Benarkah Ada Garam yang Aman Bagi Penderita Hipertensi?

garam-doktersehat

DokterSehat.Com– Penderita hipertensi atau tekanan darah tinggi memang sebaiknya tidak sembarangan mengonsumsi garam. Selain disarankan untuk menerapkan diet rendah garam, mereka juga harus pandai-pandai memilih makanan kemasan agar tidak sampai mengonsumsi natrium dengan jumlah yang berlebih demi membantu menormalkan kembali tekanan darahnya. Hanya saja, ada orang yang menyebut terdapat garam khusus yang bisa dikonsumsi penderita hipertensi. Apakah garam ini benar-benar ada?

Garam khusus bagi penderita hipertensi

Jika sampai tekanan darah tinggi dibiarkan begitu saja, maka penderitanya akan berpotensi mengalami berbagai penyakit yang lebih serius seperti penyakit jantung, stroke, atau bahkan penyakit jantung. Masalahnya adalah terkadang penderita hipertensi kesulitan untuk menerapkan diet rendah garam karena tentu akan membuat rasa masakan menjadi kurang nikmat.

Garam yang khusus diperuntukkan bagi penderita hipertensi biasanya rendah natrium namun memiliki kandungan kalium yang tinggi. Uniknya, garam ini diklaim memiliki rasa yang mirip dengan gram pada umumnya. Sebagaimana kita ketahui, natriumlah yang memiliki pengaruh besar bagi kondisi tekanan darah. Karena kadar natriumnya rendah, banyak orang yang kemudian menyebut garam khusus ini memang cocok bagi penderita hipertensi.

Hanya saja, tidak semua orang bisa dengan sembarangan mengonsumsinya. Jika penderita hipertensi sudah mengalami gangguan ginjal atau sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu seperti obat bagi penyakit jantung, ginjal, dan hati, mengonsumsi garam ini justru bisa membahayakan kesehatannya. Hal ini disebabkan oleh konsumsi kalium yang tinggi bisa memperburuk masalah-masalah kesehatan yang diderita.

Penderita hipertensi boleh-boleh saja mengonsumsi garam rendah natrium ini, namun mereka sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu ke dokter untuk mengetahui apakah garam ini memang aman untuk kondisi kesehatannya atau tidak.

Ada solusi selain garam khusus bagi penderita hipertensi

Jika kita memang sudah mengalami kondisi kesehatan tertentu yang membuat tidak bisa mengonsumsi garam khusus ini, pakar kesehatan menyarankan kita untuk mengganti garam dengan bumbu atau rempah-rempah lainnya. Beberapa rempah seperti kayu manis, lada, pala, bubuk bawang, dan lain-lain bisa memberikan kenikmatan tersendiri pada masakan yang kita buat dan aman bagi penderita hipertensi. Dengan menggunakan rempah-rempah ini, maka asupan garam pun bisa ditekan serendah mungkin sehingga tidak akan menyebabkan peningkatan tekanan darah.

Pola makan sehat bagi penderita hipertensi

Selain dengan memperhatikan asupan garam, pakar kesehatan menyarankan penderita hipertensi untuk mengubah pola makannya demi mengendalikan tekanan darah dalam tubuh.

Berikut adalah tips menerapkan pola makan yang sehat bagi penderita hipertensi.

  1. Memperhatikan porsi dan kalori makanan

Mengonsumsi makanan dengan porsi atau kalori yang berlebihan bisa memicu kenaikan berat badan. Padahal, berat badan yang berlebihan akan memperburuk kondisi hipertensi yang sedang dialami. Karena alasan inilah kita harus benar-benar pandai mengatur porsi dan kalori makanan agar bisa menjaga berat badan tetap ideal sekaligus menjaga keseimbangan tekanan darah.

  1. Memilih makanan yang sehat

Pakar kesehatan menyarankan kita untuk mengonsumsi makanan dengan kandungan kalium, serat, dan magnesium yang bisa membantu menurunkan tekanan darah dengan efektif. Makanan-makanan ini bisa berupa sayur dan buah-buahan, kacang-kacangan, biji-bijian, daging unggas, dan daging tanpa lemak. Beberapa buah dan sayur yang direkomendasikan adalah apel, pisang, brokoli, wortel, kacang hijau, sawi, anggur, kurma, kol, mangga, bayam, tomat, ikan tuna, labu, stroberi, kentang, melon, jeruk, dan nanas.

  1. Membatasi asupan kafein

Penderita hipertensi memang sebaiknya membatasi asupan kafein seperti dari kopi, teh, dan minuman bersoda. Kafein bisa membuat kondisi hipertensi menjadi semakin parah. Mereka juga harus menghindari minuman beralkohol demi menjaga tekanan darah tetap seimbang.