Terbit: 9 September 2020
Ditulis oleh: Devani Adinda Putri | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Apa saja gejala cacingan pada orang dewasa? Cacingan biasanya terjadi pada anak-anak, namun dapat juga menular pada orang dewasa. Ketahui apa saja gejala cacingan berdasarkan jenis cacing, cara mengatasi, dan cara mencegahnya di sini.

Gejala Cacingan pada Orang Dewasa Berdasarkan Jenis Cacing 

Gejala Cacingan pada Orang Dewasa Berdasarkan Jenis Cacing

Cacingan adalah penularan cacing parasit dari lingkungan kotor yang masuk ke pori-pori kulit hingga berkembang di usus. Jenis cacing parasit atau cacing usus yang menyerang manusia adalah cacing pita, cacing tambang, cacing pipih, cacing gelang, dan cacing kremi.

Umumnya, penyakit cacingan lebih rentan terjadi pada anak-anak karena mereka belum paham akan kebersihan atau sanitasi. Cacingan juga dapat menular pada orang dewasa dengan gejala dan infeksi yang sama.

Ketahui apa saja gejala cacingan pada orang dewasa berdasarkan jenis cacing yang menginfeksi tubuh, sebagai berikut:

1. Cacing Pita (Tapeworm)

Cacing pita adalah cacing yang menginfeksi dinding usus. Cacing pita berbentuk pipih dan panjangnya dapat mencapai antara 3 hingga 10 meter. Cacing pita dapat menular pada orang dewasa dari konsumsi air yang tidak bersih atau makan daging setengah matang di mana larva cacing pita masih hidup di sana.

Cacing pita akan menempel di dinding usus hingga mungkin menghasilkan telur cacing pita. Larva cacing pita yang sudah matang dapat menyebar ke bagian tubuh lain bila tidak diobati dalam jangka panjang.

Gejala terkena paparan cacing pita, termasuk:

  • Mual
  • Muntah
  • Pusing
  • Demam
  • Sakit perut
  • Diare
  • Tidak nafsu makan
  • Penurunan berat badan
  • Sering mengidam garam
  • Gangguan penyerapan nutrisi
  • Adanya benjolan tidak biasa
  • Masalah neurologis

Orang dewasa yang terinfeksi cacing pita mungkin juga tidak mengalami gejala atau hanya memiliki gejala ringan. Walaupun demikian, cacing pita dapat hidup di dalam tubuh manusia hingga 30 tahun.

2. Cacing Pipih (Fluke Worm)

Cacing pipih berbentuk daun bulat dan pipih yang biasa menginfeksi hewan, namun dapat menular juga pada manusia. Penularan cacing pipih melalui air minum yang tidak matang, makan ikan air tawar setengah matang, atau makan selada air mentah.

Orang dewasa yang terinfeksi cacing pipih akan mengalami gejala, sebagai berikut:

  • Demam
  • Mual dan muntah
  • Merasa lelah
  • Sakit perut
  • Diare
  • Gatal-gatal
  • Tidak nafsu makan
  • Berat badan menurun

Gejala tersebut mungkin baru muncul setelah beberapa minggu atau beberapa bulan setelah terinfeksi. Cacing pipih dapat menetap dan berkembang di usus, darah, jaringan tubuh, dan empedu selama 20 hingga 30 tahun.

3. Cacing Tambang (Hookworm)

Infeksi cacing tambang ditularkan dari tanah yang terkontaminasi larva cacing tambang yang masuk melalui pori-pori kulit. Cacing tambang dapat menempel dan berkembang biak di usus.

Gejala infeksi cacing tambang pada orang dewasa berupa:

  • Mual dan muntah
  • Gatal-gatal
  • Ruam kulit
  • Kelelahan
  • Anemia
  • Kram usus
  • Nafsu makan berkurang
  • Tinja berdarah

Sebagian besar orang yang terinfeksi cacing tambang tidak memiliki gejala. Larva cacing tambang yang sudah matang akan keluar bersama tinja.

4. Cacing Kremi (Pinworms/Threadworms)

Cacing kremi adalah jenis cacing gelang yang memiliki bentuk kecil, tipis, dan hampir tidak terlihat. Cacing kremi dapat menular dari orang ke orang melalui sentuhan atau bahkan udara orang yang terinfeksi.

Cacing kremi sebenarnya tidak menyebabkan efek kesehatan serius, namun gejalanya sangat mengganggu terutama di malam hari. Gejala cacingan pada orang dewasa, sebagai berikut:

  • Mual
  • Sakit perut
  • Gatal pada anus atau vagina
  • Insomnia
  • Lekas marah

Cacing kremi dewasa hidup di usus besar dan rektum (ujung usus). Cacing kremi betina yang sudah dewasa akan bertelur di sekitar anus karena itu orang yang terinfeksi akan merasa gatal pada anus atau vagina terutama di malam hari.

Baca Juga: Cacing Kremi: Gejala, Penyebab, Diagnosis, dan Pengobatan

5. Cacing Trichinella (Trichinella spiralis)

Cacing Trichinella adalah jenis cacing gelang lainnya yang menular ke manusia melalui daging setengah matang atau daging dari binatang liar yang terkontaminasi larva cacing.

Infeksi cacing Trichinella akan menyebabkan gejala:

  • Sakit perut
  • Masalah gastrointestinal
  • Panas dingin
  • Nyeri otot
  • Nyeri sendi
  • Bengkak pada wajah dan mata
  • Masalah pernapasan
  • Masalah jantung pada kasus infeksi yang sangat parah

Larva cacing Trichinella berkembang di usus. Cacing dewasa juga dapat menginfeksi jaringan tubuh lainnya.

6. Ascariasis 

Ascariasis adalah jenis cacing gelang yang menular pada manusia melalui makanan dan minuman yang tidak bersih atau tidak matang. Cacing Ascariasis menginfeksi usus dan dapat berkembang biak juga di paru-paru pada kasus yang lebih parah.

Gejala infeksi cacing Ascariasis pada orang dewasa berupa:

  • Mual dan muntah
  • Demam
  • Sakit perut
  • Diare
  • Tidak napsu makan
  • Kelelahan
  • Penurunan berat badan
  • Penyumbatan usus

Sementara itu, kasus infeksi Ascariasis pada paru-paru menyebabkan gejala:

  • Batuk
  • Sesak napas
  • Lendir berdarah
  • Demam
  • Pneumonia (jarang terjadi)

Bila anak-anak yang mengalami infeksi cacing Ascariasis, anak akan mengalami masalah pertumbuhan karena adanya gangguan nutrisi. Sementara pada orang dewasa, gejala mungkin tidak terlihat atau dirasakan.

Cara Mengatasi Cacingan pada Orang Dewasa

Dokter akan memberikan obat cacing sesuai dengan jenis infeksi cacing parasit yang Anda alami. Ada beberapa jenis obat cacing, seperti:

  • Obat golongan antelmintik seperti mebendazole atau albendazole untuk mengatasi infeksi cacing tambang.
  • Obat triclabendazole untuk mengatasi infeksi cacing kremi.
  • Obat praziquantel (Biltricide) untuk mengatasi cacing pita.

Obat cacing bekerja dengan cara membunuh cacing dan larva cacing lalu dikeluarkan melalui usus saat buang air besar. Dokter mungkin juga akan memberikan opsi pengobatan antiparasit lain sesuai dengan kondisi Anda.

Baca Juga: 10 Obat Cacing Anak dan Dewasa (Medis dan Alami)

Cara Mencegah Cacingan pada Orang Dewasa

Berikut ini cara mencegah cacingan baik untuk orang dewasa dan anak-anak:

  • Anda dan keluarga diwajibkan minum obat cacing setiap 6 bulan sekali, terutama bila memiliki anak kecil di rumah.
  • Perhatikan kebersihan lingkungan secara menyeluruh.
  • Pastikan Anda makan makanan yang bersih dan matang.
  • Pastikan juga Anda konsumsi air minum yang bersih dan matang.
  • Bila Anda suka makan makanan setangah matang, gunakan perasan lemon untuk meminimalisir risiko makanan terkontaminasi larva.
  • Bila Anda suka makan sayuran mentah, cuci bersih terlebih dahulu.
  • Bersihkan semua peralatan makan dengan benar.
  • Bersihkan kandang hewan dan hewan peliharaan Anda bila memilikinya.
  • Bersihkan peralatan dapur.
  • Gunakan alas kaki.
  • Gunakan sarung tangan bila berkebun.

Selain itu, jangan lupa selalu cuci tangan setiap saat, terutama pada kondisi sebagai berikut:

  • Sebelum makan.
  • Sebelum masak atau menyiapkan makanan.
  • Sebelum ke toilet.
  • Sebelum menyentuh bayi, anak-anak, atau orang yang sakit.
  • Setelah menggunakan toilet.
  • Setelah makan.
  • Setelah berkebun, menyentuh benda-benda umum, atau bermain di lingkungan luar.
  • Setelah menyentuh hewan.
  • Setelah bepergian ke luar.

Itulah pembahasan lengkap tentang gejala cacingan pada orang dewasa. Pastikan kebersihan makanan, minuman, lingkungan, dan tubuh Anda serta orang-orang di sekitar Anda karena infeksi cacing parasit bersifat menular. Tetap jaga kesehatan di manapun Anda berada.

 

  1. Delgado, Amanda. 2019. Hookworm Infections. https://www.healthline.com/health/hookworm#TOC_TITLE_HDR_1. (Diakses pada 9 September 2020).
  2. Healthline Editorial Team. 2019. Ascariasis: Causes, Symptoms, and Treatments. https://www.healthline.com/health/ascariasis. (Diakses pada 9 September 2020).
  3. Johnson, Jon. 2020. Intestinal worms in humans and their symptoms. https://www.medicalnewstoday.com/articles/324042. (Diakses pada 9 September 2020).
  4. Mayo Clinic. 2019. Tapeworm infection. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/tapeworm/symptoms-causes/syc-20378174. (Diakses pada 9 September 2020).
  5. Mayo Clinic. 2020. Pinworm infection. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/pinworm/symptoms-causes/syc-20376382. (Diakses pada 9 September 2020).
  6. Pietrangelo, Ann. 2019. Parasitic Worms in Humans: Know the Facts. https://www.healthline.com/health/worms-in-humans. (Diakses pada 9 September 2020).
  7. Young, Becky. 2018. Liver Fluke. https://www.healthline.com/health/liver-fluke. (Diakses pada 9 September 2020).


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi