Terbit: 23 November 2019 | Diperbarui: 24 November 2019
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com – Berbeda dengan paru-paru atau otak yang dilindungi tulang, testis pada pria tidak dilindungi sama sekali. Organ ini hanya berada di kantung zakar yang mudah sekali cedera atau terkena gangguan. Kalau testis sampai mengalami gangguan, kemampuan seksual dan reproduksi pria akan menurun.

7 Gangguan Testis yang Menurunkan Kesuburan Pria

Gangguan Testis yang Memicu Infertilitas

Testis berguna untuk menghasilkan hormon testosteron dan tempat menghasilkan sperma. Kalau sampai organ ini mengalami kerusakan, pria bisa susah melakukan pembuahan. Selain itu, ada kemungkinan juga keselamatan pria akan terancam kalau kanker sudah sampai tumbuh. Berikut beberapa gangguan testis yang sering dialami oleh pria.

  1. Testicular Torsion

Testis memiliki saluran yang membuat organ ini menggantung. Nah, pada kondisi tertentu seperti olahraga atau lainnya, tali ini akan berputar dan akhirnya menyempitkan pembuluh darah. Kalau pembuluh darah sempit, aliran darah ke testis akan terganggu. Singkatnya, saluran ini seperti terikat sehingga akses apa pun ke testis akan terganggu.

Kondisi ini biasanya diawali dengan rasa sakit pada testis dan pembengkakan. Tindakan operasi diperlukan untuk mengatasi torsi pada testis ini. Kalau tidak segera dilakukan tindakan baik itu operasi atau sejenisnya, kemungkinan besar akan memicu masalah pada testis seperti kematian sel akibat kekurangan oksigen dalam waktu lama.

  1. Epididymitis

Epididymitis adalah salah satu infeksi yang terjadi pada testis. Infeksi ini menyebabkan sperma yang diproduksi oleh pria mengalami gangguan. Bahkan, ada kemungkinan sperma yang ikut keluar saat ejakulasi mengandung bibit penyakit. Bisa dibayangkan kalau sperma atau air mani ini sampai masuk ke dalam vagina.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku PTH - Advertisement

Epididymitis disebabkan oleh beberapa penyakit menular seksual seperti klamidia dan gonore. Tanda awal dari kondisi ini adalah infeksi saluran kemih lalu berlanjut ke organ lain yang ada di sekelilingnya termasuk testis. Itulah kenapa kalau seorang pria mengalami masalah dengan penyakit seks, penanganan harus dilakukan. Kalau terlambat, dampak yang lebih buruk akan terjadi.

  1. Trauma pada Testis

Trauma testis bisa terjadi karena banyak hal, biasanya area testis terkena benturan dengan benda keras. Pria yang tahu saat sedang berkendara, terkena tendangan, atau terlempar benda seperti bola bisa mengalami trauma testis yang membuat organ ini jadi sakit.

Trauma testis yang ringan mungkin tidak akan memberikan dampak apa-apa. Namun, kalau sudah parah bisa menyebabkan perdarahan dan rasa sakit yang cukup intens. Selain karena kecelakaan, pria yang sering bersepeda dengan jarak ratusan kilometer bisa juga alami trauma pada testis.

Kalau Anda suka melakukan olahraga berbahaya dan ada risiko pada kemaluan, ada baiknya untuk menggunakan pelindung. Dengan pelindung yang bentuknya seperti cup, area ini akan minim tekanan sehingga peluang terjadi kerusakan pada testis bisa diminimalkan.

  1. Varikokel

Varikokel terjadi karena ada pembesaran pembuluh darah di testis. Pembuluh darah yang membesar ini mirip sekali dengan varises yang ada pada kaki. Varikokel yang terjadi di testis bisa mengganggu suplai darah dan produksi sperma.

Pada kondisi tertentu, varikokel juga menyebabkan rasa nyeri yang sangat intens. Kalau pria mengalami nyeri intens di area testis, kemungkinan besar mereka akan mengalami gangguan seks. Apalagi saat mereka melakukan ejakulasi, rasa nyeri akan menyamarkan kenikmatan atau orgasme.

  1. Kanker Testis

Kanker testis menyebabkan organ ini terasa membesar sebagian atau seluruhnya. Pria juga akan merasakan sakit di testis dan juga perut bagian bawah. Kanker testis bisa muncul pada pria dengan usia kurang dari 40 tahun dan memiliki riwayat kanker dari keluarga.

Kanker umumnya muncul kalau pria memiliki riwayat terkena infeksi HPV. Memang tidak semua HPV menyebabkan kanker dan sebagian besar hanya memicu terjadinya kutil kelamin. Namun, karena letaknya dekat dengan penis, kemungkinan muncul sel kanker tetap besar dan memicu gangguan perlahan-lahan.

  1. Hematospermia

Hematospermia adalah munculnya darah di dalam air mani saat pria sedang ejakulasi. Munculnya darah ini bisa disebabkan oleh banyak hal mulai dari gangguan yang bersifat kanker atau pun tidak. Munculnya darah di air mani tentu memberikan ketakutan yang besar pada semua pria.

Kalau pria mendapati ada darah di air maninya berkali-kali saat ejakulasi, ada baiknya segera memeriksakan diri. Batas keluarnya darah di air mani hanya 3-4 minggu saja, kalau lebih dari itu berarti terjadi abnormalitas pada testis. Ketahui kondisi pada testis atau mungkin organ lain di dalam sana agar bisa segera ditangani.

  1. Hydrocele

Hydrocele adalah munculnya cairan di sekeliling testis. Cairan ini menyebabkan area skrotum membesar dengan tidak normal. Hydrocele menyebabkan rasa sakit di area testis saat duduk atau disentuh. Lebih lanjut, kondisi ini juga meningkatkan cedera pada testis kalau sudah parah dan tidak segera ditangani dengan baik.

Cara terbaik untuk mengatasi kondisi ini adalah dengan operasi. Kalau testis tidak dioperasi, kemungkinan terjadi penurunan kesuburan akan tinggi. Pada kondisi hydrocele yang tidak padah, kadang cairan hilang dengan sendirinya. Namun, akan lebih baik segera diberi tindakan agar tidak memicu masalah yang parah.

Inilah tujuh gangguan pada testis yang menyebabkan pria mengalami gangguan kesuburan. Coba cek testis Anda saat ini juga, kalau terasa sakit atau ada benjolan segera lakukan pemeriksaan.

 

 

Sumber:

  1. Web MD. Testicular Disease. https://www.webmd.com/men/guide/testicular-disease#1. (Diakses pada 23 November 2019)
  2. Web MD. Infertility and Testicular Disorders. https://www.webmd.com/infertility-and-reproduction/guide/testicular-disorders#1. (Diakses pada 23 November 2019)
  3. Beaumont. Types of Scrotal and Testicular Conditions. https://www.beaumont.org/conditions/scrotal-testicular-conditions-types. (Diakses pada 23 November 2019)
  4. Medline Plus. Testicular Disorders. https://medlineplus.gov/testiculardisorders.html. (Diakses pada 23 November 2019)
  5. Coloplast. Common Testicular Disorders. https://www.coloplastmenshealth.com/testicular-implants/common-disorders/. (Diakses pada 23 November 2019)

 


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi