Terbit: 12 Agustus 2020
Ditulis oleh: Muhamad Nuramdani | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Gejala kanker lambung biasanya tidak muncul ketika stadium awal sehingga sulit bagi dokter untuk mendiagnosis. Adapun gejalanya berkisar dari buang air besar (BAB) berdarah sampai sakit perut. Selengkapnya simak berbagai gejala dan cara mencegah di bawah ini!

12 Gejala Kanker Lambung yang Harus Diwaspadai! (Disertai Pencegahan)

Tanda dan Gejala Kanker Lambung

Kanker perut atau kanker lambung adalah pertumbuhan sel kanker di lapisan lambung. Ketika tanda dan gejala kanker tidak dirasakan, penyakit dapat mencapai stadium lanjut sebelum mendapatkan diagnosis. Itulah mengapa penting bagi pasien yang dianggap berisiko tinggi untuk berbicara dengan dokter tentang gejala yang mungkin merupakan tanda kanker.

Berikut ini berbagai gejala kanker lambung patut diwaspadai:

1. BAB Berdarah

Darah dalam feses bisa menjadi salah satu ciri-ciri kanker lambung tetapi memiliki banyak kemungkinan penyebab lainnya, termasuk wasir dan fisura anus. Darah pada feses sering kali memberikan petunjuk penting tentang asal mula pendarahan.

Darah merah cerah pada feses mungkin mengkhawatirkan tetapi biasanya bukan alasan untuk merasa panik. Pendarahan dari perut biasanya tampak seperti bubuk kopi, terutama saat muntah. Namun, ada banyak kemungkinan penyebabnya, termasuk perdarahan di mana saja dari kerongkongan hingga bagian atas usus besar.

2. Sakit Perut

Sakit perut adalah gejala kanker lambung yang paling umum dan biasanya membuat penderitanya mencari pengobatan medis. Sakit perut berkisar dari ketidaknyamanan ringan yang terus-menerus hingga sakit perut yang parah. Sakit dan ketidaknyamanan biasanya terjadi di daerah perut bagian atas.

Kemungkinan karena fungsi saraf mendeteksi sakit di perut, lokasi sakit tidak selalu mencerminkan di mana sumber nyeri itu berada.

Sakit perut terasa seperti gejala lain, memiliki banyak kemungkinan penyebab, dan kebanyakkan dari kondisi ini lebih umum daripada kanker perut. Ini bervariasi dari sebagian besar masalah pada perut, seperti intoleransi laktosa hingga kondisi serius.

3. Mual atau Muntah Berkepanjangan

Mual dan muntah juga merupakan gejala umum, dengan banyak penyebab yang lebih umum daripada kanker perut. Namun, jika mengalami mual dan muntah yang terus berlanjut, kemungkinan besar hal itu menandakan masalah yang lebih serius.

Jika gejala berlangsung lama atau jika muntah darah (meskipun hanya sedikit), segera kunjungi dokter.

Perdarahan pada lambung adalah keadaan darurat medis. Sedangkan muntah darah dalam jumlah banyak (lebih dari beberapa sendok teh), segera dapatkan perawatan darurat medis.

4. Tidak Nafsu Makan

Gejala kanker lambung ditandai dengan kehilangan nafsu makan selama satu atau dua hari, tetapi jika merasa tidak ingin makan selama lebih dari beberapa hari, sebaiknya segera ke dokter.

Kanker lambung adalah salah satu dari banyak kondisi yang menyebabkan penderitanya tidak nafsu makan, tetapi penurunan nafsu makan sering kali merupakan pertanda serius bahwa ada sesuatu yang salah dalam tubuh.

5. Merasa Kenyang dengan Cepat

Hal yang terkait erat dengan hilangnya nafsu makan adalah sensasi merasa kenyang. Kebanyakan penderita kanker lambung mengalami rasa kenyang di perut bagian atas bahkan setelah makan makanan ringan. Jika merasa lapar (memiliki nafsu makan normal), tetapi merasa cepat kenyang, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter.

6. Perut Kembung

Perut kembung tidak hanya disebabkan oleh terlalu banyak makan dan makanan pedas atau berlemak, tetapi juga bisa menjadi ciri-ciri kanker lambung, terutama jika terjadi setelah makan. Jika merasa kembung dan tidak memiliki penyebab yang jelas, konsultasikan dengan dokter.

Selain kanker lambung dan kondisi lainnya, perut kembung biasanya merupakan gejala pertama kanker ovarium. Kanker ovarium disebut sebagai silent killer karena tidak menunjukkan gejala awal penyakit.

7. Mulas

Mulas lebih sering dihubungkan dengan iritasi esofagus akibat refluks asam lambung, tetapi juga bisa menjadi gejala kanker lambung. Gangguan pencernaan ini juga merupakan gejala yang penting untuk diwaspadai, terutama jika gejalanya berlangsung lebih dari satu atau dua hari.

Baca Juga: Penyakit Asam Lambung: Gejala, Penyebab, dan Pengobatan

8. Perubahan Kebiasaan BAB

Perubahan kebiasaan buang air besar (BAB), termasuk diare dan sembelit, sering kali dihubungkan dengan kondisi yang tidak terlalu serius. Namun perubahan kebiasaan ini juga menjadi salah satu ciri-ciri kanker lambung.

Setiap orang memiliki kebiasaan BAB yang berbeda, sehingga normal bagi satu orang mungkin tidak bagi orang lain. Hal terpenting adalah jika kebiasaan BAB berubah untuk Anda sebagai individu. Jika memiliki kebiasaan BAB merasa berubah, sebaiknya konsultasikan dengan dokter.

9. Merasa Sangat Lelah

Kelelahan yang berlangsung lebih dari beberapa hari menandakan adanya masalah medis. Ketika memiliki kanker lambung, kelelahan biasanya dikaitkan dengan anemia karena kehilangan darah melalui feses atau muntah.

Hampir semua orang pasti mengalami kelelahan, tetapi kelelahan yang berhubungan dengan kanker sering kali berbeda. Ini adalah jenis kelelahan yang biasanya tidak kunjung membaik hanya dengan istirahat atau tidur malam yang nyenyak.

Kelelahan yang terkait kanker lambung biasanya berkembang secara bertahap. Mungkin Anda dapat mengingat kembali 6-12 bulan dan membandingkan tingkat energi sekarang dengan sebelumnya. Jika tampak jelas bahwa Anda lebih lelah dari biasanya, segera berkonsultasi dengan dokter, bahkan jika tidak memiliki gejala lainnya.

10. Penurunan Berat Badan Tanpa Sebab

Sebagian besar orang mungkin akan mengalami penurunan berat badan tanpa menjalani diet, tetapi penurunan berat badan yang tidak direncanakan adalah tanda masalah kesehatan yang perlu waspadai!

Jika mengalami penurunan berat badan sekitar 5 persen dari berat badan normal tubuh (misalnya penurunan berat badan 3,5 kg untuk orang dengan berat 68 kg) selama enam bulan atau kurang, dan belum menjalani diet atau berolahraga, segera hubungi dokter.

Penurunan berat badan yang tidak disengaja dapat disebabkan oleh berbagai masalah kesehatan yang serius, termasuk kanker lambung.

11. Kesulitan Menelan

Jika memiliki tumor di perut yang meluas hingga ke kerongkongan, kemungkinan akan mengalami kesulitan menelan atau disebut sebagai disfagia. Kondisi ini mungkin terasa seperti makanan tersangkut di tenggorokan, atau mungkin ditandai sebagai batuk dan tersedak saat makan atau minum.

Dalam beberapa kasus, ciri-ciri kanker lambung mungkin juga terasa seperti makanan kembali ke kerongkongan segera setelah makan. Mulas kemungkinan juga akan menyebabkan kesulitan menelan.

12. Merasakan Ada Masalah di Perut

Tidak jarang orang yang didiagnosis menderita kanker lambung mengakui bahwa mereka tahu ada sesuatu yang salah di perut. Anda mungkin hanya merasa tidak enak badan atau memiliki firasat bahwa ada sesuatu yang salah dalam tubuh. Ini merupakan intuisi yang mungkin bisa membantu Anda “mendengarkan suara tubuh” terhadap masalah kesehatan.

Namun, hal terburuk yang dapat terjadi adalah karena tidak mendengarkan suara tubuh menyebabkan kondisi lebih serius karena dibiarkan tanpa mendapatkan pengobatan.

Baca Juga: Kanker Lambung: Gejala, Penyebab, Pengobatan, Pencegahan, dll

Cara Mencegah Kanker Lambung

Meskipun penyebab kanker lambung tidak diketahui dengan jelas, jadi tidak ada cara untuk mencegahnya. Tetapi beberapa langkah untuk mengurangi risiko kanker ini dengan membuat perubahan gaya hidup.

Berikut ini beberapa cara untuk mengurangi risiko kanker lambung:

  • Olahraga. Latihan secara teratur dikaitkan dengan penurunan risiko kanker lambung. Untuk itu, cobalah melakukan olahraga atau aktivitas fisik setiap hari dalam seminggu.
  • Perbanyak makan buah dan sayuran. Mulai sekarang cobalah memasukkan lebih banyak buah dan sayuran ke dalam menu makanan setiap hari. Sebaiknya pilih berbagai macam buah dan sayuran berwarna.
  • Kurangi makanan asin dan diasap. Menjaga perut dengan mengurangi asupan kedua makanan ini untuk menurunkan risiko kanker lambung.
  • Berhenti merokok. Jika perokok aktif, sebaiknya segera berhenti. Sedangkan jika perokok pasif, hindari lingkungan perokok. Merokok dapat meningkatkan risiko kanker lambung, serta berbagai jenis kanker lainnya.
  • Berkonsultasi dengan dokter. Bicarakan dengan dokter jika Anda mungkin memiliki peningkatan risiko kanker lambung. Dokter mungkin akan menyarankan untuk menjalani endoskopi berkala untuk mencari tanda-tanda kanker. Endoskopi adalah pemeriksaan untuk melihat organ dalam menggunakan alat khusus yang dimasukkan ke dalam tubuh.

 

  1. Anonim. 2019. 7 Potential Warning Signs of Stomach Cancer. https://health.clevelandclinic.org/7-potential-warning-signs-of-stomach-cancer/. (Diakses pada 12 Agustus 2020)
  2. Anomim. 2019. Stomach Cancer. https://www.cancerresearchuk.org/about-cancer/stomach-cancer/symptoms. (Diakses pada 12 Agustus 2020)
  3. Bradley, Sarah. 2018. 7 Early Warning Signs Of Stomach Cancer Every Woman Should Know. https://www.womenshealthmag.com/health/a24490707/early-warning-signs-of-stomach-cancer/. (Diakses pada 12 Agustus 2020)
  4. Fayed, Lisa. 2020. Signs and Symptoms of Stomach Cancer. https://www.verywellhealth.com/stomach-cancer-symptoms-514427. (Diakses pada 12 Agustus 2020)


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi