Terbit: 23 Maret 2020
Ditulis oleh: Devani Adinda Putri | Ditinjau oleh: dr. Jati Satriyo

Gaslighting adalah kelainan psikologis dimana seseorang melakukan taktik untuk mendapatkan kekuatan yang lebih dengan cara berbohong hingga membuat orang lain mempertanyakan keberadaan diri mereka sendiri. Konsep ini paling sering terjadi dalam sebuah hubungan emosional. Ketahui apa itu gaslighting, ciri, gejala, cara mengatasinya, dll.

Gaslighting: Definisi, Ciri-Ciri, Penyebab, Cara Mengatasi, dll

Apa Itu Gaslighting?

Gaslighting adalah sebuah gangguan psikologi berupa bentuk pelecehan secara emosional dari seseorang yang disebut dengan gaslighter kepada orang lain demi mendapatkan kekuatan atau perasaan bahwa dirinya adalah yang paling benar.

Istilah gaslighting diambil dari sebuah film berjudul Gaslight (1944) yang diperankan oleh Charles Boyer yaitu seorang suami yang suka menyiksa istrinya. Tokoh Charles Boyer pun meyakinkan sang istri bahwa istrinya sudah gila, hingga sang istri benar-benar mempertanyakan kewarasan dirinya sendiri.

Berdasarkan budaya populer, perilaku ini menggambarkan kekerasan secara emosional dari seorang pria kepada pasangan wanita atau sebaliknya, namun gaslighting dapat terjadi pada hubungan dengan bos, teman, orang tua, tokoh masyarakat, dan siapa saja. Bentuk gaslighting yang paling jelas memang terjadi antara hubungan dengan pasangan.

Seorang gaslighter sangat erat hubungannya dengan perilaku umum kekerasan, diktator, narsis, dan pemimpin yang selalu ingin dianggap besar dan benar. Perilaku ini ditunjukkan dengan cara berbohong, memanipulasi, dan memaksa orang lain hingga orang tersebut mempertanyakan pikiran, ingatan, peristiwa, persepsi, dan keberadaan diri mereka sendiri.

Sebagai contoh kasus gaslighting adalah ketika pasangan Anda melakukan sebuah kesalahan dalam sebuah peristiwa, namun pasangan Anda yang seorang gaslighting akan menyangkal, berbohong, dan memanipulasi cerita hingga Anda pun mempertanyakan ingatan atau realistis diri Anda sendiri. Hasilnya, Anda mungkin setuju dengan pasangan Anda dan mengakui bahwa Anda yang salah mengingat atau bertindak. Kebanyakan kasus gaslighting dimulai dari hal-hal kecil hingga korban mungkin tidak menyadarinya.

Dalam kasus yang lebih besar, seorang gaslighter akan menggunakan kepercayaan seseorang untuk mendapatkan kontrol atas target tertentu, mendiskreditkan orang lain lebih lanjut, dan menggunakan kemenangan atau hal-hal baik di masa lalu untuk memanipulasi. Korban akan merasa diperas dan disakiti secara emosional, tidak jarang mengganggu psikologinya dan mengganggu kehidupan sehari-hari.

Baca Juga: Sosiopat: Penyebab, Ciri-Ciri, Cara Mencegah

Gejala Gaslighting

Sangat sulit untuk mengidentifikasi apakah seseorang memiliki sifat atau ciri-ciri gatlighting.

Berikut ini gejala seseorang yang memiliki sifat gaslighting berdasarkan buku Gaslighting: Recognize Manipulative and Emotionally Abusive People – and Break Free:

1. Berbohong

Seorang gaslighter akan berbohong secara terang-terang dan Anda akan bertanya-tanya apakah yang dikatakannya benar atau tidak. Tujuan utama dari gaslighter adalah untuk membuat korbannya tidak stabil dan tidak bersemangat sehingga mereka bisa melancarkan taktik selanjutnya.

2. Menyangkal

Orang dengan gaslighting akan menyangkal apapun yang Anda katakan atau pikirkan walaupun Anda memiliki bukti yang jelas. Mereka akan terus menyangkal hingga Anda merasa bahwa dia benar dan Anda akan mempertanyakan realitas diri Anda sendiri. Semakin Anda menanyakan kebenaran diri Anda sendiri, maka secara tidak langsung Anda sudah menerima penyangkalan yang mereka buat.

3. Mengancam Anda dengan Benda atau Orang yang Anda Sayangi

Sebagai contoh gaslighting dalam rumah tangga, pasangan Anda akan menggunakan anak sebagai amunisi untuk menyatakan bahwa dirinya benar. Hal ini dilakukan karena pasangan Anda tahu bahwa anak Anda adalah segalanya untuk Anda sehingga dia menggunakannya untuk menyerang Anda.

Pasangan yang seorang gaslighter akan menyalahkan Anda bahwa Anda akan menjadi orang yang pantas atau orang yang baik bila Anda tidak memiliki segala sifat buruk. Seorang gaslighter akan mengancam Anda dengan pondasi sifat dan perilaku Anda sendiri.

4. Menjatuhkan

Hal paling berbahaya dari gaslighting adalah orang tersebut akan menjatuhkan Anda setiap waktu dengan kebohongan, komentar sinis, atau pernyataan jahat yang tidak Anda sadari.

Perilaku ini dilakukan sedikit demi sedikit dari hal-hal kecil hingga Anda tidak menyadari jika orang tersebut sedang menjatuhkan Anda pelan-pelan.

5. Perkataan Tidak Sesuai dengan Tindakan

Seorang gaslighter akan mengatakan banyak hal baik namun tidak ada tindakan yang tepat. Mereka hanya banyak bicara dan berbohong.

Pada dasarnya, ciri-ciri gaslighting adalah mereka akan berusaha memprovokasi, memanipulasi, menjatuhkan, dan berbohong pada Anda hingga membuat Anda berpikir bahwa Anda yang salah dan mereka yang benar. Korban pun akan perlahan-lahan mempertanyakan keberadaan, kebenaran, dan kewarasan diri sendiri.

Penyebab Gaslighting

Ada banyak faktor yang menyebabkan seseorang memiliki kecenderungan perilaku gaslighting, namun secara ilmu psikologi ini dikategorikan sebagai kelainan psikologis yang disebut gangguan kepribadian narsisistik atau narcissistic personality disorder.

Orang dengan kepribadian narsistik menjadikan diri mereka sendiri sebagai fokus utama dimana mereka merasa penting bagi orang lain dan akan menuntut banyak bila mereka tidak diperhatikan, tidak dipuji, tidak dianggap benar, dan tidak mendapat atensi.

Mereka memiliki sudut pandang mutlak kehidupan dan masa depan diri sendiri tanpa memikirkan orang lain, kecuali saat mereka akan menggunakan orang lain demi mendapatkan sesuatu untuk diri sendiri. Kepribadian narsistik cenderung memiliki sifat pendukung lain seperti gaslighting, diktator, dan perilaku kekerasan demi memenuhi kepuasan diri sendiri.

Baca Juga: 7 Cara Menghadapi Seseorang dengan Kondisi Narsistik

Cara Menghindari Diri dari Hubungan Gaslighting

Sangat sulit untuk menyadari perilaku gaslighting ini karena mereka bermain dengan perasaan Anda. Apabila Anda berada dalam hubungan gaslighting baik dengan pasangan, pekerjaan, atau kelompok lainnya, Anda harus menggunakan keterampilan emosional, seperti:

1. Identifikasi Masalah

Apabila ada masalah dengan seorang gaslighter, pastikan Anda hanya akan membahas dan fokus pada masalah tersebut. Jangan membahas atau menggunakan hal-hal lain untuk membuat salah satu merasa benar dan yang lainnya merasa kalah.

2. Pastikan Kebenaran

Anda dapat mencatat atau merekam pembicaraan Anda dengan seorang gaslighter sehingga Anda dapat melihat masalah secara objektif. Anda juga akan mengetahui di bagian mana pembicaraan akan membelok dari kenyataan dan beralih ke sudut pandang orang lain.

3. Cari Tahu Apakah Pasangan atau Orang yang Anda Hadapi Sedang Mencari Kekuatan

Sebagai contoh, bila Anda dan pasangan bertengkar karena masalah yang sama berkali-kali dan dia selalu berusaha untuk meyakinkan bahwa sudut pandang dirinya yang benar dan Anda salah. Itu adalah perilaku gaslighting dari pasangan Anda.

4. Latihan Mental

Anda dapat melibatkan diri dalam latihan mental untuk menenangkan pikiran dan mendorong perbaikan pola pikir, seperti memvisualisasikan diri Anda untuk melanjutkan hubungan tersebut atau apa yang akan terjadi bila Anda menjaga sedikit jarak dengan orang tersebut. Anda harus tetap berpikir positif walaupun orang tersebut membuat Anda cemas.

Baca Juga: Gangguan Kepribadian Histrionik: Gejala, Penyebab, dan Pengobatan

5. Rasakan Semua yang Anda Rasakan

Seorang gaslighter tidak akan membiarkan Anda merasakan atau melakukan sesuatu yang menurut Anda benar, karena mereka ingin Anda hanya mempercayai sudut pandangnya.

Dalam tahap ini, Anda harus memberi jalan pada diri sendiri untuk merasakan apa yang Anda rasakan untuk membuat Anda merasa lebih baik tanpa campur tangan hal-hal manipulatif yang orang lain coba beritahu tentang Anda. Tidak ada orang yang bisa mengontrol perasaan Anda sendiri.

6. Tidak Apa untuk Menyerah

Menjalani hubungan gaslighting menjadi sangat menyakitkan karena biasanya terjadi pada hubungan yang sangat dekat dan berarti, seperti dengan suami atau istri, kekasih, orang tua, atau rekan kerja. Apabila ini sudah terjadi sangat lama dan Anda tidak tahan lagi, tidak apa-apa untuk menyerah.

Anda mungkin memang harus menjauh dan melepaskan toksisitas dari semua orang yang membuat Anda lelah. Anda mungkin butuh waktu untuk memperbaiki semuanya dan kembali lagi saat Anda sudah merasa lebih baik.

Menyadari bahwa Anda berada dalam hubungan yang “gaslighting” akan membantu Anda untuk mengambil langkah selanjutnya seperti segera konsultasi dengan psikiater, psikolog, atau terapis.

Mereka akan membantu Anda untuk mengatasi ketakutan dan keraguan Anda, serta memahami kenyataan apa yang sedang Anda alami dan mengajari Anda untuk mengelola kecemasan dan menjalani hidup lebih baik.

 

  1. York Morris, Susan. 2017. How to Recognize Gaslighting and Get Help. https://www.healthline.com/health/gaslighting. (Diakses pada 23 Maret 2020).
  2. Sarkis, Stephanie Ph.D. 2017. 11 Warning Signs of Gaslighting. https://www.psychologytoday.com/us/blog/here-there-and-everywhere/201701/11-warning-signs-gaslighting. (Diakses pada 23 Maret 2020).
  3. Stern, Robin. 2019. I’ve counseled hundreds of victims of gaslighting. Here’s how to spot if you’re being gaslighted. https://www.vox.com/first-person/2018/12/19/18140830/gaslighting-relationships-politics-explained. (Diakses pada 23 Maret 2020).


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi