Terbit: 29 Agustus 2018 | Diperbarui: 3 Oktober 2018
Ditulis oleh: Mutia Isni Rahayu | Ditinjau oleh: Tim Dokter


DokterSehat.Com – Pernahkah Anda mendengar tentang kepribadian ganda? Istilah ini tentunya sudah sangat familiar di masyarakat. Kepribadian ganda (multiple personality disorder) atau yang sekarang disebut dengan gangguan identitas disosiatif merupakan salah satu jenis gangguan jiwa.



Kepribadian ganda memungkinkan orang memiliki dua atau lebih kepribadian. Setiap kepribadian memiliki kepercayaan, ingatan, pola pikir, perilaku, dan pandangan yang berbeda baik pada dirinya sendiri maupun pada lingkungan sekitar. Ketika satu kepribadian sedang mengambil alih, penderita mungkin akan kehilangan kesadaran atas identitas dirinya sendiri.

Apa sebenarnya penyebab dari gangguan identitas disosiatif? Bagaimana cara mengenali penderita gangguan kepribadian ganda?

Penyebab Kepribadian Ganda

Sebenarnya, ada banyak sekali faktor yang mungkin menjadi penyebab dari munculnya gangguan ini dan tidak dapat diketahui secara pasti apa penyebab dari gangguan ini. Tapi umumnya penderita kepribadian ganda adalah mereka yang memiliki trauma pada masa kanak-kanak atau remaja.

Agar dapat terlepas dari trauma tersebut, penderita seolah menciptakan kepribadian lain sebagai perwujudan dari mekanisme pertahanan diri. Kepribadian lain yang muncul tersebut biasa disebut dengan ‘alter ego’.

Melamun hingga terbawa suasana juga bisa disebut sebagai disosiatif, namun masih pada tahap ringan. Sedangkan kepribadian ganda adalah gejala disosoatif yang jauh lebih berat lagi. Gangguan ini lebih banyak dialami oleh wanita, bahkan perbadingan jumlah penderitanya mencapai angka 1:9. Namun belum ada penelitian lanjutan mengapa hal ini bisa terjadi.

Gejala Kepribadian Ganda

Penderita dengan kepribadian ganda tidak dapat Anda deteksi dengan cara melihat dari luar dan dengan satu kali pengamatan saja. Untuk menentukan diagnosa dari gangguan ini juga harus melewati tahap pemeriksaan fisik dan psikiatri. Tapi kita juga bisa menilai gangguan ini dari beberapa tanda dan gejala seperti berikut ini:

  • Memiliki lebih dari satu kepribadian yang muncul secara bergantian. Anda dapat mengenali ciri ini jika orang tersebut mengenalkan dirinya dengan nama yang berbeda dan juga menunjukkan perilaku yang berbeda. Jika satu kepribadian mengenal Anda, belum tentu kepribadian yang lainnya mengenali Anda.
  • Penderita kepribadian ganda memiliki masalah dengan ingatan. Umumnya kepribadian dominan akan memiliki ingatan yang lebih kuat dibandingkan dengan kepribadian lainnya. Kebanyakan penderita juga kehilangan ingatan tentang masa lalunya, terutama yang berkaitan dengan trauma yang dialaminya.
  • Satu kepribadian biasanya tidak akan mengingat apa yang dilakukan kepribadian lain. Sehingga penderita pun cenderung tidak ingat di mana dirinya berada pada awalnya, alasan dirinya berada di tempat tersebut, atau apa yang baru saja dialaminya. Bahkan jika satu kepribadian melukai dirinya sendiri, kepribadian lainnya tidak akan sadar dengan apa yang sebelumnya dilakukan.
  • Penderita kepribadian ganda umumnya mengalami gejala seperti depresi, gangguan panik dan cemas, mood swings, gangguan tidur, dan bisa juga disfungsi ereksi.
  • Penderita juga lebih sering merasa marah, sedih, dan tidak berharga, bahkan hingga muncul keinginan untuk bunuh diri.
  • Pergulatan batin antara kepribadian asli dan alter ego juga bisa terjadi. Kedua kepribadian berbeda ini dapat saling menyalahkan satu sama lain atas tindakan dan kesalahan yang dilakukan oleh kepribadian yang lain.
  • Setiap kepribadian yang muncul biasanya memiliki pemicu yang berbeda-beda, salah satu yang umum adalah akibat dari stres psikososial. Transisi kepribadian sering kali ditandai dengan sakit kepala yang hebat.
  • Penderita akan selalu overthinking, kesulitan untuk mengambil keputusan, dan selalu paranoid tanpa sebab yang jelas.
  • Penderita kepribadian ganda terkadang akan berhalusinasi seperti mendengar suara-suara dalam kepala atau melihat bayangan kejadian yang sebenarnya tidak pernah terjadi.
  • Gangguan identitas disosiatif yang terjadi pada anak biasanya ditandai dengan penyimpangan perilaku serta kesulitan untuk fokus dalam pelajaran.

baca juga: Kenali Gejala Gangguan Jiwa Manusia di Sekitar Anda

Kepribadian Ganda, Bipolar, dan Skizofrenia

Banyak yang sering menyamakan gangguan identitas disosiatif dengan bipolar dan skizofrenia. Meskipun terdapat beberapa gejala dan tanda yang mirip, namun sebenarnya ketiga jenis gangguan jiwa ini berbeda. Skizofrenia adalah gangguan jiwa di mana penderitanya mengalami gejala halusinasi dan mendengar suara-suara dalam kepalanga. Meskipun gejalanya mirip, tapi penderita skizofrenia tidak pernah memiliki kepribadian ganda.

Sedangkan bipolar adalah gangguan di mana penderita akan berganti-ganti suasana hati secara drastis. Terdapat dua fase pada bipolar yaitu fase di mana penderita merasa ada pada suasana hati terendahnya atau depresi dan suasa kebalikannya yang disebut dengan manik. Bedanya dengan gangguan identitas disosiatif adalah bipolar umumnya disebabkan oleh faktor genetik.

Perubahan fase pada bipolar juga lebih berpola jika dibandingkan dengan gangguan kepribadian ganda. Perbedaan lainnya adalah bahwa hanya terdapat dua fase pada gangguan bipolar, sedangkan kepribadian ganda memungkinkan penderita memiliki lebih dari dua kepribadian.

Pengobatan Kepribadian Ganda

Karena penyebab pastinya juga masih belum dapat dipastikan, pengobatan untuk gangguan kepribadian ganda juga masih belum diketahui secara pasti. Namun, terdapat beberapa perawatan yang direkomendasikan untuk penderita gangguan kepribadian ganda, antara lain sebagai berikut:

1. Psikoterapi

Hal pertama yang bisa dilakukan untuk mengatasi gangguan kepribadian ganda adalah dengan psikoterapi. Tujuan dari psikoterapi pada penderita kepribadian ganda adalah untuk agar penderita dapat pulih dari trauma yang pernah dialaminya. Selain itu, psikoterapi juga bertujuanuntuk menyatukan berbagai kerpibadian yang muncul agar bisa menyatu menjadi satu kepribadian.

Terapi ini tentunya membutuhkan waktu yang cukup lama, karena untuk menggali semua kepribadian yang dimiliki penderita satu persatu tentunya tidak mudah. Psikoterapi pada orang dewasa mungkin membutuhkan waktu selama 5 hingga 7 tahun lamanya

2. Terapi kognitif tingkah laku

Terapi yang satu ini bertujuan untuk mengganti pola pikir, perasaan dan tingkah laku disfungsional. Cara kerja terapi ini dimulai dengan mendeteksi masalah, membantu penderita untuk menyadari perasaan dan pikiran yang muncul, mengelola pola pikir negatif, hingga kemudian membentuk kembali pola pikir tersebut.

3. Terapi keluarga

Terapi keluarga adalah untuk menjelaskan pada keluarga penderita tentang gangguan kepribadian ganda. Tujuannya adalah agar keluarga dapat menerima dan bisa menilai gejala penderita, serta mengetahui bagaimana cara penanganannya.

4. Obat Medis

Obat-obatan untuk mengobati gangguan kepribadian ganda belum ditemukan secara pasti. Namun biasanya penderita akan diberikan obat antidepresan. Tujuan dari pemberian obat ini adalah untuk meredakan gejala seperti gangguan panik, gangguan kesemasan, dan juga depresi.

Selain pengobatan di atas, masih banyak lagi terapi yang bisa dilakukan oleh penderita gangguan identitas disosiatif seperti hipnosis atau hipnoterapi klinis, terapi kreatif, hingga dialectic behavior therapy. Tapi yang perlu diketahui adalah setiap terapi tersebut memiliki tujuan yang berbeda dan hanya bisa meredakan gejala gangguan kepribadian ganda, karena pengobatan pastinya memang belum diketahui hingga saat ini.

Orang dengan gangguan indentitas disosiatif biasanya akan kesulitan untuk bersosialisasi di masyarakat. Namun, dengan terapi dan pengobatan yang tepat, maka penderita akan dapat menjalani kehidupannnya dengan normal. Orang terdekat juga memilki peran penting dalam pendampingan pengobatan serta untuk membantu menjaga stabilitas mental penderita.



DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi