Terbit: 12 Mei 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Chancroid atau ulkus mole merupakan salah satu jenis penyakit kelamin yang sering dialami oleh pria. Chancroid sendiri terbilang sebagai penyakit kelamin yang cukup berbahaya dan sangat mudah ditularkan. Untuk itu, ketika seorang pria telah positif terjangkit penyakit ini, maka sangat disarankan agar segera pergi ke dokter untuk penanganan medis.

Awas, Inilah Tanda-Tanda Penis Terjangkit Chancroid!

Chancroid disebabkan oleh bakteri melalui hubungan seksual ataupun bersentuhan kulit. Maka dari itu, penularannya cukup hebat dan bisa menyerang siapa saja. Untuk mengantisipasi hal tersebut, Anda harus mengetahui apa saja gejala yang ditimbulkan dari penyakit kelamin yang satu ini? Berikut diantaranya:

1. Nyeri Saat Kencing

Salah satu tanda bahwa Anda sedang menderita chancroid adalah ketika buang air kecil merasakan nyeri yang teramat luar biasa. Nyeri tersebut dirasakan ketika air seni keluar. Namun, saat air seni sudah tidak keluar, maka nyeri tersebut tidak lagi terasa. Bahkan, pada beberapa kasus terjadi, seseorang yang merasakan nyeri tersebut sampai takut untuk kencing karena tidak kuat akan rasa nyeri yang ditimbulkan.

2. Terdapat Benjolan

Gejala selanjutnya adalah terdapat benjolan pada sekitar penis, misalnya pada skrotum atau bagian lainnya. Benjolan tersebut biasanya berwarna merah dan terlihat seperti ada bekas luka. Hal ini terjadi karena infeksi bakteri. Jika dibiarkan, benjolan tersebut akan semakin besar dan efeknya pun akan semakin parah. Maka dari itu, jika Anda merasakan ada benjolan pada sekitar penis, alangkah baiknya Anda segera konsultasi ke dokter untuk mengetahui kepastiannya.

3. Paha Membengkak

Tidak hanya benjolan pada area penis, penyakit ini juga biasanya menimbulkan gejala yang terbilang cukup aneh, yakni pembengkakan pada area tubuh, khususnya yang dekat dengan penis. Biasanya, pembengkakan tersebut terjadi pada paha bagian dalam. Ketika bengkak tersebut semakin besar, maka Anda akan merasa tak nyaman untuk melakukan aktivitas atau gerakan.


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi