Terbit: 13 Februari 2020 | Diperbarui: 15 September 2020
Ditulis oleh: Mutia Isni Rahayu | Ditinjau oleh: dr. Jati Satriyo

Wanita sebaiknya mengenali berbagai gejala endometriosis. Endometriosis adalah kondisi di mana jaringan yang mirip dengan jaringan yang melapisi bagian dalam rahim (endometrium) tumbuh di luar rahim. Kondisi ini ditandai dengan beberapa gejala, yang paling umum adalah nyeri ketika menstruasi.

9 Gejala Endometriosis yang Semua Wanita Wajib Tahu!

Gejala Endometriosis

Endometriosis paling sering menyerang indung telur, tuba fallopi, dan jaringan yang melapisi panggul. Kondisi ini terkadang dapat menyebabkan nyeri yang terkadang sering disalahartikan sebagai nyeri menstruasi biasa. Padahal kondisi ini membutuhkan penanganan lebih lanjut karena dapat menyebabkan masalah kesuburan.

Berikut adalah berbagai gejala endometriosis yang wajib dikenali setiap wanita:

1. Kram Perut dan Gejala Lain Saat Menstruasi

Gejala endometriosis yang pertama adalah kram saat menstruasi yang jauh lebih kuat daripada kram biasa.

Pada kasus endometriosis, jaringan yang mirip endometrium ini bertindak seperti endometrium, yang menebal, rusak, dan berdarah setiap menstruasi. Bedanya adalah jaringan ini tidak memiliki cara untuk keluar dari tubuh dan terperangkap. Hal ini lah yang membuat gejala kram ini datang di saat menstruasi.

Selain merasakan kram yang sangat berat, wanita dengan endometriosis juga dapat merasakan gejala lain seperti:

  • Migrain
  • Kelelahan
  • Mual
  • Diare
  • Alergi yang memburuk selama menstruasi

2. Pendarahan Berlebihan

Selain ditandai dengan nyeri yang lebih kuat, kondisi ini juga biasanya menyebabkan volume darah menstruasi yang lebih banyak dari menstruasi normal. Pendarahan yang berlebihan ini dapat menyebabkan Anda memiliki masa menstruasi yang lebih lama.

Selain dapat mengindikasikan endometriosis, pendarahan yang berat juga dapat mengindikasikan kondisi lain seperti efek dari penggunaan alat kontrasepsi IUD nonhormonal atau efek samping obat tertentu seperti obat pengencer darah.

3. Perdarahan di Luar Menstruasi

Pendarahan atau flek di luar menstruasi adalah hal yang cukup umum dan tidak selalu berbahaya.
Kondisi ini bisa disebabkan oleh perubahan hormonal, cedera, atau kondisi medis tertentu. Salah satu yang bisa menjadi penyebabnya adalah endometriosis.

Anda perlu memeriksakan diri ke dokter apabila gejala ini sering muncul dan dibarengi dengan beberapa gejala lainnya.

4. Nyeri Panggul

Selain kram perut, gejala endometriosis yang juga umum selanjutnya adalah nyeri panggul.

Nyeri ini dapat mulai terjadi dalam pada beberapa hari sebelum haid dan berlangsung selama beberapa hari. Terkadang rasa nyeri ini sangat menusuk dan bahkan tidak dapat hilang dengan menggunakan obat nyeri yang dijual bebas.

Sensasi yang dirasakan sebagian wanita adalah seperti bagian dalam tubuhnya ditarik ke bawah dan menghasilkan rasa sakit berdenyut yang parah.

5. Sakit Punggung

Meskipun tidak terlalu umum, nyeri lainnya yang mungkin dirasakan oleh penderita endometriosis adalah nyeri di bagian punggung.

Hal ini disebabkan karena rahim dan indung telur memiliki posisi tidak jauh dekat dengan punggung. Rasa sakit yang hebat pada jaringan yang sakit tersebut dapat menyebar hingga area ini.

Sama seperti nyeri lainnya, nyeri ini juga dapat muncul beberapa hari sebelum menstruasi dan selama menstruasi.

6. Nyeri Kaki

Endometriosis juga dapat menyebabkan nyeri kaki dalam beberapa kasus.

Hal ini disebabkan karena endometriosis memengaruhi saraf yang terhubung ke selangkangan, pinggul, dan juga kaki. Kondisi ini dapat menyebabkan Anda kesulitan berjalan hingga tidak dapat melakukan aktivitas dengan normal.

7. Sakit Ketika Berhubungan Seksual

Kondisi ini juga dapat menyebabkan rasa sakit ketika melakukan hubungan seksual.

Rasa sakit ini bahkan dapat bertahan hingga 2 hari setelahnya. Sebagian wanita merasakan rasa sakit yang menusuk dan tajam ketika berhubungan seks, sebagian lainnya merasakan nyeri di daerah panggul.

Rasa sakit ini biasanya muncul apabila endometriosis berada di belakang vagina atau bagian bawah rahim. Endometriosis yang ada di indung telur biasanya tidak menyebabkan sakit ketika berhubungan seksual.

Sakit ketika berhubungan seksual dapat menjadi tanda endometriosis parah di mana endometriosis mungkin muncul di beberapa tempat.

8. Masalah Buang Air Besar dan Kecil

Kondisi ini juga dapat menyebabkan ketidaknyamanan ketika buang air besar dan kecil.

Anda mungkin akan merasakan nyeri ketika buang air, namun kondisi ini juga bergantung pada di mana letak endometriosis tersebut. Selain menyebabkan rasa sakit, beberapa orang juga merasakan gejala masalah seperti sembelit dan buang air besar berdarah.

Di sisi lain, masalah buang air besar lebih sering terjadi karena adanya masalah pada saluran pencernaan itu sendiri, sedangkan masalah buang air kecil dapat menandakan masalah pada saluran kemih. Jadi, sangat penting untuk mengenali gejala lainnya untuk mengetahui apakah masalah ini mengacu pada endometriosis atau kondisi medis lain.

9. Ketidaksuburan

Ketidaksuburan atau kesulitan hamil juga dapat menjadi salah satu tanda endometriosis parah.

Gejala ini dapat muncul apabila jaringan yang tumbuh tersebut menyebabkan jaringan parut yang memengaruhi tuba fallopi dan menyebabkan telur dan sperma tidak dapat bertemu. Kondisi ini juga dapat menyebabkan sel telur yang sudah dibuahi menjadi sulit tertanam di lapisan rahim.

Baca Juga: Endometriosis: Penyebab, Gejala, Diagnosis, dan Pengobatan

Itu dia beberapa gejala endometriosis yang perlu diwaspadai setiap wanita. Gejala dapat berbeda-beda pada setiap orang bergantung pada tingkat keparahan penyakit ini dan juga kondisi medis individu secara keseluruhan. Periksakan diri Anda ke dokter apabila mengalami gejala yang disebutkan di atas untuk memastikan kondisi Anda dan mendapatkan penanganan lebih lanjut.

 

  1. Anonim. 2019. Endometriosis and Intimacy. https://www.webmd.com/women/endometriosis/endometriosis-intimacy#1. (Diakses 12 Februari 2020).
  2. Anonim. 2019. What Does Endometriosis Feel Like?. https://www.webmd.com/women/endometriosis/understanding-endometriosis-symptoms#1. (Diakses 12 Februari 2020).
  3. Anonim. 2019. Endometriosis. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/endometriosis/diagnosis-treatment/drc-20354661. (Diakses 12 Februari 2020).
  4. Holland, Kimberly. 2020. Why Is My Period So Heavy?. https://www.healthline.com/health/why-is-my-period-heavy. (Diakses 15 September 2020).
  5. Mohamed, Abdul Wadood dkk. 2019. Endometriosis. https://www.healthline.com/health/endometriosis. (Diakses 12 Februari 2020).
  6. Sissons, Claire. 2020. What causes bleeding between periods?. https://www.medicalnewstoday.com/articles/321811#:~:text=Chronic%20conditions%20that%20affect%20the,periods%20and%20cramps%20between%20periods.. (Diakses 15 September 2020).


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi