Terbit: 16 Desember 2020
Ditulis oleh: Gerardus Septian Kalis | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Gastroschisis adalah cacat lahir pada dinding perut bayi yang menyebabkan usus bayi keluar melalui lubang di samping pusar. Selain usus, organ lain seperti lambung dan hati juga bisa ditemukan berada di luar tubuh bayi. Simak penjelasan lengkap mengenai gejala, penyebab, hingga cara mengatasinya.

Gastroschisis: Gejala, Penyebab, Diagnosis, dan Pengobatan

Apa Itu Gastroschisis?

Gastroschisis adalah kondisi cacat lahir yang berkembang pada awal kehamilan. Keadaan ini terjadi ketika sebuah lubang terbentuk di dinding perut bayi. Kemudian, usus bayi mendorong melalui lubang ini sehingga membuatnya berkembang di luar tubuh. Lubang ini biasanya berukuran 2,5 sampai 5 cm.

Dikarenakan usus tidak tercakup dalam kantong pelindung dan terkena cairan ketuban, usus dapat mengalami iritasi, menyebabkannya memendek, berputar, atau membengkak. Keadaan ini dapat diperbaiki ketika bayi lahir dan biasanya tidak terkait dengan malformasi lainnya.

Gejala Gastroschisis

Gejala dari keadaan ini biasanya dapat terlihat saat pemeriksaan rutin kehamilan atau terlihat saat bayi lahir. Ketika bayi lahir terdapat lubang di dinding perut dan usus halus sering berada di luar perut dekat tali pusat. Organ lain yang mungkin terlihat adalah usus besar, lambung, kantung empedu, ovarium, testis, atau kandung kemih.

Selain itu, bayi mungkin mungkin mengalami masalah dalam menyerap makanan karena usus yang teriritasi oleh cairan ketuban. Bayi yang terlahir dengan keadaan ini akan kehilangan panas dan air dengan sangat cepat dari usus, di mana hal itu bisa menyebabkan dehidrasi dan hipotermia.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Tempo Scan Baby Fair - Advertisement

Kapan Waktu yang Tepat untuk ke Dokter?

Gangguan ini didiagnosis dan dirawat di rumah sakit saat lahir. Namun perawatan harus segera dilakukan jika anak Anda mengalami gejala-gejala berikut setelah pulang ke rumah, antara lain:

  • Pergerakan usus terganggu.
  • Gangguan makan.
  • Demam.
  • Muntahan hijau atau hijau kekuningan.
  • Area perut membengkak.
  • Perubahan perilaku yang mengkhawatirkan.

Penyebab Gastroschisis

Cacat dinding perut berkembang saat janin tumbuh di dalam rahim. Selama perkembangan, usus dan organ lain (hati, kandung kemih, perut, ovarium, atau testis) berkembang di luar tubuh pada awalnya dan kemudian kembali ke dalam. Bayi dengan keadaan ini, usus (dan terkadang lambung) tetap berada di luar dinding perut, tanpa selaput yang menutupi. Penyebab pasti kerusakan dinding perut tidak diketahui dengan pasti.

Faktor Risiko Gastroschisis

Beberapa faktor risiko yang membuat anak mengembangkan keadaan ini adalah:

  • Kehamilan remaja.
  • Merokok saat hamil.
  • Penyalahgunaan narkoba atau alkohol selama kehamilan.
  • Gizi buruk selama kehamilan.
  • Paparan nitrosamine (bahan kimia yang ditemukan di beberapa makanan, kosmetik, rokok).
  • Penggunaan aspirin, ibuprofen, atau acetaminophen.
  • Penggunaan dekongestan yang memiliki bahan kimia pseudoephedrine atau phenylpropanolamine.

Diagnosis Gastroschisis

Seorang wanita hamil tidak memiliki gejala apa pun selama kehamilan ketika bayinya mengalami keadaan ini. Akan tetapi dokter mungkin menemukan gangguan sebelum bayi lahir ketika ibu:

  • Melakukan pemeriksaan rutin USG saat hamil.
  • Tes darah untuk protein yang disebut alpha-fetoprotein, yang berada pada tingkat yang lebih tinggi dari biasanya ketika janin mengalami kondisi ini.

