Heat Stroke – Gejala dan Penegakan Diagnosis

doktersehat-rumah-sakit-emergensi-darurat

Heat stroke biasanya mengikuti dua masalah terkait panas lainnya, heat cramps dan heat exhaution. Kedua kondisi ini ditandai dengan kram otot diikuti oleh kelelahan dan berkeringat banyak.

Seiring kondisi setelah kram dan kelelahan tubuh ini, denyut nadi menjadi cepat, pernapasan cepat, pusing, dan sakit kepala bisa terjadi.

Gejala ini dapat berkembang menjadi heat stroke saat suhu tubuh mencapai 104oF (40oC) dan 105oF (40,5oC) pada anak-anak, dan tubuh berhenti berkeringat.

Selain berhenti berkeringat, kulit seseorang yang menderita sengatan panas terasa panas dan kering, dan terkadang menjadi warna kemerahan.

Gejala seperti stroke terjadi pada heat stroke seperti Kebingungan, halusinasi, kejang, kehilangan kesadaran, kerusakan organ, koma, dan kematian bisa terjadi jika tidak ditangani dengan cepat dan efektif. Perubahan status mental membantu membedakan heat exhaution dari heat stroke.

Haruskah saya memanggil dokter untuk heat stroke?
Heat stroke adalah keadaan darurat medis, tanda atau gejala dari kondisi ini harus segera menghubungi layanan darurat (119). Sementara itu, segera mulailah pertolongan pertama dengan mendinginkan orang tersebut – pindahkan ke tempat teduh atau bangunan ber-AC, lepaskan pakaian, dan dinginkan pendinginan evaporatif (kabut atau semprotan air pada pasien saat kipas sedang berlari). Beberapa ahli merekomendasikan meletakkan bungkus es atau handuk basah ke kepala, leher, ketiak, dan selangkangan

Bagaimana heat stroke didiagnosis?
Diagnosis heat stroke hampir selalu dilakukan melalui gejala pasien, riwayat paparan pada lingkungan yang panas, dan dengan pemeriksaan suhu tubuh inti (suhu rektum). Tes lainnya biasanya dilakukan untuk memeriksa kadar elektrolit, studi urin untuk kerusakan ginjal, kerusakan hati, dan rhabdomyolysis (gangguan otot). Pengujian seperti sinar-X dada, CT, atau MRI dapat dilakukan untuk mencari kerusakan organ tambahan.

Heat Stroke – Halaman Selanjutnya: 1 2 3 4