Terbit: 28 Januari 2019
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Meskipun sering dianggap sebagai masalah kesehatan yang tidak mematikan, dalam realitanya penyakit asam urat bisa mengganggu aktivitas penderitanya dengan signifikan. Hal ini disebabkan oleh gejala dari serangan asam urat yang akan membuat rasa nyeri atau pembengkakan parah pada persendian. Mengingat asam urat cenderung tidak bisa disembuhkan, penderitanya memang sebaiknya mengubah gaya hidup demi menurunkan frekuensi serangannya.

Perubahan Gaya Hidup Demi Mengobati Asam Urat

Gaya hidup yang harus diterapkan penderita asam urat

Pakar kesehatan menyebut penderita asam urat memang harus benar-benar mengubah gaya hidupnya demi mencegah datangnya serangan asam urat dengan baik.

Berikut adalah perubahan gaya hidup yang bisa mereka lakukan.

  1. Rutin mengecek kadar asam urat

Sebagian penderita asam urat ternyata tidak memiliki peralatan yang bisa dipakai sendiri di rumah untuk mengukur kadar asam urat di dalam tubuh setiap waktu. Peralatan ini mirip dengan alat yang bisa membantu mengecek kadar gula darah sendiri. Dengan menggunakan peralatan ini sendiri, penderita asam urat akan mampu mengecek kadar asam urat setiap waktu sehingga bisa menerapkan pola makan atau gaya hidup yang tepat demi mencegah serangan asam urat.

Pakar kesehatan menyebut kadar asam urat normal adalah di bawah 6 mg/dL bagi wanita dan 7 mg/dL bagi kaum pria.

  1. Rajin berolahraga

Banyak penderita asam urat yang takut untuk berolahraga karena khawatir persendian yang bisa mengalami rasa nyeri akan mengalami gejala yang lebih buruk. Padahal, dalam realitanya penderita asam urat diminta untuk rutin berolahraga demi mencegah serangan dari penyakit ini.

Pakar kesehatan menyarankan penderita asam urat untuk berolahraga setidaknya 30 menit lima kali dalam seminggu. Dengan melakukannya, maka persendian akan terlatih dan tidak akan mudah terkena serangan asam urat.

  1. Menjaga berat badan

Mereka yang mengalami masalah kelebhan berat badan memang cenderung memiliki risiko besar terkena penyakit asam urat. Sementara itu, bagi mereka yang sudah menderita asam urat, memiliki berat badan yang berlebih akan meningkatkan risiko serangan dari penyakit ini.

Pakar kesehatan menyarankan penderita asam urat untuk menerapkan pola makan yang sehat demi menurunkan berat badannya. Sebagai contoh, mereka diminta untuk memperbanyak asupan karbohidrat kompleks layaknya dari gandum utuh atau oatmeal, dan makanan tinggi serat seperti buah dan beberapa jenis sayuran. Mereka juga bisa mengonsumsi makanan tinggi protein namun rendah lemak layaknya daging ikan atau daging ayam dan susu rendah lemak.

Hanya saja, penderita asam urat biasanya diminta untuk menghindari daging berlemak, daging merah, dan susu tinggi lemak. Mereka juga diminta menghindari makanan tinggi purin seperti jeroan, makanan laut, dan minuman beralkohol. Makanan manis seperti kue, permen, dan minuman manis juga sebaiknya dihindari.

  1. Rutin minum obat

Jika memang diberi obat oleh dokter, penderita asam urat harus rajin mengonsumsinya sesuai jadwal. Dengan melakukannya, maka risiko untuk terkena serangan asam urat bisa ditekan dengan signifikan. Obat ini bukanlah penyembuh serangan asam urat, melainkan pencegah serangan dari penyakit ini sehingga tidak akan begitu bermanfaat saat gejala dari penyakit ini menyerang.

  1. Mencukupi kebutuhan air putih

Pakar kesehatan menyarankan penderita asam urat untuk tidak lagi mengonsumsi minuman beralkohol dan minuman manis seperti minuman bersoda, minuman teh botolan, minuman energi, minuman olahraga, dan minuman dengan kandungan pemanis buatan lainnya. Mereka justru diminta untuk memperbanyak asupan air putih.

Minuman beralkohol dan minuman manis bisa mempengaruhi kadar asam urat di dalam tubuh. Sebaliknya, banyak minuma air putih justru bisa membantu proses peluruhan zat asam urat yang sebelumnya menumpuk di dalam tubuh. Hal ini tentu akan membantu mencegah serangan dari penyakit ini.


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi