah yang sering menyerang wanita. Ternyata selain dua kanker itu wanita juga berisiko mengalami kanker vulva. Kanker vulva adalah kanker yang menyerang area vulva atau organ eksternal dari vagina meliputi labia dan klitoris.

Kanker jenis ini sering diabadikan oleh wanita karena gejalanya sering mirip dengan gangguan umum yang dialami oleh wanita. Akibat tindakan ini, kanker jadi mudah menyebar dan akhirnya menyebabkan banyak gangguan pada wanita khususnya fungsi seksual dan reproduksinya.

Tanda-tanda kanker vulva

Kanker vulva yang muncul pada wanita memiliki beberapa tanda-tanda di bawah ini.

  • Rasa sakit di area labia atau klitoris yang susah hilang. Rasa sakit ini mungkin muncul pasca seks, tapi esok harinya tidak juga reda dan bahkan terus muncul rasa sakit.
  • Beberapa bagian dari vulva terkadang sering mengalami rasa gatal yang berlebihan.
  • Perdarahan bisa terjadi dengan intensitas tertentu. Perdarahan ini tidak terjadi karena wanita mengalami menstruasi atau sedang hamil.
  • Warna kulit di area vulva sedikit berubah dan beberapa bagian mengalami penebalan kulit.
  • Bisul sering muncul dan sebagian besar sakit saat dipegang dan memiliki nanah.

Penyebab kanker vulva

Hingga saat ini penyebab dari kanker vulva masih belum jelas. Namun, beberapa dokter meyakini kalau kanker ini terjadi karena ada mutasi dari DNA. Mutasi ini menyebabkan pertumbuhan beberapa sel di vulva berjalan tidak normal dan terus membelah berkali-kali.

Pertumbuhan sel yang tidak normal ini menyebabkan tumor terbentuk. Tumor ini bisa bersifat kanker atau tidak. Kalau bersifat kanker, invasi yang intens akan terjadi pada area vulva dan menyebabkan gangguan yang terlah disebutkan sebelumnya.

Jenis kanker vulva

Ada dua jenis kanker vulva yang terjadi pada wanita. Kanker itu terdiri dari:

  • Vulvar squamous cell carcinoma. Kanker ini mulai dalam bentuk lapisan yang sangat tipis dan berada di permukaan dari vulva.
  • Vulvar melanoma. Kanker jenis ini muncul pada sel yang memproduksi pigmen warna pada kulit. Selanjutnya kanker menyebar ke sel lain yang sehat.

Faktor risiko kanker vulva

Ada beberapa faktor risiko yang menyebabkan wanita lebih rentan terkena kanker vulva atau tidak. Faktor risiko itu terdiri dari:

  • Usia dari wanita. Semakin tinggi usia wanita, risiko terkena kankernya semakin tinggi meski semua usia bisa mendapatkannya juga.
  • Pernah terkena infeksi HPV yang menyebabkan kutil kelamin pada wanita. Virus yang juga bisa menyebabkan kanker serviks ini bisa menyerang siapa saja dan menyebar dengan sangat mudah.
  • Wanita yang memiliki kebiasaan merokok bisa memicu sel karsinogenik tumbuh dengan mudah.
  • Punya daya tahan tubuh yang lemah. Daya tahan yang lemah ini bisa terjadi karena wanita memiliki gangguan pada tubuh entah karena HIV atau penyakit autoimun.
  • Pernah memiliki riwayat terkena kanker atau prakanker pada tubuh.
  • Memiliki gangguan kulit di area vulva.

Penanganan kanker vulva

Penanganan dari kanker vulva ini bisa dilakukan dengan melakukan pembedahan. Sel yang terkena kanker akan diambil dari area vulva. Wanita bisa kehilangan sebagian dari klitoris hingga vulva setelah operasi.

Pada kondisi yang cukup parah, semua bagian vulva harus diambil agar kanker tidak menyebar ke mana-mana. Beberapa wanita ada juga yang mendapatkan radioterapi dan kemoterapi sehingga operasi pengambilan organ tidak perlu dilakukan.

Inilah beberapa hal terkait dengan kanker vulva yang harus wanita waspadai. Kalau Anda mengalami masalah di area vulva, segera lakukan pemeriksaan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.