Jika ibu hamil tidak rutin melakukan pemeriksaan kehamilan, dokter akan mendiagnosis saat lahir ketika usus berada di luar tubuh bayi. Pada beberapa kasus, keadaan ini paling sering terdeteksi sekitar minggu ke 18-20 kehamilan.

Selain itu, bagian terpenting dari diagnosis adalah menentukan apakah ini gastroschisis atau omfalokel (omphalocele). Kondisi ini terkadang terlihat serupa saat pemeriksaan USG. Pada omfalokel, kantong dari tali pusat menutupi dan melindungi usus yang berada di luar tubuh bayi.

Pengobatan Gastroschisis

Segera setelah bayi lahir, diperlukan pembedahan untuk menempatkan organ perut di dalam tubuh bayi dan memperbaiki cacatnya.

Jika kelainan kecil (hanya sebagian usus yang berada di luar perut), biasanya segera ditangani dengan pembedahan segera setelah lahir untuk meletakkan organ kembali ke dalam perut dan menutup lubang.

Sementara jika kelainan besar (banyak organ di luar perut), perbaikan mungkin dilakukan secara perlahan dan bertahap. Organ yang terbuka mungkin ditutupi dengan bahan khusus dan perlahan dipindahkan kembali ke perut. Setelah semua organ dimasukkan kembali ke dalam perut, lubang akan ditutup.

Bayi dengan keadaan ini sering kali membutuhkan perawatan lain, termasuk menerima nutrisi melalui infus, antibiotik untuk mencegah infeksi, dan perhatian yang cermat untuk mengontrol suhu tubuhnya.

Baca Juga: 8 Tips Kehamilan Sehat untuk Ibu dan Janin

Komplikasi Gastroschisis

Usus bayi dapat terpapar cairan ketuban, sehingga mungkin tidak berfungsi secara normal bahkan setelah organ-organ tersebut dimasukkan kembali ke dalam rongga perut. Bayi dengan keadaan ini membutuhkan waktu untuk memulihkan ususnya dan membiasakan diri untuk menyusu.

Sekitar 10-20% bayi yang memiliki keadaan ini mungkin mengalami atresia usus (bagian dari usus yang tidak berkembang di dalam rahim), sehingga membutuhkan pembedahan lebih lanjut untuk menghilangkan obstruksi.

Meningkatnya tekanan dari isi perut yang salah tempat juga bisa menurunkan aliran darah ke usus dan ginjal. Hal ini dapat membuat bayi sulit untuk mengembangkan paru-paru, yang menyebabkan munculnya masalah pernapasan.

Komplikasi lain yang mungkin terjadi adalah necrotizing enterocolitis. Keadaan ini terjadi ketika jaringan usus mati karena aliran darah rendah atau infeksi. Risiko ini mungkin berkurang pada bayi yang menerima ASI daripada susu formula.

Bayi yang terlahir dengan kondisi ini biasanya memiliki ukuran tubuh yang lebih kecil dari rata-rata. Masalah jangka panjang kebanyakan terjadi pada kasus yang sangat rumit dan terkait dengan masalah makan, usus atau infeksi.

Meski begitu, sebagian besar bayi yang mengalami gangguan ini dapat melanjutkan hidup normal dan sehat tanpa komplikasi.

 

  1. Anonim. Facts about Gastroschisis. https://www.cdc.gov/ncbddd/birthdefects/gastroschisis.html#:~:text=Gastroschisis%20is%20a%20birth%20defect,outside%20of%20the%20baby’s%20body. (Diakses pada 16 Desember 2020).
  2. Anonim. Gastroschisis. https://kidshealth.org/en/parents/gastroschisis.html. (Diakses pada 16 Desember 2020).
  3. Anonim. Gastroschisis. https://medlineplus.gov/ency/article/000992.htm. (Diakses pada 16 Desember 2020).
  4. Anonim. Gastroschisis. https://www.cincinnatichildrens.org/health/g/gastroschisis. (Diakses pada 16 Desember 2020).


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi