Terbit: 11 March 2018 | Diperbarui: 31 October 2022
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com- Penderita diabetes memang tidak boleh sembarangan mengonsumsi makanan. Sebagai contoh, mereka harus berhati-hati dalam mengonsumsi makana kaya kalori atau yang manis-manis. Biasanya, pakar kesehatan akan merekomendasikan sayuran hijau karena bisa membuat mereka menjaga berat badan, mengendalikan kadar gula darah, dan menjaga kesehatan dengan lebih baik.

Sayuran Ini Paling Direkomendasikan Bagi Penderita Diabetes

Dikutip dari The Health Site, sayuran hijau kaya akan kandungan seng, magnesium, kromium, dan berbagai mineral lainnya yang bisa membantu tubuh memetabolisme karbohidrat makronutrien, lemak dan protein, serta meningkatkan respons insulin. Hal ini akan membuat glukosa bisa dimaksimalkan sel-sel tubuh sebagai sumber energi.

Salah satu sayuran yang bisa menyediakan manfaat tersebut adalah brokoli. Hal ini disebabkan oleh tingginya kadar kromium di dalam sayuran berwarna hijau ini. Dalam sebuah buku yang ditulis oleh P.J. Havel berjudul A Scientific Review: The Role of Chromium in Insulin Resistence. Diabetes Educator, disebutkan bahwa telah banyak penelitian yang menghasilkan fakta tentang manfaat kandungan kromium bagi penderita diabetes tipe 2.

Penderita diabetes tipe 2 cenderung memiliki kadar kromium yang sangat rendah dalam tubuhnya. Bahkan, banyak penderita diabetes yang diberi suplemen kromium oleh dokternya demi membantu menurunkan kadar gula dalam darah. Hanya saja, mengingat suplemen ini harus dibeli, ada baiknya memang kita mencari bahan makanan yang kaya akan kromium, dan pilihan tersebut ada di brokoli yang bisa didapatkan dimana saja dengan harga yang murah.

Bahan makanan lain yang juga kaya akan kandungan kromium adalah gandum utuh, barley, oat, kacang hijau, tomat, lada hitam, dan selada.

Sobat Sehat punya anggota keluarga dengan masalah diabetes? Sarankan saja untuk sering mengonsumsi makanan-makanan tersebut agar lebih sehat.


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi