7 Gejala Kanker Kolon pada Pria dan Faktor Risikonya

tanda-kanker-kolon-pada-pria-doktersehat

DokterSehat.Com – Kanker kolon atau kanker colorectal adalah salah satu kanker yang menempati urutan ketiga yang paling banyak terjadi pada pria dan juga wanita. Menurutnya penelitian yang dilakukan, pria memiliki risiko kanker kolon ini sebesar 4,5 persen. Cukup tinggi persentasenya dan bisa bertambah kalau ada faktor risiko tertentu.

Kanker kolon biasanya terjadi perlahan-lahan dan akan memberikan banyak tanda. Sebagian besar tanda dari kanker akan terlihat dan bisa dirasakan dengan jelas. Berikut beberapa tanda kanker kolon pada pria yang harus kita waspadai. Tanda kanker ini juga berlaku untuk wanita meski persentase terkena penyakit ini berbeda.

Gejala kanker kolon pada pria yang umum terjadi

Kanker kolon atau usus besar hingga anus bisa menyebabkan banyak gangguan pada tubuh. Gangguan ini akan menjadi tanda umum kanker sehingga kita wajib mewaspadainya. Berikut beberapa tanda atau gejala kanker kolon pada pria.

  1. Gangguan pada usus besar

Gangguan pada usus besar biasanya terjadi kalau kita salah makan sehingga kondisi seperti diare atau sembelit tidak bisa dihindari. Gangguan ini biasanya akan hilang setelah diberi obat. Kalau seseorang mengalami sembelit dan diare berkali-kali dan susah disembuhkan bisa jadi sedang ada masalah pada usus besar.

Kondisi seperti IBS mungkin menyebabkan gangguan buang air besar. Namun, tidak akan terus terjadi dan memicu masalah lainnya. Kalau Anda merasa tidak nyaman dengan kondisi ini ada baiknya untuk segera memeriksakan diri ke dokter.

  1. Sering kembung dan nyeri

Perut kembung dan nyeri bisa terjadi karena beberapa hal. Yang paling sering adalah salah makan seperti makan sesuatu yang terlalu pedas sehingga produksi gas di lambung meningkat. Selain itu mengonsumsi makanan dengan kandungan serat terlalu tinggi bisa menyebabkan bakteri melakukan proses fermentasi. Hasil dari fermentasi itu adalah gas yang berlebihan.

Kalau Anda mengalami kembung dan nyeri di perut sesekali saja mungkin tidak akan menjadi masalah. Namun, kalau nyeri yang dialami berlebihan dan sering muncul padahal tidak salah makan, kemungkinan besar adalah tanda dari kanker kolon.

  1. Merasa usus tidak kosong

Saat buang air besar, kita akan merasakan kotoran keluar hingga merasa tidak ada sisa kotoran lain di dalamnya. Dengan perasaan ini kita bisa segera menuntaskan buang air besar dan beranjak.

Kalau seseorang mengalami gangguan pada usus entah itu polip atau kanker, perasaan lega dan kosong tidak akan terjadi. Seperti ada yang masih mengganjal di dalam sehingga Anda harus berlama-lama di dalam toilet.

  1. Muncul darah di feses

Darah yang muncul di feses bisa menjadi  tanda munculnya penyakit. Pertama adalah tanda penyakit wasir yang sudah parah. Pembuluh darah yang bengkak bisa pecah kalau terkena feses atau kotoran yang terlalu keras.

Penyakit kedua yang menyebabkan ini adalah kanker kolon. Kanker ini menyebabkan permukaan dari usus mengalami inflamasi dan berdarah saat dilalui oleh feses.

  1. Penurunan berat badan yang cepat

Seseorang yang mengalami kanker feses biasanya akan kehilangan berat badan sebanyak 10 pound atau 5 kilogram selama 6 bulan. Beberapa orang, penurunan berat badannya akan semakin besar.

Salah satu penyebab utama penurunan berat badan ini adalah sel kanker yang banyak menggunakan energi di tubuh. Dampaknya, tubuh mengalami defisit kalori setiap hari.

  1. Sering mengalami lelah

Banyaknya energi yang digunakan oleh sel kanker menyebabkan tubuh jadi mudah sekali lelah. Meski Anda tidak melakukan aktivitas yang terlalu berat, lelah akan muncul dan sangat menyiksa.

  1. Napas menjadi pendek

Tanda lain dari gangguan kanker kolon pada tubuh adalah napas yang menjadi sangat pendek. Napas yang awalnya lancar akan menjadi sangat pendek. Seseorang dengan kondisi ini tidak akan mudah berolahraga atau aktivitas yang terlalu berat lainnya.

Faktor risiko kanker kolon pada pria

Seseorang bisa dengan mudah mengalami kanker kolon kalau memiliki beberapa faktor risiko di bawah ini.

  • Seseorang yang pernah mengalami gangguan pada saluran cerna seperti IBS atau memiliki colorectal polip.
  • Riwayat dari keluarga yang memiliki kanker kolon. Kalau ayah atau ibu pernah memilikinya, kemungkinan besar bisa menurun ke anak atau cucu.
  • Memiliki gen mutasi seperti hereditary nonpolyposis colorectal cancer (HNPCC).
  • Meningkatnya usia dari seorang pria. Semakin tua, risiko terkena kanker ini akan besar.
  • Memiliki diabetes tipe 2. Diabetes akan menyebabkan tubuh memiliki kadar gula darah tinggi sehingga sel kanker mudah terpicu untuk muncul.
  • Berasal dari ras tertentu. Seseorang dengan rasa Afrika-Amerika lebih mudah mengalami kanker kolon dari yang lain.
  • Kebiasaan makan daging dan olahannya. Seseorang yang sering mengonsumsi daging merah baik sapi atau kambing lebih mudah mengalami kanker kolon. Apalagi saat dimasak digoreng dengan suhu yang sangat tinggi. Zat karsinogenik bisa muncul.
  • Seseorang yang mengalami obesitas. Siapa saja yang obesitas disarankan untuk berolahraga dan mengatur pola makan agar risiko terkena kanker rendah.
  • Sering merokok secara berlebihan. Rokok mengandung cukup banyak racun yang bisa membuat tubuh memicu munculnya sel kanker
  • Hal senada juga berlaku untuk mereka yang sering mengonsumsi alkohol secara berlebihan.
  • Kurang aktif berolahraga.

Kanker kolon sangat berbahaya dan bisa menyerang siapa saja, maka kita disarankan untuk selalu menjaga kesehatan dengan baik. Selain itu, kita juga disarankan untuk melakukan pemeriksaan usus dan area anus secara rutin minimal setahun sekali. Semoga ulasan di atas bermanfaat untuk Anda.