Gangren: Penyebab, Gejala, Diagnosis, dan Pengobatan

gangren-doktersehat

DokterSehat.Com – Apakah Anda pernah mendengar soal penyakit gangren? Penyakit ini umumnya terjadi pada mereka yang mengalami diabetes, atau penyakit vaskular periferal. Namun tak menutup kemungkinan gangrene ini bisa menyerang selain penderita dua penyakit di atas. Lantas, apa itu gangren? Apa penyebab gangrene? Apa saja ciri dan gejala gangren? Bagaimana cara mengobati luka gangren?

Apa Itu Gangren?

Gangren adalah suatu penyakit yang ditandai oleh matinya jaringan tubuh akibat tidak adanya pasokan darah yang memadai menuju jaringan tersebut. Atau, bisa juga karena adanya infeksi bakteri akut.

Gangrene yang berupa luka ini biasanya muncul di area-area tubuh yang letaknya jauh dari organ jantung, seperti jari tangan dan kaki. Namun, gangren mungkin saja menyerang anggota tubuh lainnya, bahkan organ dalam sekalipun.

Penyebab Gangren

Gangren dapat terjadi bukannya tanpa sebab. Setidaknya ada 2 (dua) faktor yang menjadi penyebab gangrene, yaitu:

1. Aliran Darah Terhambat

Peran darah bagi tubuh sangatlah vital. Pasalnya, darah bertugas untuk menghantarkan elemen-elemen penting bagi tubuh, yakni oksigen dan sari-sari makanan yang mengandung vitamin serta nutrisi lainnya. Tak ketinggalan, fungsi darah adalah memproduksi antibodi guna menangkal tubuh dari serangan penyakit.

Oleh karena itu, saat darah tidak dapat teraliri dengan sempurna, maka otomatis tubuh tidak akan mendapat pasokan oksigen dan nutrisi yang memadai, sehingga memicu matinya sel-sel tubuh dan berujung pada munculnya penyakit seperti luka gangren ini.

2. Infeksi Bakteri

Jaringan tubuh yang terinfeksi bakteri juga menjadi penyebab gangren paling umum. Awalnya bakteri-bakteri tersebut memang tidak sampai menimbulkan bahaya. Namun akibat tidak segera diobati, bakteri akan semakin berkembang dan lama-kelamaan menjadi ‘ganas’ sampai menyebabkan gangrene.

Infeksi bakteri bisa diawali dari luka. Akibat luka, lapisan terluar kulit menjadi terbuka sehingga memudahkan bakteri masuk menembus jaringan tubuh yang sebelumnya tertutupi untuk kemudian menginfeksi.

Maka dari itu, sesaat setelah mengalami luka, lakukan langkah penyembuhan luka agar luka bisa segera terobati sebelum bakteri berkembang lebih lanjut dan menjadi luka gangren.

Jenis-Jenis Gangren

Penyakit gangren terdiri dari beberapa jenis, jika dilihat dari penyebab dan gejala yang ditimbulkannya. Berikut adalah jenis gangren yang perlu Anda perhatikan.

1. Gangren Kering

Gangren kering adalah jenis gangren yang umumnya menyerang para penderita penyakit arteri perifer. Gangrene kering lazimnya berupa kulit yang mengering pada area yang terkena gangren, dan memiliki warna cokelat, hitam, atau biru.

2. Gangren Basah

Sementara itu, luka gangren basah biasanya diderita oleh para pengidap diabetes, atau jika Anda terkena luka bakar. Apabila gangren kering berupa kulit kering, maka gangrene basah dikenali dari kondisi kulit yang basah, melepuh, dan bengkak.

Segera kunjungi dokter jika Anda mengalami gejala gangren basah. Penanganan medis yang terlambat terhadap jenis luka gangren yang satu ini akan membuatnya terus menyebar ke seluruh tubuh dan berpotensi menimbulkan komplikasi serius yang mengancam jiwa.

3. Gangren Fournier

Gangren lebih sering terjadi di area jari tangan maupun jari kaki. Namun, gangrene juga bisa menyerang bagian tubuh lainnya, seperti jenis gangren yang satu ini.

Gangren Fournier adalah tipe gangren yang terjadi di area genital. Terjadinya gangrene pada organ intim lebih disebabkan oleh adanya infeksi pada area alat kelamin atau saluran kemih.

Gangrene Fournier biasanya berupa pembengkakan yang disertai dengan rasa nyeri pada organ intim penderitanya.

4. Gangren Gas

Sedangkan gangren gas adalah jenis gangren yang terjadi pada jaringan otot. Penyakit gangren ini dikarenakan adanya infeksi bakteri bernama Clostridium perfringens, yang mana bakteri ini mudah berkembang pada luka yang disebabkan oleh cedera, atau luka akibat operasi bedah.

Gangren gas dapat dikenali dari warna area kulit yang terkena gangrene ini, yaitu pucat dan berkembang menjadi ungu kemerahan, kemudian puncaknya timbul gelembung.

5. Gangren Meleney

Jenis gangren meleney adalah yang paling jarang dialami. Luka gangrene ini adalah efek dari tindakan operasi, dan biasanya muncul sektiar 1 – 2 minggu pasca operasi dilakukan.

6. Gangren Internal

Sesuai dengan namanya, jenis gangren ini terjadi di area internal tubuh, misalnya empedu dan usus. Gangren internal terjadi karena tidak lancarnya aliran darah menuju organ dalam tubuh sehingga organ-organ tersebut tidak mendapat cukup oksigen untuk dapat menjalankan fungsinya.

Seseorang yang mengalami gangren internal akan mengalami demam disertai nyeri. Penyakit gangren yang satu ini tergolong berbahaya jika tidak segera diobati.

Ciri dan Gejala Gangren

Gangren ditandai oleh sejumlah gejala, dan bergantung pada penyebab serta jenis gangren yang dialami. Secara umum, gejala gangren adalah sebagai berikut:

  • Kulit terlihat pucat dan dingin
  • Warna kulit berubah menjadi merah, biru, ungu, hingga hitam
  • Kulit mengalami pembengkakan dan lepuhan berisi nanah
  • Nyeri pada area kulit yang terkena gangren
  • Demam

Pada kelanjutannya, bakteri yang menjadi penyebab gangren dapat menyebar ke seluruh area tubuh dan kemudian timbullah gejala gangrene yang lebih serius, seperti:

  • Tekanan darah menurun
  • Kepala pusing
  • Sesak napas
  • Irama jantung tak beraturan

Segera kunjungi dokter manakala Anda mengalami satu atau lebih dari gejala gangren tersebut agar bisa dilakukan penanganan sedini mungkin sebelum kondisi bertambah parah.

Diagnosis Gangren

Saat Anda mengalami gejala gangrene, segera kunjungi dokter untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. Sebelum menentukan metode pengobatan yang tepat, dokter terlebih dahulu akan melakukan prosedur diagnosis gangren, meliputi:

1. Anamnesis

Dokter akan mengajukan beberapa pertanyaan terkait keluhan yang Anda alami, seperti:

  • Sudah berapa lama kondisi ini berlangsung?
  • Apa yang dirasakan?
  • Apakah ada riwayat penyakit lain?
  • Sudah mengonsumsi obat apa?

2. Pemeriksaan Fisik

Selesai mewawancarai, dokter akan meneruskan ke prosedur diagnosis gangren selanjutnya, yakni memeriksa kondisi fisik pasien, terutama di bagian kulit yang mengalami gangren. Dari sini dokter akan melihat apa penyebab gangren yang dialami pasien.

3. Pemeriksaan Penunjang

Guna memastikan penyebab gangren yang dialami, dokter mungkin saja akan menegakkan pemeriksaan penunjang, yang terdiri dari:

  • Tes darah

Tes darah dilakukan untuk mengidentifikasi apakah darah mengalami infeksi atau tidak. Selain itu, apakah ada peningkatan jumlah sel darah putih

  • Pembedahan

Operasi pembedahan dilakukan untuk menilai luas penyebaran gangren yang terjadi. Sebelum tindakan bedah dilakukan, pasien terlebih dahulu diberi obat bius

  • Kultur Cairan

Pada prosedur diagnosis gangren ini, dokter akan mengambil sampel cairan dan jaringan kulit untuk diidentifikasi perihal adanya bakteri di dalamnya atau tidak.

  • Pencitraan

Khusus untuk gangrene yang menyerang organ dalam tubuh, dokter akan menegakkan metode pencitraan (CT Scan, Rontgen, MRI) untuk menganalisis persebaran gangrene pada organ-organ tersebut.

Pengobatan Gangren

Sayangnya, jaringan rusak akibat gangrene tidak bisa kembali pada kondisi normal. Namun, ada sejumlah langkah pengobatan gangren agar penyakit ini tidak makin berkembang dan membahayakan.

Langkah pengobatan gangren meliputi:

1. Pemberian Antibiotik

Antibiotik bisa diberikan dalam bentuk tablet atau cairan infus, tergantung seberapa parah gangren yang dialami. Tujuan pemberian antibiotik ini tak lain untuk menghentikan infeksi yang terjadi.

2. Operasi Bedah

Operasi pembedahan ditegakkan untuk mengangkat sel kulit mati sehingga gangren tidak makin menyebar. Tak hanya itu, operasi juga bertujuan untuk memperbaiki pembuluh darah sehingga aliran darah bisa kembali lancar

3. Terapi Oksigen Hiperbarik

Pasien akan dimasukan ke dalam ruangan berbentuk tabung bertekanan tinggi dan penuh dengan oksigen. Ini membantu darah untuk menghantarkan oksigen ke seluruh tubuh, sehingga bakteri akan terhambat perkembangannya.

Pencegahan Gangren

Sebelum terjadi, gangren dapat dicegah melalui sejumlah langkah pencegahan gangren berikut ini:

  • Menjaga berat badan tubuh tetap ideal
  • Segera bersihkan luka dan jaga agar luka tetap kering
  • Khusus penderita diabetes, selalu awasi kondisi kaki dan tangan. Apabila muncul tanda-tanda gangren, segera kunjungi dokter
  • Hindari rokok yang dapat menyebabkan pembuluh darah rusak