Terbit: 21 September 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com – Aktivitas seks yang kerap dilakukan oleh pasangan secara umum dibagi menjadi tiga bagian. Pertama adalah pemanasan atau foreplay. Pada tahap ini pasangan masih saling memberikan rangsangan satu sama lain dan belum menuju pada fase inti. Pada saat melakukan foreplay, pasangan masih kerap mengenakan pakaian.

Mengapa Setelah Seks Harus Ganti Celana Dalam?

Selanjutnya kegiatan inti yang diisi dengan seks vaginal, oral, dan anal untuk beberapa orang. Seks pada tahap ini akan memberikan rasa nikmat sebelum akhirnya mendapatkan klimaks. Setelah klimaks, pasangan memasuki fase ketika bernama afterplay yang salah satunya adalah mengganti celana dalam.

Mengapa harus mengganti celana dalam setelah seks?

Mengganti celana dalam pasca seks mungkin terdengar sederhana, tapi efeknya cukup besar untuk kesehatan pasangan. Celana dalam yang digunakan saat melakukan foreplay biasanya mengandung bakteri sehingga ada kemungkinan menyerang kemaluan yang baru saja dibersihkan.

Saat melakukan foreplay, pria sering tidak sengaja menumpahkan cairan praejakulasi ke celana dalam. Selain itu, saat melakukan pemanasan area selangkangan juga akan berkeringat. Kombinasi dua hal ini akan membuat bakteri atau kuman dari luar bisa masuk dan akhirnya berkumpul. Kalau celana dalam digunakan lagi, kemungkinan terjadi gatal atau infeksi akan besar.

Kalau Anda tidak ingin mengganti celana dalam karena jumlahnya terbatas, hindari mengenakannya saat seks. Saat foreplay usahakan sudah telanjang sehingga seks bisa dijalankan dengan lebih mudah dan cepat.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Cetaphil Promo - Advertisement

Tidak mengenakan celana dalam lebih baik

Kalau Anda beralasan tidak memiliki celana dalam banyak sehingga tetap harus memakai yang lama, lebih baik tidak dilakukan. Daripada mengenakan celana dalam yang dipakai saat seks, lebih baik untuk tidak mengenakan sama sekali. Gunakan celana luar dengan bahan lembut agar tidak menggesek kemaluan.

Mengapa tidak mengenakan celana dalam lagi pasca seks? Karena kemaluan butuh istirahat. Seks tidak ubahnya melakukan olahraga yang intens. Kalau Anda angkat beban, tangan dan kaki tentu butuh direlakskan sementara waktu. Biasanya penggunaan salep pereda nyeri bisa digunakan.

Dengan konsep yang sama, penis dan vagina bisa juga direlakskan. Cara merelakskan kemaluan yang paling mudah adalah menghilangkan tekanan. Setelah seks, beberapa alat vital mungkin agak memar sehingga butuh diangin-anginkan dahulu agar penyembuhannya bisa berjalan dengan baik.

Selain untuk membantu penyembuhan, mengenakan celana dalam juga bisa menaikkan suhu dari kemaluan. Padahal selama seharian Anda sudah mengenakannya saat bekerja. Berikan istirahat pada kemaluan agar tidak mengalami cedera dan peluang terjadi infeksi bisa menurun.

Hal lain yang harus diperhatikan setelah seks

Selain mengganti celana dalam atau tidak memakainya setelah seks, perhatikan juga aktivitas afterplay di bawah ini.

  • Jangan langsung tidur apa pun kondisinya. Setelah seks segera beranjak untuk mengeringkan keringat.
  • Mandi dengan bersih untuk menghilangkan kotoran yang menempel. Buang semua keringat dan cairan kemaluan yang menempel di tubuh.
  • Pria dan wanita harus melakukan kemaluannya dengan detail. Bersihkan dengan sabun lalu bilas hingga bersih. Lap dengan handuk hingga kering dan jangan meninggalkannya dalam kondisi basah.
  • Selalu buang air kecil setelah melakukan seks. Dengan melakukan ini kotoran yang ada di dalam kemaluan khususnya vagina bisa dikeluarkan.
  • Kalau susah buang air kecil, usahakan untuk minum air putih 1-2 gelas. Minum air putih juga menghindari terjadinya dehidrasi.
  • Makanlah sesuatu yang bisa mengembalikan energi. Anda tidak harus makan yang berat, cukup makanan yang bisa mengganjal perut sehingga tidur bisa nyenyak.

Demikianlah alasan mengganti celana dalam setelah seks. Kalau Anda sendiri, adalah ritual pasca seks yang wajib dilakukan?


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi